
Mereka yang telah sampai di apartemen hanna, melihat hanna yang tertidur pulas di pangkuannya. "bolin bisa sedikit lebih lama kita disini, aku tidak tega membangunkannya" kata longwei.
"baik pak" jawab bolin. Karena bolin tidak mau menganggu mereka berdua dia pun meminta izin keluar mobil, "pak saya mau tunggu di luar saja" kata bolin.
"baik" jawab longwei.
"tapi kalau keluar jangan berisik, pelan-pelan saja! " perintah longwei.
"baik pak" jawab bolin, dengan suara pelan.
Bolin pun keluar dari mobil, tak beberapa lama setelah bolin keluar hanna bangun dari tidurnya.
"mana bolin? " tanya hanna.
"kita sudah sampai, kenapa tidak bangunkan aku? " tanya hanna, sambil memandang longwei.
"kalau tanya itu satu-satu" kata longwei.
"bolin ada di luar, aku tidak bangunkan kamu karena aku tidak mau menganggu tidur mu" jawab longwei, sambil memandang hanna.
"kalau gitu aku masuk dulu! " seru hanna, hanna pun berbalik badan dan membuka pintu mobil itu.
saat akan keluar hanna berbalik badan sambil memandang longwei, longwei yang binggung dengan sikap hanna dia pun bertanya padanya.
"apa ada yang ketinggalan? " tanya longwei, sambil melihat sekeliling mobilnya.
"ada" jawab hanna, kedua tangan hanna memegang wajah longwei.
"kamu.. mau apa? " tanya longwei, dengan gugupnya dia bicara dengan hanna karena dia mengingat kejadian tadi pagi saat hanna tiba-tiba menciumnya.
"kamu tidak malu ada bolin di luar" kata longwei, dengan wajah yang memerah.
"hmm..!" suara hanna, hanna menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.
benar saja hanna mendekatkan wajahnya tepat di depan longwei, longwei langsung menutup mata. Hanna yang melihat reaksi longwei, dia tersenyum dan hanya mencium pipinya.
setelah mencium pipinya hanna mulai menggodanya. "siapa yang mau cium bibir mu? " goda hanna. lalu dia menutup pintu mobil itu.
Longwei yang telah mendengar ucapan hanna dia pun membuka matanya, dan dia sudah melihat hanna keluar dari mobil. Bukannya marah dengan godaan hanna dia malah tersenyum dengan senangnya.
Tak beberapa lama bolin masuk ke dalam mobil, dan duduk kembali di kursi pengemudi.
"saya senang pak longwei bisa tersenyum kembali, karena beberapa hari ini pak longwei selalu terlihat marah" kata bolin, dengan senyum di wajahnya.
"kamu benar bolin, lihat-lihat pacarku manis bukan dia hari ini melamarku" kata longwei, dengan memperlihatkan cincin gelang di jarinya.
"iya pak, saya kira dulu nona fang gadis yang pendiam sekarang dia menjadi gadis yang menarik" kata bolin, dengan senyum diwajahnya.
"apa maksudmu? " tanya longwei, dengan nada kesal. "dia sekarang itu miliki, kamu cari sana gadis lain yang menarik di luar sana" kata longwei.
"saya mana berani suka dengan nona fang" kata bolin, yang ketakutan dengan longwei. "apa aku mau mati apa sampai mau wanitanya bos" suara hati bolin.
"bagus, kalau kamu mengerti" kata longwei, sambil menganggukan kepalanya. "aku harus segera meresmikan hubungan kita" pikir longwei, dengan menatap keluar jendela mobil.
Beberapa bulan setelah lamaran hanna, longwei yang sibuk dinas keluar negeri. Dan hanna yang juga sibuk dengan kuliah dan proyek webtoon nya yang baru bersama wei, yang beberapa hari menginap di rumah hanna.
"fang" panggil wei.
"ada apa? " jawab hanna, sambil membuat webtoon.
"seberapa jauh hubungan mu dan kak longwei? " tanya wei.
