True Beauty

True Beauty
Tagisan



Belum sempat Bu Rani menjawab pintu ruang IGD sudah terbuka dan ternyata yang membukan adalah dokter seorang perawat yang mempersilahkan dokter Ara dan rekan dokter nya keluar


fana pun bergegas berdiri menghampiri mereka


"dokter gimana keadaan bunda saya?"tanya fana dengan raut wajah khawatir


"untuk keadaan ibu putri biar dokter tiara(Ara) saja yang menjelaskan nya,"ucap dokter Albert yang umurnya sekitar 48 tahunan itu lalu beranjak pergi minggalkan mereka yang masih menunggu jawaban dari pertanyaan fana barusan


"kak gimana keadaan bunda fana"ucap fana mengulang pertanyaan yang sama terhadap ara


"fana kakak minta kita bicara di ruangan kk saja yah"ucap Ara lembut


fana dan Bu rani pun mengikuti ara menuju ruangan nya


"fana kamu tahu kan ibu kamu sakit apa?


"iya kak setahu fana bunda slalu pusing dan akhir-akhir ini fana perhatikan rambut bunda banyak yang rontok dan juga kadang bunda mimisan"ucap fana menceritakan semua yang dia tau penyakit bundanya


"fana perna bawah bunda ke rumah sakit untuk konsul penyakit bunda fana?"tanya Ara


"pernah tapi fana di larang bunda masuk tapi kata bunda waktu itu dia cuman kecapean sama kurang darah


"apakah ibu Rani mau pun Bu Putri belum memberi tahu fana?"tanya Ara pada Bu Rani yang duduk bersebelahan dengan fana


"belum dok ini permintaan Bu Putri agar merahasiakan ini dari fana


"tanggu tunggu ini sebenarnya ada apa sih rahasia apa? bunda sakit apa?! ahh?


"fana bunda kamu mengindab kanker otak stadium akhir


"m-maksud dokter? gak gak munkin dokter pasti salah kan?


" awalnya kk gak tau Bu Saputri itu ibu kamu dan KK sudah menanggani penyakit bunda kamu selama 1 stegah tahun kurang lebih awalnya terdapat tumor ganas di kepala bagian belakang Bu Putri dan saya sudah menyarankan agar di lakukan operasi pengangkatan tumor karna kami takut akan terjadi seperti saat ini namun di tolak oleh beliau dan ini sangat di luar dugaan tumor yang ada di kepala beliau menyebar sangat cepat hingga ke otak kami Lagi2 menyarankan agar Bu Putri mau melakukan kemoterapi tapi dia tetap menolaknya hingga kankernya menyebar sangat cepat hingga saat ini"ucap Ara menjelaskan panjang lebar


"t-tapi bunda bisa sembuh kan kak?


Ara menggelengkan kepalanya


"m-maksud KK apa?


"kita doakan saja yang terbaik buat bunda kamu yah"ucap ara yang merasa prihatin


"tolong lakuka.."ucapan Bu Rani menggantung di karenakan sesuatu berbunyi yang


entah apa itu tepat berada di hadapan ara ,


Ara pun segera bangkit dari duduknya


lalu berjalan tergesa-gesa keluar lalu berlari kecil masuk ruang IGD


"Bu apa yang terjadi kenapa kak ara berlari ke ruang bunda


"udah yah sayang kita berdoa aja yg terbaik buat bunda kamu


20 menit berlalu dan seorang perawat pun membuka pintu ruangan tersebut mempersilahkan dokter Ara keluar


"gimana gimana kak keadaan bunda "tanya fana yang merasa sangat khawatir dan mata yg sembab karna menangis sedari tadi


"fana kamu yang kuat yah maap kami sudah berusaha sebaik mungkin bunda kamu sudah pulang ke Rahmatullah


"gak gak gak munkin kk boong kan!!!"teriak fana histeris "hiks hiks "fana pun berlari masuk ke ruangan dimana bundanya berada