
Hari ini fana bangun jam 5 pagi seperti biasanya melaksanakan ibadah subuh lalu seperti biasanya setelah mandi fana akan langsung turun ke meja makan membantu bi siti menyiapkan sarapan karena fana yang memang merasa bosan jika tidak melakukan pekerjaan apapun di rumah .
namun berbeda dengan pagi ini jam sudah menunjukkan stegah 6 pagi namun gadis itu masih belum menampakkan diri .
"Nah pass"gumanya setelah selesai memasukkan kaki kemeja putih nya kedalam rok hitam yang di kenakannya lalu merapikannya kembali serapih munkin
setelah selesai bersiap fana pun segera turun untuk sarapan bersama.
"wah wah cantik nya anak perawan mamah"seru Rani kala melihat fana berjalan menuruni anak tangga
"ihk mamah , orang mamah lebih cantik kok"jawab fana berjalan menuju meja makan dimana mamah Rani sedang sibuk mengaduk-aduk kopi untuk suaminya
"bener sayang mamah sampe pangling fana jadi kelihatan lebih dewasa sekarang"puji mamah Rani melihat fana yang terlihat lebih dewasa dengan sedikit polesan make up
"ini juga kan mamah yang ngajarin fana make up "
"nah gitu dong kalau fana make up dikit kan jadi makin cantik"
"iyaa mamah loh papah mana mah
"ada bentar lagi ju-
"hayoo pada ngomongin papah yah" seru Radit baru saja datang
"ihk papah siapa juga yang gmongin ge'er org fana cuman nanyain papah kok lama kan sayang?" seru Rani berbalik ke fana dan di jawab anggukan oleh fana
"iya deh iya oh iya ini hari pertama kamu masuk kuliah kan "tanya Radit ke fana
"iya pah
"berankat berenang papah aja yah
"iya sayang kantor papah kan se arah sama kampus fana kalau naik motor kan juga jauh"ucap Rani
"em boleh deh pah
----------
Di kampus
"mana sih nih bocah lama bat dah heran"gerutu Mira yang sedari tadi berdiri di depan gerbang menunggu kedatangan fana
"sabar mir bentar lagi juga datang" jawab laras
"hadee batu bara tuh pasti" ucap Mira jengah
"iya bara deh tuh keknya"
bara pun menghentikan motornya pas di hadapan mereka
"hallo gays pada nungguin gw yak " ucap bara percaya diri
"dih amit-amit"ucap Mira jengah
"ge'er amat orang kita lagi nungguin fana ko huuu" Laras ikut jengah dengan ucapan bara
"lah belum datang si fana kok gak bilang kan rumah baru dia se arah sama gw pasti motor tu anak mogok lagi malah jauh lagi jarak rumah dia dari kampus" ucap bara panjang lebar
"nah itu dia bar malah bentar lagi kita udah di suruh ngumpul di lapangan lagi"ucap Laras
"hey lu pada lupa yah fana sekaran anak konglomerat"ucap Laras
Saat mereka sedang sibuk mengobrol takut jika fana datang terlambat tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan pintu gerbang kampus
"pah fana pamit dulu yah assalamualaikum"ucap fana menyalimi papah Radit
"iya sayang walaikumsalam
saat fana baru saja ingin membuka pintu mobil
"eh fana tunggu sebentar nak"ucap papah Radit lupa akan sesuatu dan bergegas membuka dompetnya mengambil beberapa lembar uang dan satu kartu ATM
"ini "memberikan beberapa lembar uang tadi dan kartu ATM
"ini buat fana pah" tanya fana dan di jawab anggukan oleh papah radit
"tapi banyak banget pah"ucap fana berniat mengembalikan beberapa lembar uang tadi dan ATM yang di berikan papah Radit
"ini uang jajan untuk beberapa hari nak dan kalau habis kamu bisa ambil dari kartu ATM ini. jadi papah kasih kamu kartu ini untuk kebutuhan kampus kamu dan yang lainnya nak"ucap papah Radit mengelus kepala fana
"makasih papah"ucap fana berhambur kepelukan papah radit
"iya nak belajar yang rajin yah jadi kebanggaan papah dan mamah"ucap papah Radit membalas pelukan fana