
Saat hanna akan pergi bersama longwei dan bolin,dia teringat dengan jiang.
"aku mau berpamitan dengan temanku dulu!"kata hanna.
"siapa?"kata longwei.
"aku paman"kata jiang.
Hanna yang kaget saat jiang memanggil longwei dengan sebutan paman,dia pun berbalik badan dan melihat kearah jiang.
"paman!"kata hanna dengan terkejut.
"iya,dia pamanku"kata jiang.
"sejak kapan longwei punya keponakan sebesar ini?"pikir hanna yang binggung.
"sejak kapan kamu pulang dari luar negeri?"kata longwei.
"sudah dua hari yang lalu"kata jiang.
"bagaimana kabar kedua orang tuamu?"kata longwei.
"mereka baik-baik saja"kata jiang.
Hanna pun berjalan mendekati bolin untuk mengetahui tentang jiang.
"bolin sejak kapan longwei punya keponakan?"kata hanna sambil berbisik.
"oh,tuan jiang dia keponakan jauh dari ibunya bos"kata bolin.
"kenapa aku tidak pernah bertemu?"kata hanna.
"mereka tinggal di luar negeri,saat tuan longwei dinas ke luar negeri saja bisa bertemu dengan mereka"kata bolin.
Longwei yang merasa terganggu dengan kedekatan bolin dan hanna,dia pun meneggur mereka.
"kalian berdua sedang apa disana?"kata longwei dengan kesal.
"tidak pak,nona fang cuma ingin tau tentang tuan jiang"kata bolin sambil mendorong hanna kesampingnya.
" awas kamu bolin! "kata hanna dengan pelan.
" maaf nona, saya gak mau pak longwei marah"kata bolin dengan pelan.
"aku! " kata jiang.
"sudahlah jangan kamu gubris mereka,sebaiknya kamu pulang saja dulu"kata longwei.
"apa perlu aku antar?"kata longwei.
"tak perlu paman,aku punya kendaraan yang aku parkir di sana"kata jiang.
"fang kamu tidak ikut aku pulang!"kata jiang.
"tidak, aku ikut mereka!"kata hanna.
"kalau gitu,aku pulang dulu ya!"kata jiang.
"terima kasih,kapan-kapan aku traktir makan!"kata hanna.
"aku tunggu!"kata jiang.
"paman aku pulang dulu!"kata jiang.
"sudah sana!"kata longwei dengan kesal.
Jiang pun berjalan meninggalkan mereka,sedangkan longwei terus menatap hanna dengan tatapan marah.
di dalam mobil hanna yang merasa serba salah dengan tingkah longwei yang hanya diam saja dari tadi.
"apa kamu marah?"kata hanna.
"marah,siapa yang marah?"kata longwei dengan kesal.
"apa kamu yang marah bolin?"kata longwei dengan kesal.
"ti..dak pak!"kata bolin sambil menyetir.
"kenapa aku dibawa-bawa?"pikir bolin.
"iya..aku salah,maaf seharusnya aku cerita padamu"kata hanna.
"ini adalah masalahku,aku tidak mau itu jadi membebanimu"kata hanna.
longwei masih diam saja setelah mendengar penjelasan hanna.
"bolin, apa kita ke rumah sakit dulu?"kata hanna.
"tidak bolin,antar nona fang pulang dulu!"kata longwei.
"baik pak"kata bolin.
"kenapa kamu perduli padaku?"kata longwei dengan kesal.
"perdulikan saja chen dan jiang"kata longwei dengan kesal.
"pria ini sedang cemburu"pikir hanna.
"bolin berhenti di apotik sebentar"kata hanna.
"baik nona"kata bolin.
Mobil mereka pun berhenti di depan apotik,dan hanna keluar untuk mmbelikan obat untuk longwei.
Tak beberapa lama hanna datang sambil membawa obat untuk longwei.
Longwei masih diam tidak bicara pada hanna.
akhirnya mereka sampai di apartement hanna.
"ayo kita turun!"kata hanna.
Hanna pun turun dari mobil longwei.
dan mengetuk pintu kaca mobil bolin, dan bolin membukanya.
"bolin bantu aku bawa bosmu ke rumahku" kata hanna.
