
Keesokan harinya seperti biasa di sekolah ke empat sahabat karib itu sedang ber bincang" di kelas nya.
"Lis?." tanya Lisa
"Hm?." jawab lista berdehem.
"Loe kemaren ngapain sama ka Rifan?."Lisa penasaran.
"ha? gue ngga ngapa" in ko." jawab lista santuy.
"Tapi kemaren gue liat loe Deket banget sama ka Rifan." Lisa semakin penasaran
"Mulai sekarang gue tuh jadi asisten nya ka Rifan." jawab lista santai membuat ketiga sahabat nya melongo bukan main.
"AP apa?." gagap Vita.
"Iya gue jadi asisten nya ka Rifan." jawab lista mengangguk polos.
"ko loe mau sih?." heran Dona.
"Ya gapapa lah itung" bisa Deket terus kan sama ka Rifan?." jawab lista.
"Iya sih loe bener juga tapi kan masa loe mau di suruh" sih?." pertanyaan Lisa membuat lista menjadi kesal.
"Yaelah itu udah biasa di sini juga gue udah biasa di jadiin babu kan?." ketus lista.
"Yauda lah terserah loe Lis."
"Kantin yok gue laper." rengek lista.
"Yok." jawab ketiga nya serentak.
mereka berjalan keluar kelas untuk menuju ke kantin.
di tengah" perjalanan mereka ada Rifan dan yoga yang kebetulan sedang berjalan juga.
"Lista." panggil Rifan dari belakang ke empat gadis itu.
"Eh iya ka kenapa?." yang merasa terpanggil menoleh ke belakang.
"Loe ngga inget? loe masih jadi asisten gue?." tanya Rifan dingin.
"I inget ka." jawab lista.
"Yauda Lis kita makan dulu yah." ketiga sahabat nya meninggal kan lista bersama yoga dan Rifan.
"Terus lista harus ngapain ka?." tanya lista mendongak ke atas menatap Rifan dengan polos nya.
'astaga mata nya imut banget.' batin Rifan langsung buang muka setelah melihat pemandangan wajah imut di depan nya.
"Loe pesenin gue makanan." jawab pria itu dengan fokus pandangan ke depan.
"Oke Kaka mau makan apa?." tanya lista.
"bakso ajh." jawab nya.
"Fan gue pergi dulu yah tadi di panggil Bu BK ke ruang guru."
"Lah? loe ada masalah apa di panggil ke BK?." heran Rifan mengangkat satu alis nya.
"Kagak tau dah tu guru yaudah lah gue pergi dulu yah." dan yoga pun pergi meninggal kan Rifan yang tengah berdiri sambil mencari kursi untuk duduk.
setelah ia mendapat tempat duduk segera lah dia duduk dan memandangi suasana kantin yang ramai.
"Mana tu anak lama banget." gerutu Rifan karena sudah 10 mnt menunggu lista.
ia mengedarkan pandangannya dan berhenti pada seorang gadis mungil yang tengah di ganggu oleh kawanan laki".
"Astaga ngapain tu bocah ganggu asisten gue." kesal Rifan dan bangkit dari duduk nya lalu menuju ke arah gadis mungil itu.
"Ngapain loe?." tanya Rifan menatap tajam ke arah laki" yang mengganggu lista.
nama nya Bobi kelas 12 IPS 2 dan kawanan nya yang ngga jelas itu berani" nya mengganggu lista.
"Ka Rifan." lista langsung bersembunyi di balik punggung Rifan dengan baki di tangan nya.
"loe tenang gue ada di sini." bisik Rifan sedikit menoleh ke belakang.
"Iya ka." lirih lista.
"Loe apain lista?." tegas Rifan.
"Ehh santai bro gue ngga apa"in lista ko ya kan geng?." jawab si bobi.
Bobi memang terkenal ganteng di sekolah namun sifat nya saja yang tidak mendukung.
"Kenapa si cantik gausah takut sama aku." goda bobi mencoba menyentuh pipi lista yang ada di balik punggung Rifan.
ke tiga sahabat nya ikut menyaksikan perdebatan itu dan mereka tak bisa apa" hanya bisa menonton saja.
sebenar nya mereka khawatir tapi karena ada Rifan mereka menjadi tenang.
"Jangan sentuh dia." bentak Rifan mencekal tangan Bobi.
