
Halo teman-teman nama ku SAFANA NASYA saat ini umurku 17 tahun dan minggu depan aku akan menghadapi ujian akhir sekolah yah saat ini aku sekolah di salah satu sekolah kalangan atas dan elit aku bisa sekolah disini tentunya hanya karna beasiswa tanpa itu aku tida akan pernah bisa sekolah disini tentunya,
saat ini aku hidup dengan bunda ku ,
bunda Putri yang bekerja sebagai art (asisten rumah tangga)
meskipun begitu tapi aku tida pernah malu mempunyai bunda sepertinya bagiku pekerjaan bunda ku adalah pekerjaan yang mulia,
tapi saat ini sudah satu Minggu bunda sakit dan tida bisa untuk datang ke rumah majikanya alhasil aku harus menggantikan bunda bekerja saat pukul 5 pagi aku sudah harus berankat ke rumah majikan bunda untuk menyiapkan kan sarapan pagi dan saat pulang sekolah aku harus kembali lagi ke rumah majikan bunda untuk bersih-bersih hingga majikan bunda sudah makan malam barulah aku pulang ke rumah untung lah saat ini aku punya motor matic yang di belikan bunda saat aku akan masuk SMA karna mengigat jarak sekolah yang lumayan jauh dari rumah memang motor pemberian bunda adalah motor bekas tapi aku tetap bersyukur karna aku tahu bunda membelikan ku motor dengan menabung cukup lama.
Tapi kehidupan di sekolah tentu saja berbeda selama 2 tahun aku sekolah di sana ,aku banyak mendapatkan bullyan tida sampai di situ bahkan tida segan-segan di antara mereka menghina wajah ku yang di tumbuhi jerawat yah memang ku akui wajahku yang tida pernah aku oles kan apapun Jagan kan untuk merawat untuk mendapatkan uang jajan sehari-hari saja aku sudah sangat bersyukur .,
Sebanrya dari awal aku masuk sekolah aku sudah di bully karna mereka melihat dari pakaian ku yang berbeda jauh dari mereka ,
saat itu wajahku masih belum di tumbuhi jerawat tapi semenjak bunda ku sakit-sakitan dan saat itu aku kadang hanya tidur selama 4 jam dalam semalam karna harus mengantikan pekerjaan bunda setelah itu harus belajar lalu merawat bunda jujur aku tida pernah merasa terbebani degan semua itu karna aku sadar perjuangan bunda lebih besar dari yang saat ini aku lakukan,
dan saat itu lah mulai tumbuh jerawat satu persatu di muka ku hingga saat ini jerawatku sudah tida terhitung jumlahnya,
Pagi ini pekerjaan di rumah majikan bunda sudah selesai dan aku hendak berpamitan dengan majikan ibu .
"tuan nyonya fana pamit ke sekolah dulu,ucap fana
"fana sudah berapa kali ibu bilang jagan pernah panggil kami degan panggilan itu panggil saja ibu dan bapa nak"ucap ibu Rani ke fana
"baik Bu pak maapkan fana"ucap fana sopan
"fana pamit dulu assalamualaikum "ucap fana hendak pergi namun
"iya pak"ucap fana membalikkan badannya
"ini"ucap pak Radit memberikan selembar uang 50 ribu ke fana
"tida usah pak fana sudah membawa bekal dari sini"tolak fana sopan
namun ibu Rani berdiri dari dudukna menghampiri fana
"sudah nak bawa saja ini rejeki fana"ucap Bu Rani sembari memasukkan uang itu ke saku baju fana
"tapi Bu"ucap fana lagi
"sudah sudah sana berankat nanti telat loh"ucap Bu Rani lagi
"yah sudah Bu fana pamit dulu aslamualaikum sekali lagi terimakasih banyak pak Bu"ucap fana sembari mincium punggung tangan majikanya
"walaikumsalam "ucap Bu Rani dan pak Radit
itu lah kisah ku saat di luar sekolah bertemu dengan orang-orang baik,
tapi berbeda cerita ketika aku berada di sekolah tapi demi bunda aku harus kuat meskipun terkadang sulit tapi harus bisa.semangat fana💪
kisahku akan dimulai😊