The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
gosip cherry jadi calon istri longwei



Setelah liburan mereka hanna pun sibuk dengan kuliah, webtoonnya ditambah lagi dia harus meeting dengan sutradara drama mengenai webtoonnya yang di buat drama TV.


Hanna sampai lupa makan dan kurang istirahat karena kesibukannya, biasanya longwei yang selalu mengingatkan hanna tapi sekarang dia sedang ada urusan diluar negeri yang harus ditanganinya sendiri, jadi tidak bisa menghubungi hanna beberapa hari ini.


Saat hanna keluar dari stasiun TV dengan wei yang menemaninya. "rasanya hari ini aku lelah sekali, wei! " kata hanna, sambil bersandar di bahu wei.


"kasihan sekali sahabatku ini! " seru wei, sambil membelai rambut hanna. "apa kita batalin saja kontrak dengan stasiun TV ini? " tanya wei.


"jangan! " jawab hanna, sambil menegakkan kepalanya. "kalau kita batalkan kontraknya penalti nya besar banget" kata hanna.


"tenang saja, calon suamimu kan orang terkaya di kota ini" goda wei.


Tiba-tiba hanna mencubit perut wei dengan lembut, "kamu ini, kamu anggap aku cewek mata duwita apa! " seru hanna, dengan mencubit perut wei.


"iya.., ampun fang! " seru wei, dengan ketawa karena cubitan hanna dia merasa geli.


Saat mereka bercanda, tiba-tiba mobil yang ditumpangi oleh cherry dan manajernya datang,tepat disamping mereka. Cherry yang melihat hanna dia berbicara keras-keras pada manajernya, sambil melirik hanna dan wei. "aku kemarin saat acara longwei memberiku kiriman bunga yang indah sekali" teriak cherry, dengan memberi kode pada manajernya.


"benar, pak longwei seperti sudah tergila-gila sama model cantik kayak kamu" kata manajernya, sambil melirik hanna dan wei.


"iya mungkin sebentar lagi dia pasti melamar ku" kata cherry, dengan lantang.


"selamat nona cherry, anda sebentar lagi akan jadi nyonya keluarga zhou yang terkaya" kata manajernya.


"ha.. " tawa cherry.


Saat mereka berjalan menjauh dari hanna dan wei, wei dan hanna melihat sikap mereka tadi ingin sekali tertawa terbahak-bahak.


"sebentar lagi dia akan melamar ku" kata wei, sambil meniru kata cherry tadi.


"sombong sekali, lihat ini cincin dari siapa! " seru wei, sambil menunjukkan tangan hanna yang ada cincin yang di beri oleh longwei.


Tiba-tiba punggung wei di pukul hanna. "praak" suara punggung wei, sampai dia condong ke depan.


"kenapa aku yang kamu pukul? " tanya wei, sambil memegang punggungnya.


"seharusnya cewek genit itu yang kamu pukul" kata wei, dengan kesal.


"kamu tau ini rahasia, kalau sudah waktunya aku jambak rambutnya dan aku acak-acak wajahnya" jawab hanna, dengan memasang wajah galaknya.


Wei yang melihat ekspresi sahabatnya yang seperti itu jadi takut. "kamu kalau marah menakutkan" kata wei, yang sedikit berjalan mundur.


"kenapa kamu malah mundur?, kamu bukan yang mau merebut longwei ku, kenapa harus takut? " kata hanna.


"cieee.. sekarang panggilnya longwei ku nih! " goda wei, sambil tersenyum.


"awas kamu ya wei! " seru hanna.


Wei pun berlari dan di kejar oleh hanna, mereka berdua terus bercanda dan saling menggoda.


Dua hari setelah kejadian di stasiun TV itu, gosip antara cherry dan longwei menjadi banyak yang dibicarakan oleh media. Hanna yang pagi-pagi sudah menyalahkan TV di rumahnya yang memberitakan kalau longwei akan menikah dengan cherry.


"apa longwei mau punya istri dua? " kata hanna, sambil duduk di sofa.


"calon istrinya itu disini! " seru hanna, yang kesal.


