True Beauty

True Beauty
Pilu



Enam bulan berlalu fana sudah melewati satu semester hari demi hari pun di lewati nya sebagai mahasiswi teladan yang sudah tidak di ragukan lagi ,


begitu pun hubungan fana dengan Leo yang semakin dekat bak orang pacaran yang kmn² selalu terlihat bersama hanya saja belum ada ungkapan perasaan di antara mereka beda pemikiran dengan org² kampus yg sudah memastikan jika mereka sudah jadian semenjak hari terakhir OSPEK enam bulan lalu .


seperti biasa fana bangun lebih awal melakukan ibadah subuh bersiap untuk ke kampus setelah smua sudah rapih fana pun bergegas mengambil tas yang di taruh di meja belajar nya namun ponsel nya berdering pertanda ada panggillan masuk.


saat melihat siapa yang menghubungi nya fana pun tersenyum lalu menggeser tombol hijau


"assalamualaikum cantik


"walaikumsalam kk


" udah siap?


"udah dong


"yaudah bntr lagi aku jemput kermh skarang sarapan dulu sana


"eh ga usah jemput kesini kak aku ikut papah aja gpp


"ga ada penolakan buruan sarapan sana!!"


Tut Tut Tut


"iss gini amat sih kak Leo org belum selesai juga maen matiin aja dasarr!!"gerutu fana lalu tersenyum bahagia mengingat perlakuan leo terhadap nya.


"assalamualaikum Om Tante" ucap Leo kemudian menyalami kedua orang tua fana


"walaikumsalam"ucap mereka


"saya kesini mau-


"berankat bareng kan?"seru mamah Rani memotong ucapan Leo


"he iya Tante"ucap Leo nyengir kuda


"yaudah sana hati-hati yah jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya"ucap mamah Rani


"yaudah mah pah" fana berankat dulu"pamit fana kemudian mencium punggung tangan kedua orang tua nya


mereka pun segera masuk ke mobil begitu pun dengan papah Radit yang harus berangkat ke kantor .


"kak"ucap fana


"hmm"jawab Leo dengan pandangan fokus nyetir


"emm "ucap fana ragu


Leo pun melirik ke arah fana kemudian menepikan mobilnya


"loh kok-


"usss udah coba sekarang mau ngomong apa tadi um?"ucap leo lembut mengelus rambut fana


"Kak sebenarnya kak Rossa itu-


"itu lagi? ,kan udah aku bilang Rossa itu sahabat aku dari SMP dia bisa deket sama bunda itu karna kita tetangga lagian aku ga ada perasaan sama dia


"tapi kan bisa aja KK suka sama kak Rossa


"kalau seandainya aku mau udah dari jaman aku SMA atau ga awal kuliah na percaya sama aku


"bagaimana aku bisa percaya sedangkan perasaan KK ke aku aja aku ga tau gimana"ucap fana kemudian menatap ke arah lain


"andai kamu tau bahwa kamu sudah membuat aku jatuh hati di awal kita bertemu tapi apa boleh buat aku tidak mau mengikat mu dalan suatu hubungan yang nantinya akan menyakiti mu"guman Leo dalam hati kemudian melakukan kembali mobilnya tanpa menjawab ucapan fana


"aku duluan"ucap fana keluar dari mobil


"aaagggggh shit!!"kesal Leo memukul stir mobilnya tidak lama darah segar pun menetes dari hidung nya namun kali ini badan Leo pun ikut lemas dia pun tersenyum pilu


"yg kyk gini yg gua gak ingin na gua gak mau bikin loh khawatir gua gak mau jadi beban pikiran loh "guman Leo menitihkan air mata dengan darah yang terus mengalir di hidung nya dia pun susah payah meraih ponselnya menghubungi seseorang untuk meminta bantuan