"Eh loe siapa nya lista sok"an jadi pahlawan nya." remeh Bobi.
tangan Rifan menghempaskan tangan Bobi kasar dan menarik tangan lista agar lista berdiri di samping nya.
"Dia punya gue." kata Rifan serius.
Deg... deg...deg...jantung lista berasa tidak karuan setelah mendengar itu dan sontak ia menatap Rifan dan tak sengaja eye contac dengan Rifan.
"Hahaha becanda loe ngga lucu." remeh Bobi menunjuk dada Rifan dan mendorong nya menggunakan jari telunjuk nya.
"Mana mau gadis secantik lista sama loe." remeh nya lagi menyentuh dagu lista dengan posisi lista yang sudah ketakutan.
"Kaa jangan sentuh aku." tegas lista kepada bobi.
"Santai cantik kamu pasti bebas dari Rifan." lembut Bobi.
"Loe masih ngga percaya sama gue?." tantang Rifan.
ia menarik pinggang lista dan merangkul nya dan sekarang posisi mereka sudah sangat dekat sehingga tidak ada jarak lagi.
hampir saja jatuh baki yang di bawa oleh lista karena kegugupan nya.
"Sekarang percaya?." tanya Rifan.
"Ck ck ck gitu doang juga gue bisa lakuin ke lista." remeh Bobi lgi.
"kasian banget kamu cantik" di jadiin babu sama Rifan mending ikut ka Bobi yuk nanti ka Bobi jadiin ratu." kata Bobi memegang tangan lista dan buru" lista melepas nya.
"Lepasin ka." rengek lista berusaha melepaskan tangan nya.
"Heh makin ngelunjak loe yah." Rifan kini sudah hampir kehabisan stok sabar nya.
ia menghempaskan tangan Bobi kasar.
"Sekali lagi loe sentuh lista loe ber urusan sama gue!." bentak Rifan.
"ck ck ck ngaku" pacar nya lagi loe." remeh Bobi.
Cup!!!.
Rifan mengecup kening lista dengan posisi masih merangkul pinggang nya.
lista terdiam dan tak bisa berkata kata lgi saat benda kenyal itu menyentuh kening nya.
gugup? kaget? itu lah yang di rasakan oleh lista saat itu.
Dan ketiga jomblowati yang menyaksikan nya hampir saja berteriak karena kaget melihat adegan itu.
"Percaya loe?." sinis Rifan.
"Pergi loe! dan jangan berani" nya loe deketin milik gue!." peringatan Rifan.
"Ck ck ck gue masih ngga percaya." kata Bobi.
"Loe masih ngga percaya lista pacar gue?." tantang Rifan.
Cup! cup! cup! cup!
Rifan mengecup pipi kanan,kiri,kening dan berakhir pada bibir ranum lista.
lista mendelik saat menerima semua serangan dadakan dari Rifan.
"Gue juga bisa kek gitu sama lista." sekali lagi bobi meremehkan.
"udah gue bilang jangan pernah loe sentuh milik gue!!." tegas Rifan mengangkat kerah baju Bobi.
"Ka ka Rifan udah ka jangan bikin rusuh di kantin." buru" lista menaruh baki dan melerai kedua nya.
"loe tunggu pasti lista bakal jadi milik gue." ucap Bobi percaya diri.
"Dan kalo itu terjadi ancur idup loe sama gue." ancam Rifan.
"Pergi loe!!." bentak Rifan dan Bobi dengan kawanan nya pergi meninggalkan Rifan dan lista di sana.
"Loe ngga papa?." tanya Rifan dingin kepada lista.
"Gapapa ko ka." jawab lista lirih karena gugup.
"loe di apain sama Bobi?." tanya Rifan serius.
"ka Bobi cuma pegang" pipi sama rambut aku ka trs tadi pegang tangan aku juga." jawab lista polos dan jujur.
"Sial!! kalo ada yang gangguin loe panggil gue karena loe tanggung jawab gue skrng karena loe udah jadi asisten gue." ucap Rifan.
Duar!!!. hancur sudah perasaan lista saat itu.
Hayy Readers tersayang❤️.maaf yah author blm bisa up teratur❤️.jangan lupa like and komen nya karena itu yang menilai novel ini bagus atau tidak dan vote nya juga jangan ketinggalan❤️.