The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
rahasia hanna yang di ketahui longwei



Longwei pun menaruh hanna ke ranjangnya, tapi tangan hanna tidak mau lepas dari longwei. "lepaskan kalau tidak, aku bisa tidur dengan mu di sini! " seru longwei.


Hanna yang mendengar itu langsung melepas pegangannya terhadap longwei, dia pun tertidur diatas ranjangnya.


Hanna yang ada diatas ranjangnya terus mengoceh. "aku bukan fang.. aku ini bukan li fang" kata hanna, sambil tertidur karena mabuk.


Longwei pun menghampiri hanna dan menyelimuti nya, saat longwei menyelimuti hanna. Hanna pun membuka matanya dan memandang longwei. "longwei ku, aku janji jika aku kembali ke dunia nyata. aku akan buat kamu pria paling tampan sehingga semua wanita disini menyukai mu" kata hanna, dengan memegang wajah longwei.


Longwei yang kaget dengan tubuh hanna yang memudar dan tangan hanna yang tidak bisa disentuh. "tidak.. " teriak longwei, dengan panik. "kembali aku mohon! " seru longwei, dengan perasaan khawatir. Tiba-tiba air matanya menetes di pipinya.


Lalu tubuh hanna kembali seperti sebelumnya, itu membuat longwei merasa lega. "syukurlah! " seru longwei. "sebenarnya siapa kamu? " tanya longwei, dengan suara lembut.


"aku.. hanna " jawab hanna. lalu dia tertidur pulas dan longwei terus memandangnya takut hal yang tadi terulang lagi.


"hanna itu bukankah nama penulis di webtoon fang" pikir longwei. Banyak pertanyaan yang ada di pikiran longwei karena kejadian semalam, sampai-sampai dia tidak kembali ke kamarnya hanya untuk bisa bersama hanna.


Mereka berdua pun tidur di kamar hanna, dan longwei yang sedang tidur di samping hanna.


Pagi hari telah tiba, hanna membuka matanya secara perlahan dan dia berbalik badan kearah longwei yang sedang tidur. Karena hanna yang terkejut melihat longwei yang ada disisinya, sesekali hanna mengusap matanya. "apa ini mimpi?, mana mungkin aku bisa tidur di kamar longwei" suara hati hanna.


Tiba-tiba saja tangan longwei memeluk tubuh hanna, dan itu membuat hanna tesadar kalau itu bukan mimpi. Langsung saja hanna berteriak sekeras-kerasnya, "aha.. " suara teriak hanna.


Longwei langsung terbangun mendengar teriak hanna, "ada apa? " tanya longwei.


"apa yang kamu lakukan padaku? " tanya hanna, dengan marah.


"aku cuma tidur bersama mu saja" kata longwei.


Hanna yang mendengar kata longwei langsung mengambil bantal untuk memukul longwei. "dasar kamu ini! " seru hanna, dengan memukul longwei.


"aku tidak melakukan apa-apa" jawab longwei, sambil melindungi dirinya dengan tangannya.


"bohong! " teriak hanna, yang tidak percaya.


"kamu tidak ingat, apa yang kamu lakukan saat mabuk? " kata longwei.


Hanna pun terdiam dan mengingat saat dia sedang mabuk, saat dia ingat dengan apa yang di lakukan saat mabuk. "aku malu sekali, dasar genit! " pikir hanna, sambil memukul-mukul kepalanya sendiri. "kalau gitu aku kembali ke kamarku dulu" kata hanna, sambil berjalan keluar kamarnya.


Longwei yang binggung dengan sikap hanna, "apa dia masih mabuk?, bukankah ini kamarnya sendiri kenapa dia yang keluar" pikir longwei. "tunggu! " seru longwei. Hanna yang tidak mendengar ucapan longwei terus saja keluar dari kamarnya.


Saat di luar kamarnya hanna baru sadar kalau dia telah keluar sendiri dari kamarnya. "dasar bodoh, kenapa aku yang keluar seharusnya dia yang keluar" pikir hanna. Saat hanna mau masuk kamar, tiba-tiba saja pintu kamar dibuka oleh longwei.