"kau lihat ini! " seru hanna, dengan memperlihatkan jari tangannya yang terikat gelang rambut.
wei yang tidak mengerti maksud hanna yang memperlihatkan jari tangannya padanya, "apa maksudmu? " tanya wei, yang binggung.
"apa kamu tidak lihat jariku ada apa? " tanya hanna, sambil mengoyangkan jari manisnya.
"kamu salah, ini bukan hanya gelang rambut biasa saja" kata hanna.
"kalau bukan gelang rambut terus apa? " tanya wei, yang tambah binggung dengan maksud hanna.
"ini adalah cincin pertunangan kami" jawab hanna.
wei yang mendengar penjelasan hanna tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. "ha.. " tawa wei dengan kerasnya.
hanna yang tidak perduli dengan tawa wei, dengan santainya dia menanggapi reaksi wei. "terserah saja kalau kamu tidak percaya! " seru hanna, sambil mengerjakan webtoon nya.
"mana mungkin, seorang longwei pria terkaya di kota ini hanya bertunangan dengan gelang rambut, bukannya sebuah cincin berlian atau emas" kata wei, yang berhenti tertawa.
"karena aku yang melamarnya" kata hanna, dengan santai menanggapi reaksi wei.
wei yang mendengar itu jadi terkejut, dia pun sampai berlari mendekati hanna. "bagaimana bisa, kamu melamar kak longwei? " tanya wei, dengan mengoyangkan pundak hanna.
"ayo ceritakan! " seru wei, wei yang penasaran dengan kejadian saat hanna melamar longwei.
"iya.., aku akan ceritakan" kata hanna.
Hanna pun menceritakan kejadian itu pada wei dan wei dengan menyimak cerita hanna, dia hanya terdiam mendengarkannya.
"wah..!kamu hebat fang bisa menaklukkan seorang longwei" seru wei, dengan memberikan dua jempol pada hanna.
"sekarang kamu milikku" kata wei, sambil menirukan kata hanna. "ah.. itu buat aku merinding"kata wei.
" sejak kapan kamu jadi wanita romantis ini? "tanya wei, dengan senyum diwajahnya.
" kamu yang dulu itu pendiam sekali, jika tertarik sama pria kamu hanya diam saja"kata wei, yang heran dengan sikap hanna. "sekarang kamu berubah sekali dari yang dulu" kata wei.
"aku masih sama kayak dulu, cuma pola pikirmu saja yang berubah, aku cuma ingin lebih jujur dengan perasaan ku sendiri" kata hanna.
"kau benar dan aku selalu mendukungmu" kata wei.
"sudahlah curhatnya, kita selesaikan ini webtoon nya" kata hanna.
"terus kapan kamu di lamar secara resmi? " tanya wei.
"aku juga gak tau, dia sekarang masih sibuk dan aku juga masih sibuk" jawab hanna, dengan santai.
"kalau kamu di lamar orang pertama yang tau cerita itu harus aku" kata wei.
"iya..! " seru hanna.
Setelah asyik mengobrol mereka melanjutkan kembali pekerjaannya.
Selama satu bulan sudah tidak saling bertemu, mereka hanya kirim pesan saja. Karena mereka sama-sama sibuk.
Tiba-tiba longwei dikabarkan akan menikah dengan model cantik yang bernama cherry, dan itu membuat seluruh kota heboh karena pengusaha terkenal di kota itu akan menikah.
Dan kabar itu juga sudah terdengar oleh hanna dan hanna yang biasa saja menanggapi kabar soal longwei.
wei yang tiba-tiba masuk ke apartemen hanna dengan membawa koran pagi di tangannya.
"fang kamu sudah dengar kabar tentang kak longwei? " tanya wei, sambil menunjukan koran pada hanna.
Hanna mengambil koran itu dari tangan wei. "iya, aku sudah tau dari internet" jawab hanna, dengan santai.
"kamu tidak marah? " tanya wei, sambil duduk di kursi tamu.
"buat apa, aku tidak akan percaya kalau bukan dari mulut longwei sendiri" jawab hanna.
"percaya..! " goda wei.