
hanna membuka pintunya dan ternyata itu jiang.
"ada apa jiang? " kata hanna.
"ini dari paman" kata jiang sambil menyodorkan sebungkus makanan.
"Terima kasih" kata hanna.
"apa mau makan bersama? " kata jiang.
"tidak, terima kasih" kata jiang.
"aku pergi dulu! " seru jiang.
setelah jiang pergi hanna menutup pintunya.
"siapa itu?" kata wei.
"dia jiang, tetangga sebelah" kata hanna.
"oh.. " goda wei.
"sekarang ada fans baru! " seru wei.
"dia itu! " kata hanna yang tiba-tiba terhenti karena mendengar suara bel.
"siapa lagi? " kata hanna.
hanna pun berjalan kearah pintu apartemennya, wei yang penasaran dengan siapa yang datang, mengikuti hanna dari belakang.
"kenapa kamu ikut? " kata hanna.
"aku juga penasaran siapa yang pagi-pagi bertamu ke rumah sahabatku? " kata wei.
hanna pun membuka pintu rumahnya, ternyata itu jiang membawa kue dan camilan untuk hanna.
"ini untuk mu! " seru jiang.
"sudah aku pergi dulu" kata jiang.
"tunggu.. " kata hanna.
jiang pun tidak mengubris perkataan hanna, langsung saja menutup pintunya.
saat hanna berbalik,hanna melihat tatapan wei yang curiga.
"hubungan kami tidak seperti yang kamu kira" kata hanna.
"mana mungkin seorang pria penuh perhatian bawa makanan ini itu pada wanita, tidak ada maksud lain" kata wei.
"ha.. " tawa hanna.
"kamu itu salah paham" kata hanna.
"tak mungkin menurut pendapat ku dia suka kamu" kata wei.
"terserah kamu saja! " seru hanna.
tak beberapa lama mereka berdebat suara bel pintu terdengar lagi.
"sekarang biar aku yang buka pintu" kata wei.
wei pun berjalan mendahului hanna.
"silahkan" kata hanna.
saat dibuka wei ada pria yang sedang bawa buket bunga yang besar berdiri di pintu.
"lihat pria itu suka sama kamu! " seru wei.
"benar aku suka dengan fang, bukan hanya suka bahkan aku juga pacarnya fang" kata pria yang membawa bunga.
"apa! " seru wei yang kegirangan.
hanna yang sepertinya mengenal suaranya, berjalan mendekati pria itu dan menyingkirkan buket bunga yang ada di wajahnya.
"tebakanku benar itu kamu longwei" kata hanna.
wei tambah lebih terkejut lagi ternyata itu, kak longwei kakak tiri fang.
"apa aku tidak salah dengar? " kata wei.
"tidak" kata hanna.
"kamu sudah jadi sepasang kekasih" kata hanna dengan tegas.
longwei pun merangkul pundak hanna.
"perkenalkan saya pacar fang" kata longwei.
wei yang mendengarnya masih tidak percaya dengan pernyataan mereka, wei hanya bisa bengong karena kejadian tadi.
setelah longwei masuk dan duduk di kursi tamu,wei yang ada di dapur bersama hanna membuat minuman untuk longwei.
"apa benar dia pacar kamu fang?"kata wei.
"benar"kata hanna.
"benar dia pacar kamu?"kata wei.
"iya"kata hanna.
"memangnya kenapa kamu seperti gak percaya kalau dia sekarang pacarku?"kata hanna.
"mana bisa aku percaya kalian berdua selama ini bukankah saudara tiri"kata wei.
"aku juga tidak percaya kalau aku sudah jatuh cinta sama longwei pria sedingin es itu"kata hanna.
"tapi dibalik sifat dinginnya dan galaknya ternyata ada sisi yang lain dari longwei"kata hanna.
"kamu menolak chen yang tampan malah jatuh hati sama si jelek longwei,kamu tidak menyesal!"seru wei.
"iya maaf"kata wei.
"dia tidak jelek,yang buat dia jelek karena dia melindungiku"kata hanna.
