The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
hanna yang marah.



akhirnya longwei dan bolin sampai ke apartemen hanna, bergegaslah longwei untuk keluar dari mobilnya.


tapi bolin yang masih di dalam mobil dan masih memegang sabuk pengamannya, dengan wajah yang ketakutan.


longwei yang sudah keluar dari mobil melihat ke kanan dan ke kiri, tidak melihat keberadaan bolin ada di luar.


saat dia tau kalau bolin masih di dalam mobil, dia lalu menghampiri bolin sambil mengetuk kaca mobilnya.


"tok.. " suara kaca mobil di ketuk oleh longwei.


Bolin yang mendengar itu langsung membuka kaca mobilnya.


"ya tuan!"kata bolin.


"kamu tidak keluar?"kata longwei.


"untuk apa saya ikut tuan?"kata bolin.


"bawakan barangku di bagasi mobil"kata longwei.


"oh ya,maaf saya lupa!"kata bolin.


Bolin pun menuruti perintah longwei.


"aku akan masuk dulu ke sana?"kata longwei.


"baik tuan"kata bolin.


Longwei pun naik duluan ke apartemen hanna,sesampai disana.


Longwei yang sudah menekan bel pintu hanna berulang kali tapi tidak ada sahutan bahkan ponsel hanna juga tidak aktif.


Longwei merasa kahwatir pada hanna, menggedor pintu apartemen hanna.


"fang.. apa kamu ada di dalam? " teriak longwei.


"fang..! " seru longwei.


jiang yang kebetulan melihat pamannya mengebor pintu hanna, lalu menegurnya.


"paman, ada apa? " kata jiang.


"apa kamu pernah lihat fang keluar? " kata longwei.


"tidak! " kata jiang.


"terakhir aku lihat saat bersama paman" kata jiang.


"dia mulai lagi! " kata longwei.


"apa maksud paman? " kata jiang.


"fang kalau sudah membuat webtoon dia pasti melupakan apa pun" kata longwei.


"termasuk paman" ejek jiang.


"ha.." tawa jiang.


"berani kamu ejek aku ya! " kata longwei.


longwei pun langsung menelepon orang tua jiang.


"halo bibi jiang" kata longwei yang terhenti.


Tiba-tiba ponsel longwei direbut jiang dari tangan longwei, lalu mematikan ponselnya.


"kembalikan ponsel paman! " kata longwei.


"iya.. aku minta maaf! " kata jiang.


"jangan hubungin mereka ya! " kata jiang.


"baik, kembalikan ponsel paman dulu" kata longwei.


"ini" kata jiang sambil menyerahkan ponsel ke longwei.


Tak beberapa lama hanna pun membuka pintu rumahnya.


mereka kaget melihat hanna dengan rambut berantakan dan punya lingkaran mata seperti panda, keluar dari pintunya.


"siapa yang berisik sekali sih? " kata hanna.


"gak tau apa orang baru tidur! " kata hanna sambil mengusap matanya.


jiang yang tidak bisa menahan tawa setelah melihat hanna dengan penampilan seperti itu, dia tertawa terbahak-bahak.


"ha..! " tawa jiang.


"kamu seperti panda kabur dari kebun binatang" kata jiang.


"ha.. " tawa jiang lagi.


hanna yang kaget dengan adanya mereka di depan pintu rumahnya.


"kalian kenapa bisa kesini? " kata hanna dengan kesal.


"paman kalau mau ketawa, ketawa saja jangan di tahan! " seru jiang.


"ha.. " tawa jiang lagi sampai membungkukkan tubuhnya.


"sudah hentikan! " seru longwei sambil tersenyum.


hanna yang marah dengan tawa jiang yang keras dan longwei yang ikut tersenyum.


"kalian berani menertawakan ku" kata hanna dengan marah.


hanna langsung menutup pintunya.


"braak.. " suara pintu apartemen hanna.


"tunggu! " kata longwei.


jiang masih terus tertawa terbahak-bahak.


"berhenti tertawa nanti dia marah" kata longwei.


"lucu sih, tapi dia kelihatan imut bukan! " seru longwei sambil tersenyum.


"ya.. orang yang sedang bucin" kata jiang.


saat bolin datang bawa barang longwei, tiba-tiba pintu hanna terbuka lagi.


