The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
kamu sekarang milikku



Setelah acara penyambutan selesai, mereka keluar dari restoran milik jiazhen.


"hari masih sore, bagaimana kita pergi ke tempat karaoke dekat sini? " ajak heng.


"bagaimana kak jiazhen, apa kita masih mau lanjutkan pestanya? " tanya shen.


"jika mereka tidak ada kesibukan, baik kita lanjutkan pestanya! " seru jiazhen. Tiba-tiba hanna menyela pembicaraan mereka.


"maaf, hari ini saya tidak bisa ikut! " seru hanna. wei pun menambahi kata hanna.


"saya juga kak, soalnya webtoonku hari ini akan deadline" kata wei.


"wah, gak seru dong! " seru shen.


"iya, nih" kata heng.


"kalau wei karena deadline, kalau alasan kamu karena apa? " tanya jiazhen. Saat akan menjawab pertanyaan jiazhen mobil mewah tiba-tiba muncul di depan mereka, dan kaca belakang mobil itu terbuka.


mereka semua penasaran siapa yang ada di mobil itu, yang benar saja ternyata itu mobil milik longwei.


"fang! " panggil longwei. Yang ada di dalam mobil itu, mereka yang penasaran hubungan antara fang dengan longwei orang yang paling berpengaruh di kota ini.


"fang ,kamu ada hubungan apa dengan orang yang berpengaruh di kota kita? " tanya wei. Sambil menatap hanna dengan penasaran dengan jawabannya.


"dia pacarku" jawab hanna. Karena takut longwei menunggu terlalu lama, dia pun terburu-buru untuk pamit dengan teman di clubnya.


"maaf ya, aku tidak bisa berlama-lama " kata hanna. lalu menghampiri mobil longwei dan membuka pintu mobil belakangnya.


"aku tinggal dulu ya! " seru hanna. yang sudah masuk kedalam mobilnya.


setelah mereka pergi semua orang mulai membicarakan mereka kecuali wei yang sudah pergi meninggalkan mereka, mereka bergunjing tentang hubungan longwei dan hanna ada yang pro dan kontra mengenai hubungan mereka.


"bukankah fang beruntung dapat pacar paling kaya di kota ini" kata shen.


"kalau gak salah longwei punya adik tiri namanya li fang, jangan-jangan fang memang adik tirinya" kata heng. Jiazhen yang tidak suka mereka membicarakan tentang mereka langsung menghentikan pembicaraan itu.


"sudah!, apa kita masih mau melanjutkan pesta kita? " bentak jiazhen. Karena kesal cintanya bertepuk sebelah tangan, akhirnya melepaskan pada mereka.


"masih kak! " seru shen. Dengan menepuk pundak jiazhen.


"iya.., kita akan berpesta sampai pagi" kata heng. "betulkan teman-teman! " seru heng.


"tentu! " jawab mereka dengan serentak.


Sedangkan di dalam mobil hanna bercerita mengenai teman barunya kepada longwei dan apa saja yang dilakukan hanna di kuliah pertamanya, longwei yang mendengarkan hanna bicara sangat senang sekali melihat hanna bicara begitu banyak padanya.


"kamu lapar? " tanya longwei. Melihat dari tadi hanna bicara saja, dia pikir hanna sedang kelaparan.


"kenapa kamu saat aku bicara, selalu menawari ku makanan? " tanya hanna.


"aku lihat kamu terlihat lelah, jadi aku pikir kamu butuh makanan" kata longwei. Dengan wajah tersenyum longwei bicara dengan hanna.


"jika aku terus kamu beri makan aku bisa kayak babi" canda hanna.


"ha.. " tawa longwei.


"kamu malah tertawa, kamu sengaja menawari ku makan biar aku kayak babi apa! " kata hanna. Ha! a pun memasang wajah cemberut karena di tertawakan longwei.


"iya, aku tidak akan tertawa lagi! " seru longwei. Dengan tahan tawanya.


"walaupun kamu kayak babi aku tetap sayang sama kamu" kata rayuan longwei, untuk menghibur hanna yang sedang kesal.


"jangan bicara seperti itu, apa gak malu di dengar bolin" kata hanna, yang merasa malu setelah mendengar rayuan longwei.


