
Saat ini mobil yang di tumpangi oleh Bu Rani dan fana sudah memasuki pekarangan rumah mewah milik majikan fana yang saat ini akan menjadi orang tua sambung fana atau orang tua ankat fana
"Eh mau kemana?" tanya Bu Rani yang melihat fana hendak berjalan ke arah belakang
"Mau naro baju-baju fana bu di kamar belakang atau ibu perlu seswatu biar fana ambilkan" ucap fana polos
Bu Rani pun langsung menggelengkan kepala mendengar ucapan fana barusan
"fana sini duduk dekat ibu" Bu Rani yang sudah duduk di sofa ruang tengah
fana pun langsung duduk menuruti permintaan Bu Rani
"Fana sayang ibu boleh tanya?" dan di jawab anggukan kepala oleh fana
"Fana masih ingat gak ibu semalam bilang apa ke fana"
"ingat Bu" jawab fana seraya menundukkan kepala
"lalu kenapa fana manggilnya masih ibu bukan mamah sayang?" tanya Bu Rani lembut nan hati-hati
"maafin fana bu eh mamah" fana merasa cukup bersalah
"iya sayang mamah paham fana juga perlu menyesuaikan diri fana,dan satu lagi mulai sekarang kamar fana bukan di belakang lagi tapi kamar fana di atas karna fana sekarang adalah putri mamah "ucap Bu Rani sembari mencubit lembut hidung mancung fana
"t-tapi mah apa ga terlalu berlebihan? "fana merasa tida enak
"enggak sayang mulai sekarang fana harus mulai bisa menyesuaikan diri yah nak
"baik Bu eh mamah
"eh mulai sekarang ngomong nya harus di biasakan jagan formal gitu dong sayang
"hehe iya mamah"
Sebulan berlalu
Hari pelulusan pun tiba
"Gimana nin anak ku uda selesai?"tanya Rani kepada MUA langganan keluarga nya yang dia undang pagi ini untuk datang men make over fana
di hari pelulusan nya sebagai siswa SMA
"Uda ran uda siap cantik banget si fana padahal cuman di poles dikit aja " ucap Ninda yg mendandani fana sekaligus sahabat Rani dari SMA
"iya-iya yaudah ran aku pamit yah ada job pagi aku ,ini aja kayak nya bakal sedikit telat aku"
"sorry yah nin aku ngerepotin kamu pagi-pagi
"Uda deh ran kayak ke siapa aja ,lagian kayak aku ga pernah ngerepotin kamu aja, Uda ahk aku pergi dulu yah
"yaudah iya hati-hati di jalan yah nin"ucap Rani sembari berjalan ke teras mengantarkan Ninda sahabat nya sampai ke mobil yang sudah terparkir menunggu nya yang di kemudikan oleh supir pribadi nya
"semoga lancar yah ran acarnya
"iya nin kamu juga hati-hati di jalan yah semangat ngejobnya"Rani memberikan semangat kepada sahabatnya
"iya-iya ran, yaudah assalamualaikum
"walaikumsalam
setelah mobil yang membawa Ninda Sabahat nya sudah tak hilang dari pandangan nya mamah Rani pun bergegas masuk ke dalam untuk bersiap-siap,
baru saja melewati pintu masuk ,
"Mah "ucap fana yang sudah berada di ujung tangga
"Massyaallah cantiknya" puji mamah Rani melihat fana yang berubah menjadi sangat cantik dan anggun memakai kebaya berwarna biru mint model tunik terlihat sangat cocok di kulit fana yang agak ke kuning lansat dan dengan sanggul berpadu make up tipis masih memperlihatkan sisi natural fana membuat fana terlihat sangat manis
"Mamah juga lebih cantik" fana memuji kecantikan mamah Rani yang memang di usianya yang sudah menginjak 38 masih terlihat sangat cantik fresh dan awet muda hanya saja di balik semua itu mamah Rani tida seberuntung perempuan lain dulu semasa kehamilan pertamanya dia harus kehilangan bayi yang dia kandung dan juga rahimnya di karenakan penyakit yang dia idap sejak masih gadis hingga saat ini mamah Rani dan papah radit tida dapat memiliki anak kandung atau keturunan,,
....
Di mobil saat perjalanan menuju gedung sekolah
"uffff" fana menghela nafas pelang dan ternyata di dengar oleh mamah Rani yang duduk di samping fana
"kenapa sayang?
"fana gugup mah
"Ga usa gugup nak mamah akan slalu ada untuk fana yah sayang" mamah Rani mengelus pundak fana lembut
" iya makasih mah " ucap fana berhambur ke pelukan mamah Rani
"ingat sayang biasakan diri kamu sebagai putri dari Raditya Wijaya "