True Beauty

True Beauty
Pelukan hangat



Seminggu sudah berlalu dan pagi ini fana dan kedua orang tuanya sedang sarapan di meja makan


"fana karna hari ini papah ada meeting penting dengan klien papah di luar kota jadi sekertaris papah yang akan mengantarkan data-data lengkap kamu ke kampus baru kamu gappa kan nak?" tanya papah radit sembari menyeruput kopinya


"gapp pah, eh atau fana aja yang kesana sekalian lihat-lihat gitu kasian nanti malah ngerepotin mas Helmi lagi(sekertaris/tangan kanan papah radit) gimana boleh kan mah pah?" tanya fana menatap kedua paruh baya itu secara bergantian


"gak usah dipikirin itu udah jadi tugas dia biarin Helmi yang urus yah nak kamu di rumah aja sama mamah atau kalian jalan-jalan kemana gitu"tutur papah Radit yang tidak ingin jika fana harus pusing-pusing dengan urusan pendaftaran kuliah nya. tapi jika di bandingkan dengan mahasiswa/ mahasiswi yang lain fana memang tidak begitu repot untuk mendaftaran karna pihak kampus nya sendiri lah yang menawarkan fana untuk kuliah di universitas mereka terlebih fana yang mendapatkan beasiswa yang dia incar sejak dulu.


"iya pah" jawabnya mengiyakan ucapan papah Radit ,dan hanya bisa tersenyum manis


"iya sayang bener apa kata papah atau fana temenin mamah aja ketemu sama teman mamah gmn?" tanya mamah Rani yang paham akan ada sedikit raut wajah kecewa atas larangan suaminya terhadap gadis di hadapannya, mamah Rani yang sudah sangat hafal dengan sifat tidak enak fana


"iya mah fana mau"jawab fana menatap wanita paruh baya itu dan tersenyum manis


"nah gtu dong, yaudah papah berankat sekarang yah?" papah Radit yang sudah berdiri dari duduknya untuk bersiap-siap berangkat karna ada penerbangan keluar kota untuk urusan bisnis


"yaudah papah hati-hati yah" ucapan mamah rani sembari mencium punggung tangan suaminya dan di ikuti oleh fana


"iya pah papah hati-hati di jalan semoga lancar kerjaan papah disana" kata-kata fana membuat papah radit dan mamah Rani saling pandang dan papah radit pun membelai puncuk rambut fana


" dari kecil aku selalu penasaran bagaimana rasanya pelukan hangat dari seorang ayah dan saat ini aku paham rasanya dari kasih sayang yang papah Radit berikan untuk ku, ayah bunda yang tenang yah disana fana janji akan lebih giat lagi belajarnya supaya ayah bunda dan papah mamah slalu bangga sama fana" guman fana dalam hati yang masih berada dalam dekapan papah radit


"yaudah papah berankat yah "ucap papah Radit seraya melepas dekapannya terhadap fana


"yaudah mamah antar papah ke depan dulu ya sayang "ucap mamah Rani ke fana dan di jawab fana dengan anggukan kepala


Di depan rumah mewah mereka sudah terparkir mobil mewah yang biasa papah radit pakai untuk berangkat kerja


"loh ga di jemput Helmi pah?" tanya mamah Rani yang biasanya jika ada urusan keluar kota pasti Helmi lah yang menjemput nya kemari


"mamah lupa yah Helmi kan pagi ini papah suruh ngurus data-data fana dulu untuk keperluan kampusnya "papah radit mengingat kan istri nya


"oh iya mamah lupa"seru mamah Rani nyengir


"yaudah papah jalan yah assalamualaikum"pamit papah Radit tidak lupa mencium kening istrinya terlebih dahulu sebelum masuk ke mobilnya


"walaikumsalam hati-hati yah pah" balas mamah Rani