"baik nona! " kata bolin.
bolin pun membawa longwei dengan memapahnya ke apartemen hanna.
"kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku bisa urus diriku sendiri" kata longwei.
"kamu mau buat aku kesal! " kata longwei.
hanna yang tadi berjalan di depan mereka, lalu menghentikan langkah kakinya dan berbalik kearah mereka.
"kalau gak mau aku bantu rawat juga gak apa-apa! " kata hanna dengan kesal.
"ini bawa obatnya, bolin antar tuanmu pulang! " kata hanna sambil menyodorkan kantong plastik yang berisi obat untuk longwei.
"jika kamu memaksa, baiklah aku tidak akan menolaknya! " kata longwei.
"ayo bolin cepat dikit! " kata longwei.
"baik tuan" kata bolin.
mereka berdua pun berjalan mendahului hanna.
hanna pun tersenyum dengan tingkah longwei itu.
mereka bertiga pun naik lift, di dalam lift hanna mulai ditanyai longwei tentang kedekatannya dengan jiang.
"apa maksudnya jiang ajak kamu pulang bersama? " kata longwei.
"oh itu, karena rumahnya bersebelahan denganku" kata hanna.
lift pun terbuka, mereka bertiga pun keluar dari lift.
"itu rumah jiang! " kata hanna sambil menunjuk ke rumah jiang.
"dekat sekali! " kata longwei sambil menatap bolin.
"maaf tuan! " kata bolin dengan pelan.
"masuklah! " kata hanna.
"bolin kamu boleh pergi! " kata hanna.
"malam ini bosmu tidur disini! " kata hanna.
"ha..! " kata bolin dengan kaget.
"selamat bersenang-senang tuan" pikir bolin.
longwei yang mendengar ucapan hanna merasa senang sekali.
setelah longwei masuk, hanna menutup pintu apartemen nya.
"maaf belum bersih-bersih jadi agak kotor" kata hanna.
"duduklah, aku ke kamar mandi sebentar! " kata hanna.
"iya" kata longwei.
longwei pun melihat sekeliling dan membuka penutup barang disana.
"sudah lama aku tidak kesini" kata longwei.
tak beberapa lama hanna keluar dari kamar mandi.
"lepas bajumu!"kata hanna.
"apa!"kata longwei dengan kaget.
"kamu agresif sekali"kata longwei sambil tersenyum.
"apa yang kamu pikirkan?"kata hanna.
"aku cuma mau mengobati lukamu itu"kata hanna.
"aku kira kamu mau lakukan apa sama aku"kata longwei.
"dasar mesum"pikir hanna.
Longwei pun membuka bajunya dan hanna duduk di belakang longwei.
Hanna pun mengoleskan obat ke tubuh longwei dan menutupi lukanya.
"sudah!"kata hanna.
"kamu lapar?"kata hanna.
"tidak"kata longwei.
Tiba-tiba perut longwei berbunyi.
"kruuyk.."suara perut longwei.
"mulutmu berbohong tapi perutmu tidak"kata hanna dengan senyum.
"kamu tunggu sini,aku buatkan makanan dulu"kata hanna.
sambil menunggu hanna masak longwei memeriksa ponselnya,sekali-kali dia melihat hanna memasak untuknya dia pun merasa senang.
"kenapa kamu minta bantuan bolin mencari chen?"kata longwei.
"karena wei yang meminta tolong padaku,jadi aku minta bantuan bolin"kata hanna.
"bukan karena kamu suka dengan chen?"kata longwei.
"aku gak punya perasaan khusus dengan kak chen dan itu sudah aku jelaskan padanya tadi"kata hanna.
"sudah selesai,ayo makan!"kata hanna.
Hanna pun menaruh makanannya di meja makan dan longwei menghampirinya.
"sejak kapan kamu bisa masak seperti ini?"kata longwei.
"tentu saja bisa"pikir hanna.
"jun yang mengajariku"kata hanna dengan bohong.
"sudah makan saja dulu!"kata hanna.
"gimana enak!"kata hanna.
"lumayan"kata longwei.
mereka berdua pun makan dengan tenang.
Setelah makan longwei menawarkan diri untuk membantu hanna mencuci piring.