The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
kebohongan longwei pada hanna.



"kenapa kamu tidak beritahu aku kalau chen kemarin bersamamu?"kata longwei.


"karena kami takut kamu akan bakar villa wei"kata hanna.


"tentu saja!"kata longwei dengan kesal.


Tiba-tiba suasana di kamar mereka jadi hening.


"itu..masalah pernikahan kita,apa bisa dibatalkan?"kata hanna.


"tentu saja tidak!"seru longwei.


"bukankah kamu mau bertanggung jawab padaku"kata longwei.


"apa setiap tanggung jawab itu harus menikah?"kata hanna.


"aku ini masih muda,ada banyak hal yang harus aku kejar"kata hanna


"jika aku menikah semuanya tak bisa aku capai,sepanjang hari aku harus menjaga suami dan anakku"kata hanna.


"calon suamimu ini orang terkaya di kota ini dan buat apa kamu capek-capek kayak gitu"kata longwei.


"apa pun yang kamu minta aku pasti kasih!"kata longwei.


"orang ini masih keras kepala"pikir hanna.


"tapi aku ingin mengapai dengan kerja kerasku sendiri tanpa ada bantuan dari kakak"kata hanna dengan tegas.


"jadi biarkan aku hidup mandiri"kata hanna dengan memasang wajah imutnya.


Longwei yang melihat sikap hanna seperti itu jadi merasa lucu.


Longwei pun tidak bisa menahan tawanya dan dia pun tersenyum,hanna yang melihat itu merasa senang lalu mengodanya.


"lihat kakak tersenyum,berarti kakak setuju dengan ku"kata hanna.


"baiklah!"kata longwei.


"kamu boleh pergi dari sini"kata longwei.


"benarkah!"seru hanna dengan senangnya.


"tapi"kata longwei.


"tapi apa kakak?"kata hanna.


"kamu hanya tinggal di apartement warisan mama li dan mulai hari ini kamu tidak boleh anggap aku kakakmu lagi"kata longwei.


"kalau gitu aku anggap apa?"kata hanna.


"aku ingin hubungan denganmu lebih dari saudara"kata longwei.


"mulailah kamu membiasakan memanggil namaku"kata longwei.


"itu sih tidak sulit"pikir hanna.


"ok!"kata hanna.


"dan kamu tidak boleh berhubungan dengan pria lain"kata longwei.


"sepertinya itu agak sulit"pikir hanna.


"tapi dari pada suruh aku menikah lebih baik aku setujui saja"pikir hanna.


"baik aku setuju!"kata hanna.


"jadi aku boleh pergi?"kata hanna.


"aku yang akan mengantarmu"kata longwei.


"ayo!"kata hanna.


Mereka pun keluar dari kamar hanna dan longwei pun mengantarkan hanna ke rumah barunya.


mobil mereka pun sampai di parkiran apartement.


"kamu tidak usah mengantarkan aku"kata hanna.


"pergi ke kantor saja sana,cari uang yang banyak!"goda hanna.


longwei pun jadi tersenyum,hanna merasa senang melihat wajah longwei tersenyum seperti itu.


"baiklah,tapi aku bantu keluarkan koper dari bagasi mobil"kata longwei.


"hmm"kata hanna sambil menganggukan kepalanya.


Longwei pun mengeluarkan koper dari bagasi mobilnya.


"terima kasih longwei"kata hanna.


"hati-hati!kalau ada apa-apa hubungin aku"kata longwei.


"ya.."teriak hanna yang berjalan masuk ke apartement.


longwei pun kembali masuk ke mobilnya.


Hanna tidak tau kalau semua itu tentang wasiat orang tua mereka semuanya bohong,karena longwei tidak mau fang menganggap dia hanya sebagai saudara saja.


Kilas balik sebelum acara kelulusan:


Bolin yang masuk ruangan longwei,dia melihat bosnya risau memikirkan sesuatu.


"pak rapat dengan mr.robert satu jam lagi"kata bolin.


"kamu atur saja,aku lagi pusing mikirkan sesuatu"kata longwei sambil memegang kepalanya.