Mereka saling berpandangan, hanna yang merasa malu pada longwei hanya menundukkan kepalanya saja dan tidak berani memandang langsung padanya.


Longwei pun berjalan melewati hanna, dan dia berkata pelan pada hanna. "kamu pasti masih mabuk? " tanya longwei.


Hanna yang mendengar itu langsung berlari masuk kamarnya dan menutup pintu dengan keras. "brakk" suara pintu kamar hanna.


Longwei yang sudah di luar kamar hanna melihat tingkah kekasihnya, jadi tersenyum sendiri. "semakin hari tingkahnya jadi imut" kata longwei, sambil tersenyum.


Hanna pun langsung tidur diranjangnya sambil menutup wajahnya. "ah.., aku malu sekali! " seru hanna, dengan mengepakkan kakinya.


Di kamar longwei terus memikirkan apa yang terjadi pada hanna, kemudian dia mengambil laptopnya dan membuka situs webtoon milik hanna. Dia membaca semua cerita yang dibuat hanna, "jadi dunia ini adalah webtoon, aku hanya sebuah karakter saja"pikir longwei.


Longwei pun berdiri berjalan di jendela kamarnya sambil memandang laut yang ada di depannya, di sana dia mulai merenung dan memikirkan apa yang harus dilakukan setelah tau rahasia dari hanna.


Longwei pun berdiri terlalu lama di depan pintu kamar hanna. "aku sudah putuskan untuk berpura-pura tidak tau tentang rahasianya" suara hati longwei.


Tiba-tiba saja hanna membuka pintu kamarnya, dia pun kaget melihat longwei sudah ada di depan pintu.


"sedang apa kamu disini? " tanya hanna.


"aku ingin ajak kamu jalan-jalan" jawab longwei, dengan gugup.


"baiklah, aku juga bosan di kamar terus" kata hanna.


Mereka pun akhirnya berjalan bersama sambil berpegangan tangan, disepanjang jalan mereka bercanda dan saling mengoda satu sama lain.


Saat mereka sedang makan bersama, tiba-tiba hanna dapat telepon dari editor nya kalau perusahaan film tertarik menjadikan webtoonnya dijadikan sebuah serial drama. Hanna yang mendengar itu merasa bahagia sekali, dan hanna menutup teleponnya.


"siapa tadi yang telepon? " tanya longwei.


"itu dari editor ku katanya karyaku akan di buat serial drama, aku senang sekali" kata hanna, dengan tersenyum.


"betulkan aku turut senang mendengarnya, selamat ! " kata longwei.


"terima kasih" kata hanna.


"kapan kita kembali? " tanya hanna.


"tiga jam lagi" jawab longwei.


"mungkin setelah sampai aku jarang bertemu kamu, tidak apa-apa kan! " kata hanna.


"tapi aku bolehkan ketemu kamu" kata longwei.


"tentu saja" jawab hanna.


Mereka pun melanjutkan makan bersama mereka dengan tenang, saat selesai makan mereka.


Waktu hanna berdiri sendiri di luar sambil melihat laut, tiba-tiba dari belakang longwei memeluk hanna.


"kamu bahagia? " tanya longwei, dengan memeluk dengan mesra hanna.


"sangat..bahagia, punya karier yang cerah dan punya calon suami yang sayang padaku. terus apa yang aku butuhkan" kata hanna.


"semua ini rasanya seperti mimpi" kata hanna.


Longwei pun membalikan badan hanna, dan mereka saling berhadapan.


"jika seperti itu, jangan kemana-mana tetaplah di sisiku" kata longwei.


"iya, aku tidak kemana-mana. aku akan selalu di sisi mu" kata hanna, dengan merangkul leher longwei.


Longwei yang mendengar itu merasa senang sekali, dengan senyum lebar di wajahnya.


Angin yang meniup wajah mereka, membuat suasana begitu romantis. rambut indah hanna menutupi wajahnya dan longwei membantunya menyingkirkan rambutnya, wajah mereka mulai mendekat dan ciuman panas pun mendarat di bibir mereka.