The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
kerinduan berakhir dengan ciuman yang mengairahkan



Hanna pun yang sedang di make up seperti pengantin dengan gaun dari butik ini, saat selesai liling pun datang melihatnya. "apa ini kamu fang?, cantik sekali! " kata liling, sambil memandang hanna.


"jika bukan aku terus siapa kak? "kata hanna, dengan senyum lebar di wajahnya.


Tiba-tiba salah satu kru fotografer itu memanggil hanna. " apa sudah selesai? "kata kru itu.


" iya"jawab hanna.


"jika longwei lihat kamu kayak gini dia langsung datang kemari untuk menikah dengan mu" kata liling, dengan berbisik di telinga hanna.


"kakak ini jangan mengoda ku terus! " seru hanna, sambil tersenyum.


Hanna yang berjalan kearah cherry, semua orang memandang karena kagum dengan kecantikan hanna.


"ada apa dengan mereka sih? gadis kayak gitu saja di kagumi" suara hati cherry, yang merasa iri pada hanna.


Sesekali liling memotret hanna dengan gaun pengantin itu, dan mengirimkan pada longwei.


Longwei yang mendapatkan kiriman pesan dan foto hanna pakai gaun pengantin, menjadi lebih merindukannya. "aku ingin segera bertemu dengannya" kata longwei, sambil memegang ponselnya.


Setelah semua selesai dan hanna pun juga selesai menemani liling memilih gaun pernikahannya dan mengantar hanna pulang ke rumahnya.


"terima kasih untuk hari ini" kata liling.


"sama-sama Kak" kata hanna.


Liling pun pergi dari apartemen hanna, sedangkan hanna langsung naik ke apartemennya, saat membuka pintu rumahnya kelihatan gelap.


"apa wei sudah pulang? " kata hanna. "tapi dia bilang mau menungguku" kata hanna.


Saat hanna mau mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi wei, tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya tanpa pikir panjang hanna langsung menoleh kebelakang dan langsung memukul orang yang ada dibelakangnya dengan tas yang dia bawa.


"praak.. " suara tas yang kena tubuh orang itu.


"rasain kamu! " seru hanna, sambil terus memukulnya.


Orang yang dipukul hanna hanya menunduk terdiam sambil melindungi kepalanya dengan tangannya, tiba-tiba dia pun berbicara. "ini aku..! " seru orang itu.


Hanna pun langsung menghentikan memukulnya karena merasa mengenali suaranya. "longwei! " seru hanna, sambil terkejut.


"iya ,ini aku terus siapa? " tanya longwei.


Hanna lalu menaruh tasnya di lantai. "maaf aku tidak tau itu kamu" kata hanna, dengan memasang wajah menyesal.


"itu juga salahmu, kenapa membuat ku kaget? " kata hanna.


"aku kira kamu orang jahat masuk kemari" kata hanna.


"iya aku juga salah" kata longwei, sambil memeluk hanna.


Tiba-tiba hanna mencubit perut longwei, "ah! sakit" teriak longwei, sambil memegang perutnya.


"bagaimana bisa masuk? " tanya hanna.


"lewat pintu" jawab longwei.


"aku tidak mau bercanda, siapa yang memberikan kode rumahku?" tanya hanna, dengan marah.


"aku minta dari wei" kata longwei.


"sudah-sudah jangan marah! " seru longwei, sambil memeluk hanna.


"apa kamu tidak sibuk? " tanya hanna.


"sibuk sih!, tapi aku sangat merindukanmu" jawab longwei, dengan senyum.


Setelah mendengar kata longwei dia pun tersenyum kembali. "pasti ada maksud dari kedatangannya kesini" pikir hanna.


"ada apa kamu tidak merindukan ku? " tanya longwei.


"rindu, tentu saja sangat rindu" jawab hanna, sambil merangkulkan tangannya di leher longwei.


"dia mulai lagi" pikir hanna.


"bisa kan? " tanya longwei.


Hanna tidak berkata-kata hanya tersenyum saja. "dia pasti setuju" suara longwei, dengan senyum.


Tiba-tiba hanna mencium longwei begitu bergairah tanpa henti, hanna terus mendorong tubuh longwei sampai kearah keluar pintu keluar. Hanna terus saja mencium longwei tanpa henti sampai akhirnya dia sampai di rumah jiang, dan melirik tombol bel rumah jiang dan membunyikannya.


