
Sudah seminggu kepergian bunda fana dan acara pengajian malam ini pun sudah usai ketiga sahabat fana pun ikut bantu-bantu membereskan semuanya di rumah fana begitu pun ibu Rani dan suaminya namun pak radit undur diri lebih dulu di karenakan ada keperluan mendesak yang tida bisa di wakilkan
dan saat ini setelah semuanya beres mereka pun duduk beristirahat di teras rumah fana malam yang panas tanpa dengan angin sepoi-sepoi membuat mereka yang ke gerehan pun memutus kan untuk duduk-duduk di sana
"temen-temen maksih banyak yah kalian dari awal sllu nemenin guatin bahkan bntu fana makasih bnyak yah
"fan kamu kayak ke siapa aja dah lah kitakan sahabat"ucap mira menepuk lembut bahu fana
"iya fan kamu harus sllu ingat kita bakal sllu ada buat kamu"lanjut Laras
"yup dan ingat kamu gak sendrian"ucap bara genit sembari mengedip kan sebelah matanya
"ihk apann si lu batu bara centil amat jadi laki iisssh"ucap mira jengah tida suka dengan tinkah bara
"haha cemburu bilang boss"ucap bara dengan tertawa mengejek
"ihk amit-amit deh lagian sory selera gw bukan lu "balas mira tida mau kalah
"udah-udah apaan sih kalian tuh ntr beneran saling jatuh cinta loh"ucap Laras melerai perdebatan mereka yang tida akan ada ujunya
"amit-amit"ucap mira dan bara berbaregan
"tuh kan barengan berarti fix kalian itu jodoh "Laras yang sengaja ingin menggoda keduanya
"jodoh sama dia? sama batu bara ni gak salah lu ras ?"ucap mira yang tida terima ucapan Laras
"lu pikir gw tertarik sama lu iiiii ogah"jawab bara yang merasa tida terima juga
"udah-udah jodoh atau gaknya kalian tuh urusan Allah tapi mudah-mudahan jodoh si"ucap fana ikut bicara
"gak!!"ucap mira dan bara berbaregan lagi
"tuh kan bareng lagi ciee"Laras menggoda mereka
"ihkkk paan sih lu juga gikut2 Mulu"ucap mira merasa kesal
"ini nih tante mereka berdua berantem mulu"Laras mengadu
"dia yang mulai duluan tante "mira membela diri
"enak aja lu main salah-salah in orang"bara yang tida mau kalah
"udah-udah jagan berantem nanti jodoh loh"Bu Rani yang ikut menggoda keduanya
"tuh kan kata ku juga apa" ucap laras yang senang menggoda kedua sahabat nya itu
"ihk tante "mira yang sudah jengah di goda oleh Bu Rani maupun Laras
"hehehe yaudah lanjut lagi gobrol nya Tante mau ke dalem dulu bantu-bantu mbok Siti
mbok Siti adalah istri dari mang Ujang supir keluarga pak Radit yang di pekerjaan kan beberapa hari ini untuk bantu-bantu Bu rani dan saat ini di ajak Bu rani untuk ikut serta membantu di rumah fana
"Bu "panggil fana sopan
"iya nak"ucap Bu Rani menatap fana
"Bu makasih ibu udah mau repot-repot bantu fana bahkan hampir semua nya ibu yang urus dan maafin juga fana bayak" ucapan fana yang segera di potong oleh Bu Rani
"fana sayang liat ibu"ucap Bu Rani memegang kedua pipi fana yang sudah basah oleh air mata dan mensejajarkan pandangan fana dengannya
"nak bunda mu sudah menitipkan kamu pada ibu jauh sebelum ibu mu pergi meninggalkan kita semua "ucap Bu Rani lagi
"j-jadi bener ibu udah tau penyakit ibu dari lama?
"kamu akan tau setelah kamu membaca isi surat yang bunda mu titipkan pada ibu
"surat?