True Beauty

True Beauty
Ponsel



"are you ready darling?" seru mamah Rani yang melihat fana berjalan ke arah sofa dimana dirinya duduk menunggu fana


"yes mom im Redy" seru fana bersemangat


mereka pun segera berangkat tanpa membawa supir karna mamah Rani yang meminta ingin berankat hanya berdua saja bersama fana.


mobil yang di tumpangi mereka pun melaju menuju mall terbesar yang ada di kota tersebut.


"ayo sayang " ajak mamah Rani sembari menggenggam tangan fana


"iya mah" fana yang di tarik oleh Rani pun hanya bisa menurut saja


Rani pun membawa fana memasuki salah satu cafe yang ada di mall tersebut ,dan memiliki tempat duduk dan setelah duduk salah satu waiters pun menghampiri mereka lalu mereka pun memesan minuman dan makanan ringan, sembari menunggu kedatangan teman Rani yang katanya sudah cukup lama tidak bertemu .


"hallo nit kamu udah sampai mana?" ucap Rani menlpon temannya karna tak kunjung datang juga


"......


"udah baru beberapa menit"jawab Rani kembali


"......


"ok see u" ucap Rani lalu mematikan sambungan ponselnya


12 menit berlalu dan akhirnya yang di tunggu pun datang juga,


wanita paruh baya yang masih sangat cantik dan fresh seumur dengan mamah Rani berjalan ke arah mereka sembari melambaikan tangan dan di balas lambaian pula oleh mamah ,


"heyy ran"seru Nita menghampiri meja dimana Rani yang sudah berdiri dari duduknya berniat menyambut teman baiknya sejak SMA itu


"hay nit" ucap mamah Rani kembali dan berpelukan tidak lupa pula cipika-cipiki ala emak-emak lalu mereka pun duduk di kursi masing-masing .


"em oh iya nit ini fana "ucap Rani


"sayang kenalin ini Tante Nita"ucap Rani kembali berbicara dengan fana lalu fana pun berdiri dari duduknya menyalimi Nita


" iya sayang kamu bisa panggil saya Tante Nita" ucap Nita lalu memperhatikan wajah dan senyuman gadis yang duduk di hadapan nya itu cukup kagum dengan sikap sopan santun nya terlebih Nita sudah tau betul tentang fana yang saat ini menjadi anak dari sahabat nya.


Mereka pun berbincang-bincang tapi tidak dengan fana yang lebih memilih membaca buku yang dia bawa dari rumah tadi karna fana yang memang tidak terlalu suka banyak bicara .


satu jam berlalu Nita yang memang ada acara malam ini mendampingi suaminya untuk datang ke acara rekan bisnis pun segera pamit karena mengingat saat ini jam sudah menunjukkan pukul tiga sore belum lagi dia harus ke butik langganan nya terlebih dahulu .


setelah kepergian Nita , Rani dan fana pun segera beranjak dari cafe tersebut dan saat ini mereka berdua berada di tempat dimana ponsel jenis apapun berada fana hanya bisa menatap ponsel yang berada di dalam box kaca yang ada di hadapannya mengigat teman-temannya juga memakai ponsel yang sama fana yang melihat-lihat pun melotot kan matanya sembari menelan salivanya mengetahui harga-harga yang tertera di sana


"gila² harga-harganya fantastis banget tapi tenang saja setelah kuliah beres trs lanjut kerja insyaallah deh bakal kebeli untuk saat ini ikhtiar aja dlu" ucap fana dalam hati sembari menatap ponsel yang berada di genggaman nya , ponsel yang sudah bersamanya selama tiga tahun di belikan bundanya masa itu. saat ini keadaan ponselnya itu layarnya sudah macet-macet karena saat dulu sekolah fana yang sering kehujanan saat pulang sekolah memakai motor dan terkadang lupa untuk membukusnya dengan plastik


berbeda dengan fana yang sibuk dengan pikirannya


"mas saya mau ponsel keluaran limited edition terbaru "ucap Rani terhadap karyawan yg ada di sana.


lalu karyawan pun mengeluarkan tipe ponsel terbaru dan termahal yang ada di sana sesuai yang di inginkan wanita paruh baya yg ada di hadapannya itu mengetahui jika wanita yang ada di hadapannya ini istri dari pengusaha sukses Raditya Wijaya


"ini nyonya ini keluaran terbaru dan termahal di toko kami " ucap karyawan tersebut menjelaskan


"fana sayang " kini Rani beralih menatap dan berbicara ke arah fana


"iya mah" jawab fana


" coba liat sayang lebih bagus mana gold atau biru" tanya mamah Rani menanyakan pendapat fana


"gold bagus mah lebih elegan "tutur fana menatap kedua ponsel yang di genggaman mamah Rani ponsel yang di iming-iming Kan nya


"saya ambil yang gold mas" ucap mamah Rani ke karyawan tersebut sembari menyodorkan kartu ATM miliknya


fana hanya bisa menganga mendengar penuturan mamah Rani pasalnya setahunya mamah Rani sudah memakai ponsel mahal limited edition keluaran sebelum ponsel yang dia beli.


saat ini pikiran fana yang belum tau niat mamah Rani sebenarnya membeli ponsel untuk nya