"jika ada masalah bapak cerita saja,siapa tau saya bisa bantu!"kata bolin.


"ini tentang fang dia sebentar lagi akan lulus dan hubungan kami cuma sebatas saudara saja"kata longwei.


"kalau gitu buat dia merubah pandangannya pada pak longwei"kata bolin.


"maksudmu?"kata longwei.


"kalian harus hidup terpisah jangan satu rumah"kata bolin.


"serumah saja hubungan kami cuma seperti itu apalagi kami terpisah"kata longwei.


"tapi ini akan bohongi nona fang,apa tuan mau menerimanya?"kata bolin.


"apa?"kata longwei.


Bolin pun mendekat dan membisikan rencananya pada longwei dan longwei pun setuju.


"baik,kamu atur agar rencana ini seperti beneran"kata longwei.


bolin pun mengatur semuanya baik surat wasiat dan rumah untuk fang.


Kembali dari kilas balik:


longwei yang berada di mobil yang sedang menyetir mobilnya.


"aku harap rencana ini berhasil"kata longwei dengan senyum di wajahnya.


hanna pun tiba di apartement barunya,saat akan membuka pintu dia bertemu tetangga sebelah apartementnya.


Hanna pun melihat tetangga barunya seorang pria berdandan metal,telingganya penuh tindik dan tanganya bertato.


"pria ini metal abis!"pikir hanna.


"kenapa kamu suka aku?"kata pria metal itu.


"gak berani..!"kata hanna yang langsung masuk ke apartementnya.


Pria metal itu hanya tersenyum setelah mendengar perkataan hanna.


Hanna yang masuk kesana benar-benar heran kalau mamanya fang punya rumah sebesar ini.


"wah ini luasnya dua kali lipat dari apartementku!"kata hanna.


hanna pun berlari ke depan jendelanya yang dapat melihat pemandangan yang indah dari sana.


"wah ini indah sekali!"kata hanna dengan kagum.


"lebih baik aku menata barang bawaanku ke kamar"kata hanna.


Tiba-tiba hanna mendapat telepon dari wei.


"halo wei,ada apa?"kata hanna.


"tolong aku,kak chen hilang!"kata wei.


"apa!"kata hanna.


"aku dapat telepon dari manajemennya katanya dia tidak bisa di hubungin"kata wei.


"terus gimana ang?"kata wei.


"kamu jangan khawatir aku akan minta bantuan sekertaris longwei"kata hanna.


"terima kasih fang!"kata wei.


mereka pun menutup teleponnya.


Hanna ingat dia tidak punya nomer teleponnya bolin.


"iya aku lupa tidak punya nomernya bolin"kata hanna.


"gimana ya?"kata hanna.


"aku telepon longwei saja"kata hanna.


Hanna pun menghubungin longwei.


"halo longwei,aku bisa minta nomer telepon bolin?"kata hanna.


"untuk apa,kamu bisa minta tolong aku?"katalongwei.


"jika aku bilang untuk cari chen dia pasti marah-marah"pikir hanna.


"aku cuma minta informasi tentang kamu,kesukaanmu dan kegemaraan"kata hanna dengan bohong.


"baiklah,jika kamu yang minta!"kata longwei dengan senyum.


"terima kasih"kata hanna.


Hanna pun langsung menghubungin bolin,hanna pun mengirimkan pesan pada bolin.


Hp bolin pun mendapat pesan dari hanna.


"bolin aku minta tolong kamu carikan chen temanku tapi jangan biarin longwei tau"isi pesan hanna


"aku juga minta info tentang bosmu,karena tadi aku beralasan minta info dia padamu"isi pesan hanna.


Bolin yang membaca pesan hanna jadi ketar-ketir takut ketauan bosnya.


"itu pasti fang?"kata longwei.


"kamu bantu saja dia jangan ada di tutupi!"kata longwei.


"baik!"kata bolin.


"lebih baik aku rahasiakan ini,aku gak mau suasana hati pak longwei jadi kacau"pikir bolin.


Tak beberapa lama kemudian hanna mendapat info dari bolin.


Hanna pun langsung berangkat ke tempat chen.