
Mobil pun berhenti tepat di depan rumah keluarga Wijaya .
Sebelum fana melangkah keluar dari mobil Leo
"makasih kak uda mau nganterin aku pulang"ucap fana lalu bergegas keluar tanpa menunggu jawaban dari leo.
"menarik"satu kata yang Leo ucapkan sebelum melajukan mobilnya
fana pun berjalan memasuki rumah melwati ruang tamu tujuan nya saat ini cuman satu menemui mamah Rani .
"eh anak mamah udah pulang , barusan papah nelpon ngasih tau mamah nyuruh mang Ujang jemput fana ke kampus solnnya khawatir tapi Alhamdulillah ini anaknya Uda disini"ucap mamah Rani panjang lebar yang mendapat gelengan kepala dari fana
"assalamualaikum dulu dong mah"ucap fana lalu mencium punggung tangan mamah Rani
"walaikumsalam sayang hehe maaf mamah lupa ,emm tadi di antar siapa nak "tanya mamah Rani
"mah boleh gak nanyanya nanti lagi aja solnya fana laperr"ucap fana memelas
"yah ampun sayang maaff mamah lupa , yaudah-yaudah sekarang fana makan dulu yuk mamah temenin"
---------
selesai shalat isya fana pun membuka mukenah yang dipakainya lalu melipat sajadahnya dengan rapih kemudian berjalan ke meja belajar namun baru saja duduk
Tok tok tok
"iya masuk aja pintunya gak di kunci kok"sahut fana
"sayang ini mamah"ucap mamah Rani berjalan ke arah kasur fana lalu duduk disana
"sini sayang duduk dekat mamah"ucapnya lagi
"iya mamah"ucap fana beranjak lalu duduk di dekat mamah Rani
"jadi siapa yang nganter fana pulang tadi ?"tanya mamah Rani seraya mengelus rambut fana
"emm itu mah senior fana di kampus namanya kak Leo"ucap fana gugup
"sayang gak usah gugup gitu ihk sekarang kan fana udah dewasa jadi wajar kalau fana punya atau dekat sama cowok nak"ucap mamah Rani memegang tangan fana
"tapi kak Leo itu cuman senior fana di kampus mah gak lebih kok "fana pun menceritakan semua kejadian yang dia alami di kampus hari ini, mamah Rani pun dengan sabar mendengarkan semua cerita fana
"emm padahal baru hari pertama kuliah anak mamah yang cantik ini udah ada aja yang naksir "ucap Rani menggoda fana
"tapi kan sama aja sayang kalau ga naksir mana mau dia bela-belain nganterin fana pulang iya ga
"mamah ihk
"iya-iya deh papah sama mamah aja dulu ketemu pas kuliah......"mamah Rani pun menceritakan bagaimana awal pertemuan nya dengan papah Radit hingga fana tertidur pulas dengan posisi memeluk pinggang mamah Rani,
mamah Rani pun mengusap lembut kepala fana lalu melepaskan pelukan fana kemudian dengan pelan-pelan bergeser turun dari ranjang fana
mamah Rani pun menarik selimut menutupi seluruh tubuh fana hingga keleher kemudian mengecup kening fana
"tidur yang nyenyak anak cantiku mimpi yang indah yah sayang"ucapnya lirih .
lalu mematikan lampu kamar menghidupkan lampu tidur kemudian keluar meninggalkan fana yang tertidur pulas
Berbeda dengan laki-laki tampan yang saat ini masih sibuk berkutat dengan laptop di hadapannya
Tok tok tok
"iya siapa?
"ini bunda nak
"iya bun masuk aja gak di kunci
"belum tidur nak?" ucap bunda arin di ambang pintu kemudian berjalan ke meja belajar dimana Leo berada membawa nampan berisi segelas susu dan segelas air putih
"belum bun nih nyelesain ini dulu"ucap Leo tanpa mengalihkan pandangannya
"Leo ingat kesehatan kamu nak bunda gak mau leo-
"bunda leo gakppa kok nih buktinya Leo segar bugar gini kok"ucap Leo berdiri lalu memperlihatkan otot-otot nya layaknya orang sehat pada umumnya
"iya sayang tapi bunda cuman ga mau kalau harus-"ucap bunda Arin tidak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi dan air mata pun lolos dipipi cantik nya begitu saja Leo pun segera memeluk dan menenangkan bunda arin
setelah benar-benar tenang Leo pun mengantar bunda Arin untuk beristirahat di kamar nya lalu kembali ke kamar nya sendiri menyelesaikan tugas yang sempat terunda tadi,
pukul 12 malam tugas Leo pun selesai sebelum tidur dia meminum beberapa butir obat terlebih dahulu tak lupa juga menghabiskan susu yang di bawa bunda Arin untuk nya tadi.
dia pun segera membaringkan tubuh nya dan memejamkan mata namun leo teringat akan gadis cantik yang di antar pulang oleh nya tadi sore
" SAFANA NASYA WIJAYA menarik "gumanya sebelum benar-benar terlelap