The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
hanna mulai membuka hatinya untuk longwei.



longwei dan hanna berjalan menuju pelayan tadi yang menunggu agak jauh dari mereka.


"tuan apa ada barang yang membuat anda tertarik? " kata pelayan itu.


"aku minta kasur itu dan yang lain biar istri saya yang memilihnya" kata longwei sambil memandang hanna.


"kalau gitu ikut saya nyonya! " seru pelayan itu.


"pilih yang kamu suka untuk mengisi tempat tinggal kita" kata longwei.


hanna yang mendengar ucapan longwei tadi dia jadi merasa malu sampai-sampai mukanya memerah.


hanna pun mendekati longwei dan membisikan sesuatu padanya.


"sudah hentikan jangan bicara manis lagi,kalau tidak mukaku akan seperti tomat merah" kata hanna dengan pelan.


saat hanna membisikan kata padanya longwei hanya tersenyum mendengarnya.


setelah hanna dan pelayan itu pergi longwei memilih sebuah hadiah untuk bolin sebagai rasa terima kasih, saat memilih hadiah itu dia melihat satu set sepasang alat makan lalu dia juga membelinya.


tak beberapa lama mereka kembali, longwei yang menunggu mereka di kasir membuatnya jadi sangat tampan menurut pandangan hanna.


"tuan longwei sebenarnya sangat tampan tapi sayang separuh wajahnya rusak karena saudara tirinya"kata pelayan itu.


Hanna yang mendengar itu merasa kesal.


" kata orang siapa pun yang dekat saudara tirinya itu selalu sial"kata pelayan itu.


"benarkah, kamu juga pasti terkena sialnya karena dekat dengan gadis sial" kata hanna dengan kesal.


"apa! " kata pelayan itu dengan terkejut.


"jangan percaya dengan omongan orang" kata hanna yang marah.


"tapi saya berbicara tentang saudara tiri tuan bukan nyonya" kata pelayan itu.


"iya, yang kamu bicarakan ada di sebelahmu" kata hanna.


pelayan itu langsung berhenti, seperti patung.


"maaf nyonya.. " kata pelayan itu sambil memohon.


"mulut saya ini gak bisa di kontrol" kata pelayan itu.


"tolong jangan beritahu tuan longwei jika dia tau saya pasti di pecat, bagaimana dengan keluarga saya? " kata pelayan itu.


"baiklah, tapi kamu harus merahasiakan hubungan kami pada semua orang"kata hanna.


"baik nona,mulutku ini pintar menyimpan rahasia"kata pelayaan itu.


longwei pun berjalan menghampiri mereka.


"kenapa kamu lama sekali?"kata longwei.


"tidak saya di tawarkan model furniture baru"kata hanna.


"sudah ayo pergi!"kata hanna.


"terima kasih tuan dan nyonya"kata pelayan itu.


saat mereka pergi hanna tidak banyak bicara,longwei yang memperhatikan sikap hanna yang dari tadi diam saja.


"kamu kenapa diam saja?"kata longwei.


"tidak apa-apa?"kata hanna.


"pelayan itu benar jika saja wajah longwei tidak rusak,dia pasti pede dekat dengan liling dan bisa mendapatkan liling"pikir hanna.


saat mereka menunggu bolin datang hanna masih saja diam.


Longwei yang gak mau lihat pacarnya murung,mencoba menghiburnya.


"setelah dari sini kita makan gimana?"kata longwei.


"boleh tapi yang manis,bagaimana ice cream?"kata hanna sambil senyum.


"apa pun yang kamu minta akan ku berikan!"goda longwei.


"ha.."tawa hanna.


"kamu jangan bilang seperti itu buat aku merinding,itu bukan gayamu!"kata hanna sambil nahan tawanya.


longwei senang sekali dengan tawa hanna.


"jika tertawa kan jadi cantik,dari tadi wajah di tekuk sampai kusut"kata longwei sambil senyum.


"iya..,maaf tadi aku banyak pikiran"kata hanna.


"sekarang suasana hatiku jadi lebih baik,berkat pacarku yang tampan"kata hanna.


"sekarang aku jalani saja hubungan dengan longwei agar aku tidak menyesal kelak,entah kapan aku kembali ke duniaku lagi?"pikir hanna sambil melihat longwei tersenyum.


