
Fana pun berdiri di depan pintu ruangan IGD menyaksikan tubuh bundanya di tutup kain oleh perawat fana yang memang tubuhnya masih lemah oleh kejadian tempo hari pun pinsang di depan pintu ruangan itu ,
""ini benbunda"panggil fana pada bundanyaeran bunda kan?"tanya fana dengan mata berbinar"berhambur kepelukan bundanya
"sayang anak bunda"ucap Bu Putri menyambut pelukan putri kesayangannya
"bunda Jagan tinggalin fana"ucap fana dipelukan bundanya
"sayang bunda harus pergi"ucap Bu Putri melepaskan pelukan fana
"gak! gak! bunda gak boleh ninggalin fana!
"bunda
"bunda!!
"fana fana sayang "ucap bu rani yang sedari tadi menuggu fana sadar
fana pun terbangun
"Bu tadi fana mimpi kalau bunda hiks hiks "ucap fana yang tida sanggup melanjutkan kata-katanya dan menangis
"fana yang sabar yah sayang biar bagaimanapun ini udah menjadi takdir dari Allah sayang"ucap Bu Rani memeluk fana lembut
"m-maksud ibu bunda fana? gak gak gak mungkin ini gak mungkin hiks hiks"fana yang menagis sejadi-jadinya di pelukan Bu rani
Di Kediaman fana
"Bundaa hiks hiks kenapa bunda pergi secepat ini hiks hiks Sekaran fana sendirian bunda hiks hiks"tangis fana yang memeluk tubuh dinginkaku bunda ya
"fan kamu yang sabar yah "ucap mira sahabat fana
"iya fan yang sabar lagian bunda kamu pasti saat ini udah tenang di sisinya dan yang paling penting bunda Putri udah gak gerasa sakit lagi"ucap Laras yang datang menemani fana juga
" iya makasih yah kalian udah ada disini nemenin fana "
"kita bakal slalu ada buat kamu fan"ucap bara yang baru saja datang dan duduk di antara mereka
Di pemakaman
"Bunda "ucap fana lembut sembari mengelus nisan ibunya
"bunda maffin fana slama ini fana gak tau sakitnya bunda hiks hiks"tangis fana
"bunda yang tenang yah dan yang paling penting skran bunda udah gak sakit lagi "ucapnya lagi
"fan ayo pulang"ucap Bu Rani mengajak fana untuk pulang
"iya fan udah sore ni dan bentar lagi munkin akan turung hujan"ucap bara membujuk fana
"iya nak ayo kita pulang"ucap pak Radit
"ayo fan"ajak Laras
dan setelah bujukan yang cukup lama akhirnya fana mau pulang karna memang di sana tinggal pak Radit Bu Rani dan ketiga sahabat fana yang masih setia menunggu dan membujuk fana agar mau pulang
dan malam ini fana di rumah nya sedang ada pengajian untuk kepergian Bu Putri, dan setelah semua nya selesai
"fan kita genep temenin kamu disini yah?ucap Laras
"iya fan boleh yah"ucap Laras lagi
dan malam ini pun fana di rumah di temani kedua sahabat dan Bu Rani yang memaksa untuk menginap menemani fana Sebenarnya bara sudah memaksa untuk menginap meskipun hanya tidur di sofa saja tapi penolakan dari fana akhirnya bara pun pulang.
pukul 1:30 malam fana masih belum bisa tidur dan memutuskan untuk melaksanakan shalat sepertiga malam
"yah allah fana mohon yah Allah Lapanka kubur bunda berikan lah bunda tempat paling indah disisi mu yah allah dan hamba mohon yah allah berikan lah syurga mu yah indah untuk bunda amin yarobbal alamin"doa fana untuk bundanya
Bu Rani yang baru saja terbagun hendak ke kamar mandi melewati kamar fana pun mendengar doa-doa fana barusan pun tanpa sadar meneteskan air mata
"fana sungguh menyedihkannya kamu nak"guman Bu Rani dalam hati
"tapi ibu janji akan membahagiakan kamu sesuai janji ibu pada bunda kamu nak walau bagaimanapun bunda kamu sudah menitipkan kamu pada ibu"