
Sudah beberapa hari setelah berita tentang longwei yang ada di seluruh kota, selama beberapa hari hanna juga belum mendapat berita darinya.
"tidak biasanya, dia absen tidak beri aku kabar" pikir hanna. "jangan berpikiran seperti itu Hanna, mungkin saja dia sibuk atau terjadi apa-apa dengannya" suara hati hanna, dengan memukul kepalanya sendiri.
wei yang melihat sahabatnya, seperti gelisah dia sedikit khawatir. "kamu tidak apa-apa fang? " tanya wei, sambil memandang hanna dengan tatapan khawatir.
"tidak apa-apa, aku cuma sedikit khawatir" jawab hanna, sambil menghela napas panjang.
"pasti karena kabar itu? " tanya wei.
"bukan karena itu, beberapa hari ini longwei tidak beri aku kabar. jadi aku khawatir kalau terjadi apa-apa" kata hanna.
"jangan khawatir jika ada hal buruk terjadi pada kak longwei, seluruh kota pasti tau contoh gosip nya dengan model cherry" hibur wei.
"kamu benar juga" kata hanna.
"daripada pikiran kita kemana-mana, bagaimana mana kalau kita pergi keluar? " tanya wei, wei pun berdiri dan berjalan menghampiri hanna.
"ayo..! " ajak wei, dengan menyeret tangan hanna.
Dengan terpaksa hanna menurutinya, "iya, aku siap-siap dulu" seru hanna.
"aku tunggu ya! " seru wei.
Hanna pun masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi bersama wei, tak beberapa lama hanna pun keluar dari kamarnya dan mereka berdua pun pergi untuk jalan-jalan.
Di lift hanna dan wei bertemu dengan jiang. "kalian berdua mau pergi kemana? " tanya jiang, sambil menekan tombol lift untuk mereka.
Mereka pun masuk kedalam lift, "kami mau jalan-jalan, kamu mau ikut? " tanya hanna.
"iya kalau pergi rame-rame pasti seru! " kata wei.
"boleh juga, aku juga bosen di rumah terus" kata jiang, dia lalu melepas tombol liftnya dan menekan lantai dasar. Liftnya pun tertutup mereka kemudian pergi bersama-sama untuk jalan-jalan.
Diperjalanan tiba-tiba jiang menanyakan hubungan hanna dengan pamannya. "fang kamu apa sudah putus dengan pamanku? " tanya jiang.
"kami masih baik-baik saja" jawab hanna, dengan kesal.
"bisa gak hari ini kita gak usah menanyakan hubungan hanna dan pamanmu itu, kita disini mau bersenang-senang" kata wei, dengan kesal.
"iya kita mau melupakan sejenak masalahku dan kamu malah merusak suasana dengan menyebut namanya" kata hanna, dengan senyum.
"kalau begitu, aku minta maaf" kata jiang, dengan wajah yang menyesal. Tiba-tiba saja mereka berdua tertawa terbahak-bahak melihat wajah jiang itu.
"ha.. " tawa mereka, mereka berdua menertawakan jiang bersama-sama. "kami hanya bercanda" kata wei, sambil tahan tawa.
"iya, kami hanya menggodamu saja" kata hanna. "kamu tenang saja hubungan kami baik-baik saja, dan kami jalan-jalan karena bosan di rumah terus" kata hanna, dengan senyum.
"kalian berdua ini, suka sekali ngerjain orang! " kata jiang, dengan kesal. Hanna dan wei pun menertawakan jiang.
Saat bertiga masuk mall, didalam mall sangat ramai sekali. "emangnya ada acara apa? " tanya hanna, sambil melihat sekeliling.
"apa kamu tidak lihat, itu! " kata wei, dengan menunjukkan poster peragaan busana.
"tentu saja ramai, modelnya dia! " seru jiang, sambil membaca poster itu.
"pacarnya longwei! " seru mereka bertiga. Mereka bertiga yang merasa lucu menjawabnya bersama-sama dan mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak. Semua orang yang disekeliling mereka memperhatikan mereka.
"ha.. " tawa mereka bertiga.
