True Beauty

True Beauty
Khawatir



setelah melakukan pembayaran mereka pun berjalan keluar dari toko tersebut ,Rani berniat mengajak fana untuk belanja beberapa setel baju untuk fana mengingat beberapa Minggu lagi fana akan menjadi mahasiswa baru namun saat baru ingin memasuki salah satu toko dengan merek ternama di mall itu .


Rani yang berjalan lebih dulu sembari menggenggam pergelangan tangan fana pun seketika menghentikan langkahnya saat tangan yang ia genggam tiba-tiba saja diam di tempat ,


"kamu kenapa sayang" ucap Rani panik melihat fana yang saat ini memegang perutnya dengan keringat bercucuran di keningnya


"perut fana keram mah"jawab fana dengan raut wajah menahan sakit


"kamu mestruasi kah nak" tanya Rani kembali dan di jawab anggukan oleh fana


Rani tidak lagi bertanya dan lebih memilih untuk meminta bantuan kepada karyawan toko yang ada di sana untuk membantu memapa fana masuk ke dalam toko tersebut untuk duduk istirahat sembari menghubungi supir rumah untuk menjemput dan mengantar mereka ke rumah sakit.


"gimana nak masih sakit"tanya Rani mengelus rambut fana yang terbaring di sofa ruangan istirahat para karyawan di toko itu


"Uda mending kok mah"jawab mana dengan memberikan senyum manis ke Rani


"kok fana ga bilang mamah kalau lagi mestruasi tau gitu kan kita ga usah jalan sayang biar Tante Nita aja yang ke rumah niat mamah dari awal juga cuma pen ngajak fana jalan-jalan supaya ga bosen apalagi bentar lagi fana bakal disibukkan belajar lagi" tutur kata Rani yang masih setia mengelus rambut fana yang terlihat sangat khawatir pasalnya dia sudah tau dari sejak fana masih bekerja di rumah nya jika fana saat menstruasi akan merasakan keram yang sangat sakit di bagian perut nya juga darah yang keluar lebih banyak itu akan terjadi saat hari kedua menstruasi hingga hari ke 4 atau ke lima .


mendengar kata-kata mamah Rani barusan membuat hatinya tersentuh dia merasa bahwa dirinya tidak pernah kehilangan sosok kasih sayang dari seorang ibu sejak kepergian bunda Putri mungkin rasanya memang jauh berbeda dengan ibu kandung sendiri tapi melihat ketulusan hati mamah Rani membuatnya merasa bahwa dirinya memang beruntung di titipkan di di tengah-tengah keluarga mamah Rani dan papah Radit mereka yang sangat baik bahkan menurut fana mereka itu berhati berlian.


tok tok tok


"masuk aja ga di kunci kok" jawab fana yang tengah sibuk membuka tirai jendela kamarnya lalu membuka jendela agar udara pagi masuk ke kamar


"loh fana ngapain disitu katanya lagi sakit lah ini kok" gerutu mamah Rani menghampiri fana dan membawa nya duduk di atas kasur.


mamah Rani yang merasa khawatir dengan kondisi fana yang saat datang masa mestruasi nya pasti akan gedrop begini dan fana akan terlihat pucat dengan mata celong


"mah fana udah gpp perut fana juga udah ga sakit" jelas fana yang merasa tidak enak karna setiap bulannya dirinya selalu saja begini


"mana orang masih pucat gini kok, em yaudah sekarang fana sarapan dulu baru minum obat lalu istirahat jagan ngapain-ngapain dulu kalau perlu seswatu panggil mama aja atau mbok Siti" seru mamah Rani


"siap ibu negara" jawab fana sembari memberi hormat


dan langsung mendapat kan cubitan gemas di hidung nya