The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
kejadian di toko furniture.



hanna pun berlari menghampiri mobil longwei, lalu membuka pintu mobilnya.


"ada apa? " kata hanna sambil memasang sabuk pengamannya.


"suara siapa pria tadi? " kata longwei.


"nih orang di tanya malah balik nanya" pikir hanna.


"oh tadi, itu kak senior dari club yang aku ikuti" kata hanna.


"terus kenapa kamu suruh aku cepat-cepat kemari? " kata hanna.


"tidak ada yang penting" kata longwei.


"bolin ayo jalan! " kata longwei.


"baik tuan" kata bolin.


"aku kira ada apa? " kata hanna.


"tadi pria itu mengajak kamu kemana? " kata longwei.


"ke acara penyambutan anggota club baru" kata hanna.


longwei hanya diam saja setelah mendengar penjelasan hanna.


"pria ini cemburu lagi" pikir hanna.


"bolin kamu tau tipe pria yang aku sukai? " kata hanna sambil melirik longwei.


bolin yang tau isyarat yang diberikan hanna untuk membujuk bosnya agar tidak marah.


"tidak nona! " kata bolin.


"apa nona suka pria tampan? " kata bolin.


"tidak, tapi aku suka pria dengan hati yang tampan" kata hanna.


"maksudnya? " kata bolin.


"maksudnya aku tidak suka pria tipe pencemburu,aku juga butuh di percaya olehnya"kata hanna.


"jadi maksudmu,kamu di bebaskan bergaul dengan laki-laki lain"kata longwei.


"bukan itu maksudku"kata hanna.


"aku cuma di beri sedikit saja kepercayaanmu"kata hanna.


"kalau kamu gak mau,kita gak bisa menjalin hubungan lebih serius"kata hanna dengan tegas.


longwei hanya terdiam dengan muka datarnya sambil melihat ke luar jendela.


"pak longwei seperti itu karena dia sayang sama nona"kata bolin.


"benarkah! tapi dia diam saja"pikir hanna.


"terlepas dari wasiat ayah zhao padaku,kita mulai hubungan kita berpacaran dulu"kata hanna sambil


"bukankah kita akan menikah kenapa harus berpacaran dulu"kata longwei dengan kesal.


"siapa yang mau menikah dengan pria pencemburu kayak kamu?"kata hanna dengan marah.


"jika seperti ini bisa gagal rencana yang sudah disiapkan"pikir bolin.


"maaf pak longwei,sebaiknya anda mengalah saja"kata bolin.


"maksud saya jika berpacaran kalian bisa mengembangkan perasaan yang dulu sebagai saudara menjadi lebih dari itu"kata bolin.


"bolin benar juga!"pikir longwei.


"baik aku setuju!"kata longwei.


Hanna pun mencuekin longwei.


"kita di mana bolin?"kata hanna.


"kita akan belanja"kata longwei.


Hanna yang tidak perduli dengan apa pun yang di ucapkan longwei,dia pun keluar dari mobil.


"sepertinya nona marah sama pak longwei"kata bolin.


"aku gak mengerti apa mau wanita ini"kata longwei.


"sebaiknya pak longwei mengalah saja,kalau tidak rencana kita gagal"kata bolin.


"kau benar juga!"kata longwei.


Longwei pun keluar dari mobilnya.


Hanna pun mengetuk kaca jendela mobilnya.


"tok.."suara kaca jendela mobil itu.


Bolin pun membukanya.


"ada apa nona?"kata bolin.


" kenapa kamu masih di dalam? "kata hanna.


" saya nunggu di mobil nona! "kata bolin.


bolin pun langsung menutup kaca jendela mobil, dan langsung pergi ke parkiran mall.


" kenapa kamu malah suruh bolin ikut? "kata longwei.


hanna pun tidak perduli dengan longwei, dia langsung masuk saja ke dalam mall itu.


" fang..! "panggil longwei.


hanna hanya jalan di depan longwei, dan longwei mengikutinya dari belakang.


" salahnya sendiri buat aku kesal"pikir hanna.


" jangan jalan terus, kita mau ke toko furniture"kata longwei sambil berdiri di toko furniture.


Pelayan disana menyambut mereka dengan ramah.


"selamat datang tuan longwei!"seru pelayan itu.


"sayang tunggu aku!"kata hanna dengan manja.


longwei yang kaget dengan sikap hanna yang tadinya marah sekarang jadi manja.


