True Beauty

True Beauty
Jerawat



"udah ga usah liatin gua gitu, nanti naksir gak tanggung jawab gue"ucap Leo yang tau jika fana memperhatikan nya sedari tadi


"ihk apaan sih lagian kak Leo kok mau sih nemenin aku disini ,trs gak pegel apa dari tadi berdiri "jawab fana yang merasa aneh dengan sikap Leo


"jemputan lo lama juga yah"ucap Leo sembari melihat jam di tangannya kemudian kembali sibuk dengan ponselnya dengan masih berdiri bersandar di tiang di halte tersebut


"bukanya jawab malah balik nanya aneh"guman fana dengan kesalnya Leo yang mendengar umpatan fana pun hanya menggeleng lalu tersenyum ke arah lain


teett teett


"nah itu papah "seru fana beranjak dari duduknya


"maaf nak papah lama yah"ucap papah Radit keluar dari mobil


" lumayan pah tapi gpp fana ngerti kok"


"hehe kamu ini" ucap papah radit mengacak rambut fana lalu setelah nya pandangannya beralih pada Leo yang sedari tadi memperhatikan kedekatan mereka


Leo yang sudah peka dengan keadaan pun segera memperkenalkan diri


"kenalin om saya Leo senior nya fana"ucap Leo sopan


"oh iya kenalkan saya Radit papah nya fana"ucap papah Radit sembari menerima uluran tangan Leo


"kak Leo ini yang nemenin fana nungguin papah disini"ucap fana


"oyah kalau gitu makasih yah nak Leo udah mau nemenin anak om"ucap papah radit


"sama-sama om kebetulan saya juga lagi nungguin temen saya yang masih ada urusan di dalam"ucap Leo menunjuk arah kampus


"nak Leo apa sedang sakit?"tanya papa radit yang melihat wajah pucat Leo bak orang sakit fana yang sedari tadi tidak terlalu memperhatikan bagian wajah Leo pun kembali menatap Leo dengan seksama dan yah benar saja Leo tampak sangat pucat tidak seperti biasanya


"ah tidak om perasaan om saja saya sehat bahkan sangat sehat"


ucap Leo santai papah radit pun mengangguk


"kalau begitu saya duluan om, fan temen saya ngabarin katanya udah nungguin di parkiran kampus"ucap Leo lagi kemudian berlalu pergi , begitu pun dengan fana dan papah radit segera pergi meninggalkan halte


"8 bulan lagi setelah itu gue pasrah"gumanya memejamkan matanya dan setelah di rasa hidungnya sudah tidak mengeluarkan darah dia pun segera membersihkan hidung nya dengan tisu lalu melajukan mobilnya ke luar dari area parkiran kampus


 


Sebulan berlalu hari ini adalah hari terakhir OSPEK di kampus,


seperti biasa fana bangun lebih pagi ibadah subuh lalu bersiap untuk sarapan bersama dia pun berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan


"pagi mamah


"pagi sayang "ucap mamah Rani tanpa menatap fana karena sibuk mengaduk kopi lalu menuang susu untuk fana


"papah mana mah"ucap fana


" oh papah ke ruang kerjanya dulu sayang"ucap mamah Rani di jawab anggukan oleh fana


"nih susunya sayang"ucap mamah Rani menyodorkan segelas susu lalu beralih menatap fana


"makasih mah"jawab fana


"loh nak itu jerawat fana kok jadi meradang besar-besar gitu sayang "ucap mamah Rani beranjak dari duduknya menghampiri fana


"iya nih mah akhir-akhir ini tu fana lagi banyak tugas kampus jadinya sering begadang blm lagi aktivitas di kampus banyakan di luar ruangan kan mamah juga tau akhir-akhir ini fana pulangnya magrib trs bahkan kadang menjelang isya"jawab fana


"iya sayang tapi ini harus di obatin yah"ucap mamah Rani sembari mengelus pipi fana yang di tumbuhi oleh jerawat besar dan meradang


"siap deh mah tapi nunggu weekend yah"ucap fana


"iya deh iya yauda abisin cepetan sarapan nya mamah mau liat papah dulu" ucap mamah Rani yang di jawab acungan jempol oleh fana


fana pun termenung mengigat memang akhir-akhir ini di kampus banyak mendapat tatapan seakan-akan mereka jijik terhadap fana dan banyak nya pertanyaan-pertanyaan seolah-olah mengejek, tapi fana tak pernah ambil hati karna semasa sekolah sudah biasa mendapat perlakuan demikian tapi beruntung fana mempunyai hati sekuat baja juga para sahabat yang selalu membela nya mati-matian terlebih lagi fana dan Leo semakin sering berinteraksi membuat para ciwi-ciwi di kampusnya tidak suka pada fana yang terkesan caper padahal tidak tau saja mereka jika yang pengen mepet-mepet terus kan si Leo😁


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