
Sebulan Berlalu ujian akhir pun telah usai
malam ini fana tengah sibuk bantu" di rumah Bu rani majikanya,
di karenakan pak radit yang tengah mengundang rekan bisnisnya tuk makan malam di kediaman beliau,
saat ini jam sudah menunjukkan pukul 9 malam fana pun sudah selesai dengan urusannya di dapur dan tamu pak Radit pun sudah pulang sedari tadi,
"Bu fana pamit pulang dulu yah "ucap fana sopan
"apa gak sekalian ginep aja fan Uda hampir tengah malam loh ini nak" ucap Bu Rani yah melihat ke jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 : 30
"gakpp bu kasian bunda nungguin fana di rumah"
"yaudah fana pulang di anter aja yah sama mang Ujang
mang Ujang supir keluarga pak Radit
"gak usah bu fana kan bawa motor paling cuman 20 menitan dari sini lagian ini kan malam Minggu jadi pasti di jalan rame"tolak fana sopan
"oh yaudah kalau emang itu maunya fana ,hati"di jalan yah nak"
" iya bu fana pamit yah assalamualaikum
"ehk fana bentar tunggu bentar yah"ucap Bu Rani berjalan masuk ke kamar pribadinya
"fana belum pulang nak"ucap pa Radit yang baru saja keluar dari ruang kerjanya
"belum pak di suruh ibu dulu nunggu dulu"jawab fana sopan
"ini sayang"ucap Bu Rani yang sembari memberikan amplop ke pada fana
"ini gaji kamu bulan ini"sambung Bu Rani
"t-tapi bu ini kebanyakan" ucap fana merasa tidak enak
"dah gakppa itu rejeki fana sekalian buat bantu" pengobatan bundanya fana"
"iya fana itu udah jadi rejeki kamu sama bunda kamu"ucap pak Radit meyakinkan fana
" kalau gitu maksih banyak buk pak ucap fana bahagia sembari mencium punggung tangan Radit dan Rani secara bergantian " ehk maff Bu pa fana gak Uda gak sopan "ucap fana merasa tida enak karna sudah lancang menyentuh tangan kedua majikanya itu
"fana Jagan gomon gitu sayang kita udah agap fana seperti anak kami sendiri jadi fana Jagan pernah merasa sunkan nak"ucap bu rani sembari memegang kedua pundak fana
"yaudah bu pa fana pamit pulang dulu aslamualaikum
"walaikumsalam hati-hati di jalan yah fana
"iya bu
fana pun pulang dengan melajukan motornya dengan kecepatan sedang tapi saat sampai di perempatan jalan tiba-tiba saja motor fana mati
"astagfirullah mogok lagi pasti karna udah lama belum di servis-servis
"hallo maniss" ucap salah satu dari mereka
"k-kalian mau gapain"ucap fana terbata-bata
"mau gajak senang-senang dong manis
"kalian jagan macam-macam atau aku teriak
"teriak aja gak bakal ada yang dengar
tiba-tiba salah satu dari mereka memegan kedua tangan fana ke belakang
"gila bro banyak juga duit ni cewek
"jagan tolong jagan di ambil itu uang untuk berobat bunda!!!
"hahahaha
mereka pun membawa fana ke sebuah rumah kosong yang sudah lama tida di huni
"lepasiin tolong!!!! tolong!! bundaa!! hiks hiks
"udah diem luh gak usah teriak-teriak gak bakal ada yg denger
"lagian cewek jelek kayak lu mana ada yang mau nolongin
"kalian jahat!!!
" mereka pun mengikat kedua tangan dan kaki fana
" tolong jagan sakiti saya mohon sama kalian
" gak bakal di sakiti kok malah bakal di ajak senang-senang
" kalian bener-bener binatang!!!!
"apa luu bilang "salah satu dari mereka pun membuka ikat pinggang nya dan menghajar fana abis-abisan
"aw aw sakitt yah Allah apa salah ku yah Allah
"lu mau tau salah lu di mana ? ahk salah lu itu udah jelek belagu lagi"
"hahahaha
dan tiba-tiba saja pintu pun di dobrak
"oy! beraninya kok sama perempuang situ jantang atau betina kroyokan pula " ucap seseorang yang baru saja datang dengan senyum meremehkan kan
"k-kak devan" ucap fana sebelum benar-benar hilang kesadaran