"dulu mungkin saya masih kaget nona, sekarang saya sudah terbiasa mendengarnya" kata bolin, dengan tersenyum sambil mengemudi mobil.


"untung saja mereka sudah baikan, jika masih bertengkar aku yang repot menghadapi amarah pak longwei" suara hati bolin.


"kue kesukaanku! " seru hanna, dengan tersenyum lebar.


"tentu saja" jawab longwei.


"ini tuan" kata bolin, sambil menyerahkan kue kepada longwei.


"Terima kasih" kata hanna, yang menerimanya karena kegirangan.


Hanna menikmati kue itu dan sesekali menyuapi longwei, Hanna yang perhatian dengan longwei saat mulut longwei ada sisa kue dia mengusapnya dengan tissue yang ada di sampingnya.


Longwei yang diperlakukan hanna seperti itu sangat bahagia sekali, tiba-tiba saja hanna berbicara yang membuat bolin dan longwei kaget mendengarnya.


"seandainya wasiat ayah zhou itu bohong, aku tidak akan marah justru aku senang bisa membuka perasaanku padamu" kata hanna, sambil makan kuenya.


"benarkah kamu tidak akan marah? " tanya longwei, bolin pun juga penasaran dengan jawaban dari hanna.


"tentu saja" jawab hanna.


"sebenarnya semuanya itu bohong" kata longwei.


"apanya yang bohong? " tanya hanna.


"wasiat itu" kata longwei, yang memiliki sedikit rasa takut kalau hanna minta putus lagi.


"tapi perasaanku padamu bukanlah suatu kebohongan, aku benar-benar suka denganmu" kata longwei, dengan tegasnya dia mengatakan isi hatinya pada hanna.


"ah..! " suara hembusan napas hanna, tiba-tiba hanna meletakan kue itu dan menyenderkan kepalanya pada bahu longwei.


Longwei yang kaget dengan sikap hanna ini, di dalam batinnya dia bertanya-tanya apa hanna marah atau memaafkannya.


Lalu hanna mengambil karet rambutnya, dan mengikatkan karet gelang itu pada jari manis longwei. Begitu sebaliknya hanna mengikatkan karet rambutnya pada jari manisnya, longwei yang heran dengan sikap hanna pun bertanya padanya.


"apa maksudnya ini? " tanya longwei, yang heran dan bertanya-tanya tentang maksud hanna.


"aku akan jadikan kebohongan itu jadi kenyataan" jawab hanna, sambil memandang longwei.


"jadi maksudmu" kata longwei, yang terputus karena tidak percaya dengan apa yang di ucapkan hanna tadi.


"iya, sekarang aku yang melamarmu" kata hanna, dengan tegas padanya.


"sekarang kamu milikku, jadi tidak ada yang boleh memilikimu" kata hanna.


"walaupun ini bukan cincin mahal tapi kamu nanti bisa menganti dengan yang mahal" canda hanna, sambil tersenyum ke arah longwei.


Longwei tak bisa berkata-kata, dia hanya mematung sambil memandang hanna.


"selamat tuan! " seru bolin, ucapan bolin itu menyadarkan longwei dari lamunannya.


Tiba-tiba longwei memeluk hanna dengan senangnya, hanna yang dipeluk jadi terkejut dengan sikap longwei itu.


"lepaskan, aku tidak bisa bernapas! " seru hanna, sambil memukul pundak longwei.


"pak lepaskan nona fang, nanti dia bisa mati kehabisan oksigen" kata bolin, dengan tertawa melihat kelakuan bosnya yang begitu senang mendengar kata dari hanna.


"maaf, aku benar-benar senang sekali" kata longwei, "dan tak tau harus bilang apa! " seru longwei, dengan senyum di wajahnya.


"senang sih boleh, tapi jangan seperti itu sakit tau! " kata hanna, sambil ambil napas dalam-dalam.


Longwei pun merangkul pundak hanna dan kepala hanna pun bersandar di dada longwei yang kekar.


"seharusnya aku yang melamarmu, bukan kamu" kata longwei, sambil membelai rambut hanna.


"itu sama saja, baik itu aku dan kamu" kata hanna, sambil mengengam tangan longwei.


"aku akan menikmati cinta yang diberikan longwei, entah kapan aku akan kembali ke dunia nyata lagi" suara hati hanna.