Hanna pun langsung memeluk longwei dengan eratnya dan longwei pun membalas pelukan hanna.


"terima kasih telah hadir di hidupku"kata hanna.


"seharusnya aku yang berterima kasih karena mau menerimaku walaupun aku dengan wajah seperti ini"kata longwei.


"jangan bicara seperti itu!"seru hanna sambil memandang longwei.


"wajahmu rusak juga salahku"kata hanna.


"tunggu apa ingatanmu yang dulu sudah kembali?"kata longwei.


"dikit!"kata hanna sambil berbohong.


"mana mungkin tidak tau karena aku yang membuat kalian"pikir hanna.


"aku suka melihat pacarku yang tampan sekali"puji hanna.


"jangan berbohong!"kata longwei.


"buat apa berbohong,kamu itu pacarku paling tampan yang aku miliki"goda hanna.


longwei yang senang sekali dengan pujian hanna,lalu longwei memeluk hanna dengan erat.


tak beberapa lama bolin datang dengan mobilnya,dan membuka kaca mobil itu.


"apa aku datangnya nanti saja?"kata bolin.


Mereka yang mendengar suara bolin,lalu melepaskan pelukan mereka.


mereka langsung masuk ke dalam mobil, mereka berdua terlihat sangat senang sekali.


" sepertinya mereka sudah baikan"pikir bolin.


"longwei dua tas bag itu buat aku penasaran, itu apa? " kata hanna sambil lihat kearah tas yang di pegang longwei.


"aku lupa! " kata longwei.


"ini untuk mu bolin" kata longwei sambil menyerahkan tas bag satunya.


"aku! " seru hanna sambil memasang wajah manisnya.


"iya..! " kata longwei.


"ini untuk pacarku yang manis! " seru longwei.


hanna pun menerimanya dengan senang.


"apa ya! " kata hanna dengan penasaran.


saat di buka sepasang set alat makan, untuk mereka.


"manisnya, sekarang aku sudah melihat sisi yang lain dari longwei" pikir hanna.


"aku sudah berikan kamu hadiah, sekarang mana hadiah untuk ku? " kata longwei.


"ada, tunggu sebentar ya! " kata hanna sambil membelakangi longwei.


longwei jadi penasaran apa hadiah yang dia akan berikan.


"aku! " seru hanna sambil menaruh wajahnya di kedua telapak tangannya dengan senyum.


"ha.. " tawa longwei.


bolin pun ikut tersenyum dengan tingkah hanna.


"kamu manis sekali sih, aku jadi gemes! " kata longwei sambil mencubit pipi hanna dengan lembut.


"sakit! " seru hanna sambil pegang pipinya.


"kenapa hanya aku yang diminta bolin juga dapat" kata hanna.


"apa yang kamu kasih bolin pada bosmu" goda hanna.


"saya akan lakukan seperti nona" kata bolin.


"awas saja sampai kamu lakukan kayak fang! " kata longwei.


"berikan saja gajimu bulan ini untuk bosmu" kata hanna.


"kamu benar! " kata longwei.


"jangan tuan! " seru bolin.


"saya bayar tagihannya gimana? " kata bolin.


"tidak bolin kami hanya bercanda saja!"kata longwei sambil tersenyum.


"bolin kita berhenti di toko ice cream"kata longwei.


"baik tuan"kata bolin.


Mereka pun sampai di toko ice cream dan bolin membeli ice cream yang mereka pesan.


Di mobil hanna senang sekali makan ice cream dan sesekali menyuapin longwei.


tiba-tiba hanna mendapat telepon dari nomer yang tidak di kenal.


"halo,ini siapa?"kata hanna.


"aku jiazhen ketua club yang tadi kamu ikuti"kata jiazhen.


"oh kakak senior,ada apa?"kata hanna.


"lusa kami adakan pesta penyambutan untuk anggota junior,apa kamu bisa ikut?"kata jiazhen.


"kalau lusa bisa"kata hanna.


"bagus!"seru jiazhen.


"apa!"kata hanna.


"bagus kamu bisa ikut jadi acaranya jadi rame"kata jizhen.


"nanti waktu dan tempat aku hubungin lagi"kata jiazhen.


"ya,saya tunggu kabarnya!"kata hanna.


Hanna pun menutup ponselnya.


Longwei yang duduk disebelah hanna hanya terdiam sambil menahan kecemburuannya.