"jika kamu sebut dia si jelek lagi aku akan putus hubungan denganmu"kata hanna dengan tegas.
"iya,aku salah"kata wei.
"jika kamu sahabatku kamu harus turut senang karena temanmu ini menemukan belahan jiwanya"kata hanna.
"ya ampun,yang sudah berpacaran kata-katanya sekarang jadi puitis sekali"kata wei.
"tentu saja,aku senang kamu sudah menemukan kekasihmu tapi itu kak longwei"kata wei.
"itu yang buat aku sedikit keberatan"kata wei.
"aku tau maksudmu,tapi biarlah waktu yang akan meyakinkan sahabatku ini" kata hanna.
"tapi aku tenang kamu memilih kak longwei dengan begitu kamu tidak kekurangan apa pun" kata wei.
Tiba-tiba hanna memukul pundak wei.
"praak.. " suara pundak wei.
"sakit!" seru wei.
"emangnya aku wanita mata duwitan" kata hanna dengan kesal.
"iya.. aku cuma bercanda saja" kata hanna.
"ceritakan awal hubungan kalian yang dulu saudara jadi pacar" kata wei dengan penasaran.
"nanti aku cerita kan, sekarang kita antar minuman dan kue ini ke longwei" kata hanna.
"ok bos! " seru wei.
longwei yang dari tadi menunggu mereka di ruang tamu sambil memegang ponselnya.
"maaf,lama ya!"kata hanna.
"tidak apa-apa"kata longwei.
"kak longwei benar suka dengan hanna"kata wei.
"iya!"kata longwei.
"kak longwei matanya tidak sakitkan"kata wei.
Hanna pun mendekati wei.
"kamu mau apa?"kata hanna sambil berbisik.
"aku mau menguji seberapa sukanya kak longwei padamu" kata wei sambil berbisik.
"apa yang sedang kalian bicara sambil berbisik? " kata longwei.
"kak tadi belum menjawab pertanyaanku tadi"kata wei.
"kenapa kamu menanyakan itu?"kata longwei.
"karena disekeliling kakak ada banyak cewek cantik,seksi dan pasti kaya raya"kata wei.
"tapi kenapa lebih memilih fang?"kata wei.
"kamu benar,tapi hanya temanmu lah yang bisa membuat longwei yang seperti es ini mencair"kata longwei.
"tapi fang banyak yang suka,dari kak senior di sekolah dulu,kak chen dan tetangganya pun juga tertarik sama dia"kata wei.
"apa yang dia katakan?"pikir hanna.
"apa dia mau membunuhku?"pikir hanna.
hanna yang melihat reaksi longwei jadi takut sendiri,kalau longwei terbakar cemburu.
"ha..,wei sudah cukup!"kata hanna sambil tertawa tertekan.
"apa?"kata wei.
"kamu tidak pulang,orang tuamu pasti mencarimu"kata hanna dengan kesal.
"orang tua yang mana kamu maksud?"kata wei.
"lebih baik kamu pulang sekarang saja!"kata hanna.
"sudahlah fang,jangan perlakukan teman kamu seperti itu"kata longwei.
"aku tau wei sangat menyayangimu sebagai sahabatmu,jadi dia berkata seperti itu"kata longwei.
Hanna yang mendengar ucapan longwei jadi tenang.
"kamu jangan mengkhwatirkan sahabatmu ini, aku berjanji akan membahagiakan fang dan tidak membiarkan dia menangis" kata longwei.
"kenapa aku rasa kata longwei seperti sedang melamar ke orang tua pihak wanita? " pikir hanna.
"baik!aku pegang janji kak longwei" kata wei.
"aku juga mau memberikan hadiah padamu"kata longwei.
wei yang mendengar kata hadiah langsung bersemangat.
"hadiah apa kak?"kata wei.
Longwei mengeluarkan amplop berwarna gold dari saku jasnya.
"ini untukmu!"seru longwei sambil memberikan amplop berwarna gold.
Wei yang penasaran dengan amplop itu,langsung membukanya.
Saat melihat isinya dia sangat gembira ternyata isinya tiket konser musik yang ingin sekali dilihat wei