
Untuk putriku SAFANA NASYA
Teruntuk putriku fana jika surat ini sudah berada di tangan kamu nak,,,itu artinya bunda sudah pergi.
sudah jagan sedih terus nanti cantiknya anak bunda hilang lagi heheh,,,
Nak maafin bunda gak bisa nemenin fana di saat-saat remaja fana masa-masa dimana fana sangat membutuhkan sosok seorang ibu ,,
Yang harus fana tau bunda telah mengidap kanker otak yang bunda baru sadari saat sudah menginjak stadium 3 saat itu ibu Rani sudah menawarkan ingin membantu biaya pengobatan bunda tapi kemungkinan untuk sembuh sangat tipis
jadi bunda pikir akan lebih jika waktu bunda yang tersisa bunda abiskan saja bersama putri semata wayang bunda ,nak maafkan bunda jika beberapa tahun terakhir ini bunda sangat-sangat merepotkan fana ,,
Fana bu Rani dan pa Radit adalah orang yang sangat baik beliau sudah banyak membantu kita selama ini dan bunda titipkan fana di keluarga pa Radit ,,
bunda tidak mempunyai kerabat lain selain beliau jadi bunda harap kamu bisa mengangap beliau sebagai keluarga kamu sendiri,
Jaga diri baik-baik nak bunda sudah titipkan sedikit tabungan bunda dan kalung liontin pemberian ayah mu bunda titipkan di Bu Rani bunda harap tabungan yang bunda kumpul kan itu dapat bermanfaat bagi fana di kemudian hari dan jaga baik-baik kalung pemberian ayahmu itu yah nak,,
Bunda sayang fana dan akan selalu
Dari bunda SAPUTRI
Setalah Membaca surat dari bunda Putri fana pun menangis sejadi-jadinya di pelukan Bu Rani,,
Setelah fana di rasa cukup tenang Bu Rani pun memberikan titipan bunda Putri kepada fana berupa sebuah kartu tabungan degan jumlah yang cukup lumayan degan kalung liontin sesuai isi pada surat yang ditulis bunda Putri ,
"Bu" ucap fana terhadap Bu rani
" iya nak ada apa ?
"fana mau ngucapin makasi sama ibu uda banyak banget bantuin bunda semasa hidupnya dan juga fana" fana berkata sembari menunduk tida berani menatap Bu Rani,
"nak "ucap Bu Rani sembari mengangkat dagu fana agar menatapnya
"yang pertama ibu sudah menganggap mbk putri itu keluarga ibu sendiri yang kedua mbk putri itu adalah orang yang sangat baik dan sangat jujur yang ke tiga panggill ibu sekarang mamah,, ucap Bu Rani menekankan kata mamah agar fana bisa mengikutinya
"nah gitu dong anak manis " ucap Bu Rani memeluk erat tubuh mungil fana
"beban hidup mu sudah sangat berat nah mulai saat ini mamah berjanji akan membahagiakan kamu sama seperti pesan mbk putri terhadap ku
"mbk putri ku harap mbk sudah tenang di sana aku berjanji akan menjaga putrimu seperti putri kandung ku sendiri"ucap Bu Rani dalam hati
"yaudah skarang istirahat gih sana tu temen-temen kamu yang lain uda pada tidur besok mamah bantu packing barang-barang fana kita pindah ke rumah mamah sama papah yah nak"kata Bu Rani melepaskan pelukan mereka dan mengelus pucuk kepala fana dengan sangat lembut
"besok mah??
"iya sayang fana maukan pulang sama mamah jadi anak mamah sama papah seperti yang bunda Putri bilang??
"tapi apa mamah mau punya anak kayak aku yang je-"
"usss kan mamah yang nanya kok malah balik nanya"
"mau mah
"beneran mau??
"iya mamah he"
mereka pun kembali berpelukan melupakan kesedihan fana yang baru-baru ini di tinggal oleh bunda Putri.
Hay Gays🌼
Sorry bat setelah beberapa bulan baru bisa lanjutin cerita ini lagi solnnya kemarin sempat down ada masalh pribadi gitu deh hehehe
Uda sempat lupa juga sih sama nama-nama karakter dari cerita ini tapi insyaallah bakal aku usahain deh ngasih yang terbaik buat kalian ok
love you somuch🤭