Tiba-tiba ponsel hanna berbunyi dan hanna mengambil ponselnya, dan ternyata yang meneleponnya adalah longwei. "yang di bicarakan sudah muncul batang hidungnya" kata hanna, sambil melihat ponselnya. Hanna pun lalu mengangkat ponselnya.


"sepertinya calon istriku sedang marah" kata hanna.


"siapa bilang aku calon istri mu, calonmu itu bukannya si cherry model genit itu" kata hanna, dengan menyindir.


"sayang itu hanya gosip" kata longwei.


"kenapa kamu tidak membantah berita itu? " tanya hanna, dengan nada kesal.


"itu hanya gosip kenapa harus dibantah, yang penting nanti aku akan menikah dengan mu" jawab longwei.


Hanna yang mendengar kata longwei jadi Senyam-senyum sendiri. "terserah kamu saja! " kata hanna, dengan senyum dibibirnya.


"sekarang jangan telepon aku kalau kamu tidak bisa menghentikan gosip itu" kata hanna.


"siapa yang mau menelepon mu? " tanya longwei. "cepat buka pintunya berat ini" kata longwei.


Hanna pun langsung bergegas kedepan pintu lalu membuka pintunya, hanna melihat longwei membawa seikat bunga yang cukup besar dan beberapa barang untuk hanna dengan memegangi ponselnya.


"kejutan! " seru longwei.


Hanna melihat itu menjadi senang sekali, wajahnya yang tadinya marah jadi berubah tersenyum.


"bagaimana apa kamu tidak merindukan ku? " tanya longwei.


Hanna pun mengambil bunga itu dan barang-barang ditangan longwei, longwei yang masih berdiri di depan pintu hanna.


Tiba-tiba hanna menarik dasinya dan memberikannya ciuman panas di pagi hari, longwei pun masuk ke rumah hanna. Secara tak sengaja jiang membuka pintu kamarnya dan akan keluar tidak sengaja melihat kejadian tadi.


"mereka itu tidak menghargai ponakannya yang jomblo ini, pagi-pagi harus melihat pemandangan yang buat aku iri" kata jiang, sambil menutup pintu rumahnya kembali.


Di dalam rumah hanna, mereka masih melakukan ciuman panas itu. Sampai membuat longwei jatuh di kursi sofa ruang tamu hanna, setelah itu hanna pun melepaskan ciumannya itu dan duduk di pangkuan longwei lalu tangannya memeluk lehernya.


"ada apa ini?" tanya longwei, sambil tersenyum lebar diwajahnya.


"tidak apa-apa!, aku tadi sedang kesal dengan calon istri bohongan mu" jawab hanna.


"kalau seperti itu, aku akan buat kamu tambah kesal saja biar dapat ciuman yang menggairahkan seperti tadi" kata longwei, dengan senyum.


Tiba-tiba hanna memukul dahi longwei dengan dahinya. "aww, sakit! " seru longwei, dengan memejamkan matanya.


"syukurin!, hatiku juga sesakit dahimu tiap hari lihat berita tentang kamu dan cherry" kata hanna, sambil melepas pelukannya dari leher longwei dan duduk di sebelah longwei.


"iya.. maaf aku salah! " seru longwei, dengan mengusap dahinya.


Hanna yang duduk menyilangkan tangannya dan memiringkan tubuhnya dari longwei, "aku gak mau cuma di bibir saja buktikan dengan tindakan" kata hanna, dengan tegas. "jika kamu tidak segera mengkonfirmasi hubungan mu dengan cherry aku anggap kamu menyukainya" kata hanna.


Longwei pun mengambil tangan hanna lalu mengusap-usapkan tangan hanna ke dahinya. "sakit! " seru longwei, dengan memasang wajah imutnya.


Hanna yang tadi marah wajahnya berubah jadi senang setelah melihat wajah imut longwei, lalu hanna mencium dahi longwei yang kesakitan tadi dan menciumnya. "apa masih sakit? " tanya hanna.


"sudah hilang" jawab longwei dengan senyum.


"sejak kapan pacarku ini jadi seimut ini" kata hanna, sambil memegang wajah longwei.