"paman dan ponakan sama saja! " seru hanna sambil melempar bunga yang di bawa bolin.


bunga itu dia lempar ke longwei tapi dengan cekatannya dia bisa menghindar, dan akhirnya kena jiang.


"mulai hari ini aku minta putus! " teriak hanna dengan marah.


setelah mengatakan itu dia langsung menutup pintu apartemennya.


"braak..! " suara pintu rumah hanna.


"fang..! " seru longwei sambil membunyikan bel pintu hanna.


bolin yang tidak tau apa-apa jadi binggung.


"memangnya ada apa? " kata bolin.


"dan kenapa dengan penampilan nona fang? " kata bolin.


"sebaiknya ajak paman ke rumahku dulu! " seru jiang.


longwei terus membunyikan bel pintu hanna terus.


"paman sudahlah, berikan waktu fang sendirian" kata jiang.


"ini semua gara-gara kamu, jika kamu tidak tertawakan dia hal seperti ini tidak akan terjadi" kata longwei dengan marah.


"iya, aku yang salah! " seru jiang.


"lebih baik ke rumahku dulu" kata jiang.


"benar pak, jika kita dirumah tuan jiang kita bisa mengawasi nona fang" kata bolin.


longwei pun menuruti perkataan bolin, mereka bertiga masuk ke rumah jiang.


beberapa hari sudah berlalu saat hanna minta putus, longwei berusaha menghubungi hanna tapi tak di perdulikan.


saat putus hanna hanya terus menyelesaikan cerita webtoonnya, sedangkan longwei selalu marah kayak dulu sama karyawanya.


"aku lebih suka pak longwei jadi pria bucin dari pada seperti dulu" pikir bolin.


"pak, apa anda belum balikan dengan nona fang" kata bolin.


"bicara dengannya saja sulit,bagaimana bisa baikan? " kata longwei.


"bagaimana kalau anda tinggal dekat nona fang? " kata bolin.


"bisa kamu carikan apartemen dekat dengan fang" kata longwei.


"baik pak" kata bolin.


Beberapa hari sudah berlalu saat hanna bilang putus dengan longwei,setelah hanna menyelesaikan webtoonnya dia pun baru membuka ponselnya.


Dia melihat banyak pesan dan panggilan yang masuk dari longwei,sebenarnya dia merasa bersalah padanya karena yang menertawakannya adalah jiang.


"aku tidak tega dengan longwei tapi biarkan saja,salahnya sendiri ikut tersenyum dengan jiang"kata hanna.


"sekarang tanggal berapa?"kata hanna.


Hanna pun melihat kalender di meja kerjanya,betapa kagetnya hari ini dia harus masuk kuliah.


"gawat,aku harus bergegas pergi"kata hanna.


Hanna pun bergegas ke kampus,dan meninggalkan rumahnya yang berantakan.


Saat akan pergi ke kampus ada jiang yang menunggunya di depan,hanna yang marah tidak memperdulikan jiang dia berjalan meninggalkan jiang.


"tunggu fang! kita berangkat bersama"kata jiang.


"emangnya kamu siapa?"kata hanna dengan kesal.


"aku tidak kenal"kata hanna.


"iya.. Maaf!"kata jiang.


"aku yang salah,karena keterlaluan sama kamu"kata jiang.


"jangan marah lama-lama nanti tidak cantik!"kata jiang.


"bukankah kita teman!"seru jiang.


"baiklah,itu juga sudah berlalu"kata hanna.


"aku maafkan kamu!"seru hanna dengan senyum.


"sebaiknya kamu jangan senyum kesembarang orang"kata jiang yang memalingkan pandangannya.


"kenapa?"kata hanna dengan heran.


"senyummu itu buat laki-laki bisa terpesona padamu"kata jiang.


"betulkah!"seru hanna sambil melirik jiang.


"jadi kamu sudah terpesona padaku"goda hanna.


Hanna lalu memeggang wajah jiang untuk melihatnya tapi jiang menolaknya.


"kamu lihat kemana?"kata hanna.


"sini lihat aku"goda hanna.


"tidak.."kata jiang sambil menolak pegangan hanna.


"aku bilang lepasin"kata jiang.


Jiang yang tidak sengaja memegang tangan hanna dan mata mereka berpandangan,tiba-tiba di kagetkan dengan datangnya mobil longwei di depan mereka.