
"iya nak bener apa yg mamah katakan, pikirkan baik-baik mamah dan papah akan dukung apapun keputusan kamu, atau ada universitas lain yg kamu inginkan kamu tinggal bilang sama papah, "ucap papah radit panjang lebar
fana yang mendengar ucapan kedua orang tua nya pun tersenyum bahagia melihat tingkah dari mereka yang sudah sangat terlihat jelas raut wajah kekhawatiran akan keputusan yang akan fana ambil .
"makasih yah allah telah engkau hadirkan di hidup fana orang tua yang sangat baik , mau menerima dan menyayangi fana seperti anak kandung mereka sendiri , mamah Rani dan papah radit adalah orang yang sangat baik dan fana bersyukur bisa ada di tengah-tengah mereka "guman fana dalam hati menatap mamah papah nya secara bergantian
"mah pah" seru fana menatap kedua paruh baya itu secara bergantian
"mah pah dengerin fana, saat ini fana sangat-sangat bersyukur atas apa yang fana raih hingga detik ini dan fana juga bahagia banget kalau mamah dan papah bangga sama fana itu udah lebih dari apapun , dan untuk kuliah mau di manapun kan tetap sama-sama belajar kan ,jujur mah pah fana memang seneng banget bisa dapat tawaran kuliah di universitas terbaik di dunia bahkan fana gak pernah kepikiran akan hal itu tapi fana akan lebih senang kalau fana bisa menuntut ilmu dan berada didekat mamah dan papah selalu"tutur kata fana yang sontak membuat raut wajah kedua paruh baya itu seketika berubah menatap fana dengan mata berbinar
"i-itu artinya fana akan kuliah di Indonesia kan sayang?" tanya mamah Rani yang duduk di dekat fana yang langsung menggenggam tangan fana dengan senyuman bahagia mendengar penuturan fana barusan
"yes mom" jawab fana gemas akan ekspresi wajah mamah Rani yang terlihat sangat jauh berbeda dengan tadi
"kamu yakin nak?" kini giliran papah Radit yang bertanya
"fana jika kamu mau kuliah di LA papah dan mamah tidak akan keberatan nak dan untuk keamanan kamu selama disana ,kamu tidak usah khawatir papah akan menyuruh orang kepercayaan papah untuk menjaga kamu lagipula papah sebulan sekali selalu mengunjungi negara itu untuk mengurus bisnis papah disana dan-"
"sudah-sudah papah ini loh anak udah yakin gini kok masih aja ditanya-tanya lagian mamah yakin dengan putri mamah ini mau kuliah di manapun itu dia ini akan slalu jadi kebanggaan ku"ucap mamah Rani gemas mencubit hidung fana lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang berkali-kali mencium pucuk kepalanya seolah-olah tidak ingin di tinggal jauh oleh fana
"mungkin saat ini aku egois tapi sungguh aku sangat tidak sanggup bahkan rasanya tidak tenang jika harus berada jauh dari fana ,mbk putri maafkan aku bukanya aku egois mbk tapi aku hanya takut karena saat ini aku sangat menyayangi fana lebih dari apapun"guman mamah Rani dalam hati yang masih dengan posisi memeluk tubuh mungil fana
papah radit yang menyaksikan kedekatan istri dan anaknya pun merasa sangat bahagia . bersyukur atas kebahagiaan dalam keluarga nya saat ini terlebih dengan kehadiran fana beberapa bulan ini
"heemm jadi papah dsini cmn jadi penonton nih" seru papah radit dengan berpura-pura memasang wajah masam
fana dan mamah Rani yang mendengar seruan papah Radit barusan pun hanya bisa saling menatap lalu detik berikutnya tertawa cekikikan melihat ekspresi wajah masam papah Radit yang seperti anak kecil saja menurut mereka.