The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
berlibur di kapal persiar.



Sepanjang jalan hanna meluapkan kekesalan pada longwei, tapi longwei hanya tersenyum saja tanpa membalas ucapan hanna. Longwei tau saat ini hanna sedang cemburu, jadi dia tidak mau membalas apapun ucapannya yang sedang marah cuma menganggukan kepalanya.


"kamu itu mendengarkan aku gak sih! " kata hanna, dengan kesal sambil menatap kearah longwei.


"iya, sayang aku dengar! " kata longwei, dengan senyum diwajahnya.


"lihat kamu senyum lagi, dari tadi kamu senyum terus itu buat aku kesal" kata hanna, dengan memasang wajah cemberut nya.


Tiba-tiba longwei mencubit pipi hanna, karena gemas melihat sikap pacarnya kalau sedang marah.


"aah.. "teriak hanna, " sakit tau! "seru hanna,sambil memegang pipinya.


" kamu kalau cemberut kayak panda yang pipinya tembem "goda longwei, " ha.. "tawa longwei.


Di dalam mobil mereka terus bercanda sambil saling mengejek, tak beberapa lama mobil mereka berhenti di kapal pesiar yang besar.


Longwei pun turun dari mobil, sedangkan hanna masih di dalam mobil sambil melihat sekelilingnya.


" kenapa dia membawa ku kesini? "suara hati hanna, sambil melihat kearah longwei.


Longwei pun membuka pintu mobilnya untuk menyuruh hanna keluar. " ayo keluar! "seru longwei, dengan senyum diwajahnya.


Hanna yang tadi ragu-ragu, akhirnya menuruti ajakan longwei. " pria ini mau ngapain bawa aku kemari? "pikir hanna, sambil melihat kapal pesiar didepannya.


" jangan hanya dilihat saja"kata longwei, dengan menutup pintu mobilnya."ayo ikutin aku,kita berlibur! " ajak longwei, yang berjalan didepan hanna.


Setelah mendengar kata longwei dia kaget. "berlibur berdua, apa yang akan dia lakukan padaku? " pikir hanna, dengan rasa ketakutan kalau longwei akan macam-macam dengannya.


"aku harus kembali, hari ini aku harus menyelesaikan webtoon ku" kata hanna, yang berbohong pada longwei.


"tenang saja webtoon mu, akan diselesaikan oleh wei" kata longwei.


"wei tidak tau mana yang harus dikerjakan" kata hanna, dengan berbohong pada longwei. "jadi aku harus kembali segera, tenang saja aku akan naik taksi" kata hanna, sambil membalikan badannya.Saat Hanna akan pergi longwei menelepon wei.


Tiba-tiba hanna mendengar suara wei dari speaker ponsel. "fang gak usah khawatir mengenai webtoon, kak longwei memberiku asisten untuk membantu menyelesaikannya " kata wei, yang ada di ponsel milik longwei yang di speaker.


Hanna pun langsung membalikan badannya dan berjalan kearah longwei. "halo wei, kamu tidak tau cerita mana yang harus diselesaikankata hanna, " jadi aku akan kesana! "seru hanna, sambil melihat kearah longwei.


" gak usah aku tau yang mana! "seru wei. " kamu nikmati saja liburan mu bersama kak longwei, urusan webtoon biar aku yang selesaikan "kata wei. " jadi, selamat berlibur temanku"seru wei, tiba-tiba wei mematikan sambungan ponselnya.


"halo wei! " teriak hanna. "dasar punya teman tidak bisa diajakin kerja sama" pikir hanna.


"sudah tidak ada masalahkan, ayo kita berangkat" ajak longwei.


Hanna pun melangkahkan kakinya mundur lalu dia berbalik badan dan bersiap-siap untuk kabur dari longwei. "maaf aku tidak ikut! " seru hanna, sambil berlari. Tapi tiba-tiba tas selempang hanna di tarik longwei dan tubuh hanna pun jatuh kebelakang tepat di tubuh longwei dengan sigapnya longwei menangkap hanna.


"kamu tidak bisa lagi kabur dari aku! " seru longwei, dengan memeluk tubuh hanna.


"lepas gak..! " kata hanna, yang berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan longwei.


Longwei pun melepaskan hanna dan hanna berhadapan dengan longwei. "aku gak perlu berlibur, ajak saja si cherry mu itu! " seru hanna, dengan marah pada longwei.


