True Beauty

True Beauty
Kasian



jadi gini ceritanya


#flashback on#


*saat itu devan yang akan pulang ke rumah


melintasi perempat jalan di mana motor


fana mogok dan saat itu sekilas devan


melihat seseorang tengah di seret dengan


sangat kasar ke arah rumah kosong devan


yang kebetulan lewat pun menghentikan


mobilnya dan dengan segera turun dari


mobilnya lalu mengikuti mereka dari arah belakang ,


lalu ketiga preman tersebut mengunci pintu


rumah kosong itu dari belakang,


awalnya devan sempat berfikir untuk mengurunkan niatnya untuk ikut campur urusan orang tapi


saat devan belum jauh dari pintu rumah itu seseorang itu pun berteriak minta tolong


dan saat orang itu berteriak


"tolong bundaa!!


"fana"


Devan lansung mengenali suara fana


dan yah benar saja itu memang fana ,


devan pun tida menyia-nyiakan waktu


dan segera mendobrak pintu rumah


kosong itu dan menolong fana


# flashback off*#


"yah allah dek jadi gitu ceritanya untung aja kamu cepet nolongin kalau gak kakak gak tau lagi apa yang bakal terjadi sama dia dan pastinya penyesalan seumur hidup pasti akan sllu menghantuinya "ucap Ara merasa prihatin pada fana


"dulu semasa gw sekolah dia sering di bully sama siswi-siswi lain juga " ucap Devan mengigat masa-masa dulu saat dia masih sekolah dan satu sekolah dengan fana


" oh jadi dia adek kelas lu dulu van? trus tadi dia namanya siapa? f-fa


"fana kak , iya gw kls 12 dia baru masuk


"munkin siswa-siswa nya pada kurang kerjaan


"emang guru-guru di sekolah lu pada gapain ke sekolah kalau muridnya ada yang di bully abis-abisan mereka pada kagak geh heran gw"ucap Ara yang merasa kesal


" udah udah gak bahas soal itu "ucap devan yang tida ingin memperpanjang ocehan kakaknya itu karna Devan kenal betul bagaimana kakaknya


"kak gw titip tu cewe ke lu yah"lanjut Devan


"boleh sih besok kakak gak ada jadwal kan weekend tapi lu mau kemana van? trs knp fana di titipinya ke kakak?


" pokonya ni cewe gw serahin ma lu kak dan gw minta rahasiain kalau gw yang uda nolongin dia,


"yaudah kalau itu emang mau lu tapi skaran gw harus cabut dulu besok pagi-pagi gw ke sini sebelum dia bangun soalnya takut bokap gw nungguin


"yaudah hati-hati lu kak ehk itu fana udah lu atur semua kan?


"udah semua aman ,yauda kakak pamit dulu oh iya Jagan lupa di jagain takut nanti selang infus di tangannya lepas kalau dia tidurnya banyak gerak


"iya


"iya iya, ingat loh yah yaudah aslamualaikum


"walaikumsalam


setelah ara pulang Devan pun bergegas ke kamar untuk melihat keadaan fana ,dia pun bergegas menarik kursi yang ada di dalam kamarnya ke samping kasur di mana fana terbaring ,


baru saja Devan duduk di kursi itu ponselnya pun berdering


"hallo bro"ucap di seberang sana yang tida lain adalah Reza


"gimana?


"beres bro


eh gimana keadaan sifana skran udah sadar tu anak?


"thanks za


belum za tapi tadi ka ara Uda cek keadaan dia


"oh gitu yaudah bro gw matiin dlu telponya


" ok za skali lagi thanks yah za


" ok bro


setelah sambungan teleponnya terputus devan pun memperhatikan fana yang sedang teridur pulas ,


"kasihan kamu fan