TRUE LOVE.

TRUE LOVE.
Dag dig dug duarrr.



saat sudah naik ke motor rifan lista di suruh turun lagi.


"Ehh turun loe."titah Rifan.


"Lahh Kaka ko Plin plan siih tadi gue di suruh naik lah sekarang di suruh turun." gerutu lista sambil turun.


tiba" Rifan memakai kan lista helm.


"Nihhh pake helm nya makanya gue suruh turun buat loe pake helm" jawab Rifan.


Duhhhh ko ka Rifan gini yah sama guee masa gini ajh jantung gue bisa lari nihh bisa meleduk.


batin lista dengan pipi memerah bak kepiting rebus.


"Dah yok naik lagi nanti keburu ujan." titah Rifan dan lista menurut langsung naik ke motor rifan.


di saat mereka naik motor berdua ada sepasang mata yang memandang mereka dengan pandangan tidak suka.


"Sial kenapa dia pulang bareng Rifan sih?!." kesal orang itu yang tak lain adalah Amel gadis yang tergila gila kepada Rifan.


Rifan dan lista pun mengendarai motor di tengah" jalan raya yang tidak cukup padat karena hari sangat mendung jadi cukup sepi di sana.


saat di motor.


"Ka ko loe pulang nya lama sih?."tanya lista kepada Rifan


"Iya gue kan kumpul OSIS dulu bahas pesta prom night."jawab Rifan.


mereka bicara dengan suara biasa walaupun pakai helm karena tidak terlalu berisik


"Beneran mau ada prom night?."tanya lista.


"Iya 3 hari lagi." jawab Rifan singkat.


tik...tik...tik...hujan pun turun.


"Ehh ujan ka!!." kata Lista panik karena dia takut hujan sekaligus petir.


"Tenang ajh loe kenapa sih kaya takut ujan gitu." kata Rifan santai dia tidak tau kalau lista takut hujan dan petir.


lama kelamaan hujan pun menjadi deras.


"kita neduh dulu yah di halte depan kaya nya ujan nya udah deres." tanya Rifan dan lista hanya mengangguk kedinginan.


mereka pun berhenti di halte lista pun duduk di sana sambil memeluk diri nya sendiri menahan dingin yang menusuk tulang nya.


Ni bocah kedinginan apa gimana sih? kok sampe pucet gitu kaya mayat. batin Rifan saat melihat wajah pucat lista.


Rifan pun duduk di samping lista.


Duar!!!.... Petir pun menyambar.


"Mama!!!!!."pekik lista sambil memeluk lengan Rifan tanpa ia sadari.


"Loe takut ujan sama petir yah?."tanya Rifan lembut dan lista hanya mengangguk pelan.


"Udah loe tenang ajh ada gue di sini." kata Rifan


lista pun melepas kan tangan yang tadi nya di lengan Rifan.


tubuh lista semakin menggigil karena kedinginan dan hujan semakin deras.


tiba" Rifan memegang tangan lista berharap dia tidak kedinginan lagi.


"Gapapa ko kalo jaket gue kering gue bisa kasih ni jaket tapi jaket gue juga basah." kata Rifan.


Rifan pun memegang tangan lista dan meniup niup nya supaya lista tidak kedinginan lagi pikir nya.


Aduhh dah dig dug duarr lagi dah ni jantung astagaaa pipi gue apa kabar pasti merah banget ni pipi. batin lista panik dia ingin menolak tapi tidak bisa.


Rifan pun melihat pipi merah lista.


"Pipi loe kenapa merah gitu?." tanya Rifan.


"ngga ka ngga papa ini gara" ngga pake Cream jadi merah" gini kalo kena ujan." jawab lista gugup.


Duar!!... petir pun menyambar lagi.


"Mama!!!!!!."pekik lista


bukan lista yang memeluk lengan Rifan tapi Rifan lah yang memeluk tubuh lista.


"Udah jangan takut skrng loe sama gue."ucap Rifan saat lista ada di pelukan nya.


Hwaa jantung jangan lari loe kalo loe lari gimana gue bisa napas. batin lista dengan jantung yang sudah berdebar kencang seperti habis lari maraton.


lista pun mengurai pelukan Rifan dan Rifan kembali memegang tangan lista supaya dia tidak merasa kedinginan.


saat hujan sudah agak terang mereka pun bergegas untuk pulang.


"Udah nih udah tinggal gerimis nya ajh yu kita pulang udah sore juga nanti loe di cariin nyokap loe." kata Rifan seraya berdiri dari duduk nya dan di angguki oleh lista karena dia sudah sangat kedinginan pasti sampai di rumah dia demam.


Kasian juga ni anak ga nyangka bocah se bobrok dia takut ujan sama petir sampe" pucet gitu muka nya. batin Rifan sambil memakai kan helm kepada lista.


mereka pun pulang dan Rifan mengantar kan lista ke rumah nya.


beberapa menit sampai dirumah lista.


tok...tok...tok...


Rifan mengetuk pintu rumah lista.


"Ehhh lista kamu sudah pulang sayang? mama sama papa udah panik banget kamu blm pulang se sore ini sayang." kata mama lista lalu membawa lista ke dalam rumah.


"Makasih yah ka udah nganterin gue pulang."ucap lista sebelum masuk ke rumah dan di angguki oleh Rifan.


kini tinggal papa lista dan Rifan di ambang pintu.


"Makasih yah nakkkk siapa nama mu?." tanya papa lista karena blm tau siapa nama Rifan.


"Rifan om." jawab Rifan


"Ohh iya nak Rifan terima kasih sudah mengantar kan putri om yah mama nya kista dan saya sudah khawatir sekali karena hujan seperti ini lista itu kan takut dengan hujan dan petir." kata papa lista.


"Ohh iya om sama" saya pamit pulang dulu yah om." Rifan pamit dengan menyodor kan tangan nya dan di balas oleh papa lista lalu Rifan mengecup punggung tangan papa lista


"Hati" di jalan nak." kata papa lista dan di angguki oleh Rifan.


setelah menaiki motor nya Rifan pun bergegas pulang di tengah" jalan.


"Ga nyangka gue lista emang takut ujan sama petir orang tua nya juga bilang gitu tadi." gumam Rifan di jalan


"lah kan kenapa gue jadi merasa bersalah yah gimana kalo lista sakit?." gumam nya lagi.


Rifan pun terus melaju menuju rumah nya karena hari sudah menunjukkan pukul 16.00 dan dia baru pulang sekolah karena terjebak hujan di jalan.