"tuan siapa nona ini?"kata pelayan itu.


"dia"kata longwei yang terhenti oleh hanna.


"saya istri tuan longwei"kata hanna sambil merangkul tangan longwei.


"saya tidak tau kalau anda sudah menikah?"kata pelayan itu.


"sebenarnya kami merahasiakan karena permintaan saya yang masih muda dari suamiku tersayang"kata hanna.


Longwei hanya tersenyum mendengar kebohongan yang di lakukan hanna.


"kalau begitu saya mengerti!"kata pelayan itu.


"kamu boleh pergi, kami akan mencari sendiri kebutuhan kami"kata longwei.


"kalau gitu saya permisi dulu tuan dan nyonya longwei"kata pelayan itu.


Pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka.


"akhirnya dia pergi juga"kata hanna sambil melepas rangkulan tangannya.


"sekarang seluruh perusahan zhao tau kalau aku sudah menikah"kata longwei.


"apa!"seru hanna.


"jadi ini punya keluarga zhao"kata hanna.


Longwei hanya mengangguk.


"kenapa kamu tidak bilang dari tadi?"kata hanna.


"aku senang melihat kamu berbohong tadi,jadi aku biarin saja!"kata longwei.


"dasar ini mulut kalau sudah lihat kata-kata diskon buat lupa semuanya"pikir hanna.


"sebaiknya kita pergi"kata hanna.


saat hanna akan pergi tangannya di tarik longwei.


Mereka berdua jadi berdekatan,mata mereka saling memandang dan tangan hanna di pegang erat sama longwei.


"lepasin,kamu gak malu apa kalau nanti pelayan itu datang"kata hanna dengan pelan.


"tidak,aku bermesraan dengan istriku tersayang"kata longwei.


"ya ampun,jantungku mau copot nih!"pikir hanna.


Hanna pun mendorong tubuh longwei tapi hanna lupa kalu longwei memegang tangannya dengan erat.


untungnya di belakang mereka terjatuh ada kasur yang lumayan lebar.


Hanna yang terjatuh diatas tubuh longwei,longwei bukan melepaskan hanna malah merangkul hanna.


"lepaskan,kalau ada yang datang gimana?"kata hanna.


"aku gak mau ngelepasin,sebelum kamu tidak marah dengan ku"kata longwei sambil memeluk hanna.


"iya.. Aku maafin,tapi cepat lepasin dulu!"kata hanna.


Kepala hanna pun terangkat,dan dia melihat wajah longwei.


Wajah hanna jadi merah sekali,dan jantungnya berdetak sangat cepat.


Longwei yang juga mempunyai perasaan yang sama pada hanna,dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya.


Saat longwei mau melepaskan hanna tiba-tiba pelayan itu datang lagi dan melihat apa yang mereka lakukan disana.


"maaf saya menganggu,nanti saya datang lagi"kata pelayan itu.


dia pun membalikan badannya dan berjalan cepat meninggalkan mereka.


hanna pun langsung berdiri dari tubuh longwei.


"kamu buat aku malu saja" kata hanna.


Hanna pun berbalik membelakangi longwei, sedangkan longwei bangun dan duduk di kasur itu.


tiba-tiba longwei menarik pinggang Hanna, lalu hanna terjatuh dalam pangkuan longwei dan memeluknya serta bersandar pada punggung hanna.


"lepaskan, longwei nanti orang-orang memperhatikan kita" kata hanna.


"jangan tinggalkan aku, berjanjilah padaku apa pun yang terjadi jangan meninggalkan aku" kata longwei dengan pelan.


Hanna pun merasa iba terhadap longwei karena dia yang membuat hidupnya sekarang sendirian.


"iya, aku janji padamu tidak akan meninggalkan mu! " kata hanna.


"sekarang lepaskan aku" kata hanna.


longwei pun melepaskan hanna dan Hanna pun berdiri lalu membalikan badannya kearah longwei dan mengulurkan tangannya kepada longwei.


"mau kah kamu menjadi pacarku! " seru hanna.


longwei hanya menatap hanna.


"kalau gak mau gak apa-apa" kata hanna.


lalu longwei meraih tangannya.


"tentu saja mau" kata longwei sambil berdiri memandang hanna.


mereka berdua pun tersenyum dengan saling berjabat tangan.