Longwei yang mendengar perkataan hanna hanya tersenyum saja, dan tiba-tiba saja longwei menggendong hanna. "apa yang kamu lakukan? " kata hanna. "lepaskan aku! " teriak hanna, sambil merontah-rontah.


Longwei pun terus berjalan ke kapal pesiar itu. "kamu jangan banyak bergerak nanti kita bisa jatuh ke laut, jadi hari ini kamu harus jadi anak yang patuh" kata longwei, dengan tegas.


Longwei yang lucu saja dengan sikap manisnya hanna tadi, sehingga membuat dia tersenyum.


Hanna melihat longwei tersenyum, merasa terganggu dengan senyum longwei. "lihat kamu tersenyum lagi! " seru hanna. "emangnya ada yang lucu sama aku" kata hanna, dengan kesal.


"sudah beberapa hari tidak bertemu pacar ku tambah imut" puji longwei, dengan senyum diwajahnya.


Hanna yang mendengar pujian longwei menjadi tersipu malu. "kamu juga, kita sudah beberapa hari tidak bertemu mulutmu itu kalau bicara jadi manis" kata hanna, dengan tersenyum. Hanna yang tiba-tiba kaget mendengar semua orang di kapal persiar itu memberi salam kepada mereka.


"selamat datang tuan dan nyonya! " seru para pegawai di kapal persiar itu, sambil berjejer di depan pintu masuk kapal persiar itu dengan membungkuk.


Hanna yang diperlakukan seperti itu jadi merasa malu. "turunkan aku, lihat semua orang melihat kita"kata hanna, sambil menundukkan wajahnya.


" kenapa harus malu ? "tanya longwei, sambil memandang hanna.


" kamu ini! "seru hanna. Tiba-tiba saja manajer kapal persiar itu menghampiri longwei.


" tuan kamar tuan dan nyonya sudah siap"kata manajer itu. Hanna yang tidak suka dipanggil nyonya langsung membantahnya.


"baik terima kasih" jawab longwei, yang masih menggendong hanna.


"saya belum menikah jadi jangan dipanggil nyonya" kata hanna, dengan tersenyum.


"maaf nona" kata manajer itu.


"ini semua gara-gara kamu terus menggendong ku" kata hanna, sambil bergerak terus.


"kamu jangan bergerak terus, kamu itu berat! " goda longwei, sambil menggendong hanna kuat-kuat.


Hanna jadi kesal dengar kata longwei. "aku berat bukan, sekarang gendong aku yang berat ini sampai ke tempatnya" kata hanna, dengan marah. Hanna yang marah memeluk erat longwei dan diam dalam gendongannya.


Longwei yang kaget dengan sikap hanna yang begitu erat memeluknya, sampai-sampai bisa mencium aroma tubuh hanna. Yang tadi hanna menundukkan kepalanya tiba-tiba dia melihat kearah longwei, dan mereka saling memandang satu sama lain.


Tatapan mereka yang dalam, sehingga tanpa menyadari sudah sampai di kamar hanna. "apa aku sudah sampai di kamarku? " tanya hanna, dengan nada lembut. Saat bicara hanna masih memandang longwei.


longwei pun yang tidak fokus karena terus memandang hanna, akhirnya melihat sekelilingnya untuk mencari kamar hanna. "maaf, kelewatan kamarnya" kata longwei, dengan melihat kamar hanna.


"terus ini kamar siapa? " tanya hanna, dengan nada lembut.


"ini kamar ku" jawab longwei.


"turunkan aku, sampai kapan kamu terus menggendong ku? " kata hanna.


Longwei pun menuruti perkataan hanna, dia pun menurunkan hanna dari gendongannya.


"kenapa malah berhenti di kamarmu,bukan di kamarku? " tanya hanna.


"itu.. karena" kata longwei, dengan gugup. "apa yang harus aku bilang, apa harus bilang karena melihat mu aku tidak fokus" pikir longwei, yang kebingungan.


"jangan-jangan kamu mau aku temanin tidur" kata hanna, sambil menyilangkan kedua tangannya ke dadanya.


"bukan.. itu" jawab longwei, dengan gugup.


Hanna pun berlari masuk ke kamarnya, sebelum menutup kamarnya. "dasar mesum! " seru hanna, lalu menutup pintu kamarnya.