"ada apa dengannya?, hari ini dia mencium ku begitu agresif" pikir longwei. "tapi dia mau membawaku kemana, apa yang akan dia lakukan padaku di luar rumahnya?" pikir longwei, sambil menikmati ciuman bergairah dari hanna.


Tiba-tiba pintu rumah jiang terbuka dan melihat pamannya dan hanna berciuman di depan rumahnya, jiang melihat kejadian itu dan menjadi kesal melihatnya.


"apa yang sedang dilakukan didepan rumah orang? " tanya jiang, dengan kesal.


Hanna pun melepaskan ciuman dari longwei dan mengusap bibir longwei yang ada bekas lipstik hanna.


"maaf kami menganggu! " seru hanna, sambil berbicara ke pada jiang.


"dan kamu jangan sekali-kali punya pikiran untuk tinggal dengan ku sebelum menikah" kata hanna pada longwei.


"jika kamu ingin dekat dengan ku, tinggallah dengan keponakan mu ini atau beli rumah dekat denganku" kata hanna, dengan tegas.


"tapi kita kan pasangan dan segera akan menikah, kenapa tidak boleh aku tinggal di rumahmu" tanya hanna.


"apa kamu mau lihat aku tidak bisa mengendalikan diriku seperti tadi" jawab hanna.


"apa lagi kalau serumah, aku takut tidak bisa mengendalikan diriku" kata hanna, dengan kesal.


Longwei yang mendengar itu hanya terdiam dengan hatinya yang berbunga-bunga, sedangkan jiang jadi lebih kesal pada kelakuan mereka.


Hanna pun berjalan masuk ke rumahnya, sedangkan jiang saat akan menutup pintu rumahnya. Tiba-tiba saja tangan dan kaki longwei menghalangi pintunya.


"kamu tidak dengar perintah calon bibimu, kalau aku suruh tinggal disini" kata longwei, sambil menerobos masuk ke rumah jiang.


"calon bibi, jadi paman benar-benar akan menikah dengan fang? " tanya jiang.


"iya" jawab longwei.


"aku kira paman pilih model cantik cherry" kata jiang.


"apa kamu buta dilihat dari sisi mana pun fang wanita paling cantik diseluruh dunia ini" kata longwei.


"iya.. " kata jiang, dengan senyum. "paman sudah gila karena cinta" pikir jiang.


"dimana aku tidur hari ini? " tanya longwei.


"di kamar sebelah paman" jawab jiang, sambil menunjukkan kamar sebelahnya.


Longwei pun berjalan kearah kamar yang ditunjuk jiang.


"paman benar akan menikah dengan fang? " tanya jiang, berjalan di belakangnya.


Longwei hanya terdiam saja, tanpa menjawab pertanyaan jiang.


"paman jawablah! " seru jiang.


Saat akan masuk kamarnya, longwei berbicara dengan jiang. "benar aku akan menikah dengannya dan ini sudah malam aku mau tidur" kata longwei, sambil menutup pintu kamarnya.


Setiap hari longwei pulang dari kantor sekarang dia selalu pulang ke rumah jiang, hanna yang sebagai pacar dia selalu mengirimkan makanan untuk longwei. Sekarang bel pintu rumah jiang selalu berbunyi, di depan rumah jiang selalu ada makanan untuk pamannya karena hanna merasa malu dengan kejadian kemarin dan tidak berani bertemu longwei langsung.


Hari dimana pernikahan zhi peng dan liling tiba, hanna yang bersiap-siap untuk pergi. Tiba-tiba wei datang, "fang kamu jadi pergi? " tanya wei, sambil mencari hanna.


Hanna pun keluar dari kamarnya. "iya aku akan pergi" jawab hanna.


Wei yang merasa geli melihat penampilan cuek temannya. "kamu ini mau ke mall atau ke acara pernikahan? " tanya wei, sambil tersenyum.


"tentu saja ke acara pernikahan" jawab hanna. "apa ada yang salah dengan penampilan ku? " tanya hanna.


"banyak, sudah sini serahkan pada ahlinya" kata wei. Wei pun membawa hanna kembali ke kamarnya.