Tak beberapa lama mereka berhenti tertawa. "sudah, nanti orang pikir kita bertiga orang gila! " seru hanna, dengan menahan tawa.
"iya" kata wei.
"ayo kita jalan! " kata jiang.
Mereka bertiga kembali jalan-jalan di mall itu dan berbelanja beberapa barang.
"kita pulang saja, hari ini aku lelah sekali" kata hanna.
"iya, aku juga" kata wei.
"males ah! " seru hanna.
"aku juga penasaran fang, ayo kita lihat bentar! " seru wei.
"bentar saja, ya! " kata hanna.
Mereka bertiga pun turun untuk melihat peragaan busana yang modelnya adalah cherry, mereka pun duduk di bangku penonton. Tak beberapa lama acara dimulai dan model cherry yang ditunggu mereka pun muncul.
"cantik juga" kata jiang, dengan kagum.
"mata laki-laki kalau lihat cewek cantik gak berkedip" sindir wei.
"biarkan wei, kalau dia tidak kagum sama cewek secantik cherry berarti dia selera nya pria" canda hanna, dengan tertawa.
"ha.. " tawa mereka berdua.
"kalian berdua suka sekali goda aku" kata jiang, dengan cemberut.
Setelah acara selesai tiba-tiba, muncul longwei dari belakang penonton.
"apa dia disini untuk bertemu cherry? " kata semua penonton disana.
"lihat pamanku datang" kata jiang, sambil menoleh kearah pamannya.
"lihat tuh, si cherry turun panggung untuk menyambutnya" kata wei, dengan kesal. sambil berbisik pada hanna.
"kamu jangan seperti itu" kata hanna.
Longwei pun berjalan menerobos dari bangku penonton yang dibantu oleh para bodyguard nya dan bolin, cherry pun tepat berdiri di depan hanna.
"kak longwei datang kemari!" seru wei, sambil berbisik di telinga hanna.Hanna yang menanggapi kata wei hanya tersenyum.
Cherry yang memasang senyum diwajahnya, karena bahagia dihampiri oleh longwei pria paling kaya di kota ini. "dia menghampiri aku, biar pun wajahnya jelek tapi yang penting uangnya banyak" pikir cherry, sambil tersenyum memandang longwei. Tapi longwei bukan menghampirinya tapi hanya melewati cherry saja dan itu membuat cherry marah.
"emangnya siapa sih, yang menarik perhatian longwei si jelek itu? " pikir cherry, dengan membalikan badannya.
"halo kak longwei! " sapa wei.
"wei, terima kasih kamu sudah nemenin fang" kata longwei.
"sama-sama kak" kata wei.
"ayo kita pulang, aku rindu sekali dengan mu! " seru longwei, dengan senyum
"paman tidak merindukan ku? " tanya jiang.
"bolin" panggil longwei.
"ya pak" jawab bolin, yang ada disebelah longwei.
"kamu bawa nona wei dan jiang pulang, saya mau pergi berdua dengan fang" perintah longwei.
"baik pak" kata bolin.
Longwei dan hanna pun pergi bersama sambil menggandeng tangan hanna. Cherry yang merasa dicuekin longwei merasa kesal saat dia mau mengikuti mereka dia diadang oleh bodyguard longwei. "sial, siapa gadis itu? " tanya cherry.
Mereka berdua pun masuk mobil dan meninggalkan mall itu, longwei pun mencium tangan hanna sambil tangan satunya memegang setir.
"beberapa hari ini kamu kemana? " tanya hanna, "tidak kirim aku pesan maupun telepon juga gak aktif, kamu sudah buat aku khawatir tau! " kata hanna, yang marah.
"iya, maaf" kata longwei.
"aku kira kamu sibuk dengan model cantik mu itu si cherry" kata hanna, dengan kesal.
"pacarku ini bisa cemburu juga" goda longwei.
"buat apa aku cemburu, sama si genit itu" kata hanna, yang kesal. "kamu itu sudah jadi milikku dan orang lain tidak boleh memilikinya" kata hanna, dengan tegas.
Longwei yang daritadi senyum terus mendengar ucapan hanna. "saat dia cemburu wajahnya benar-benar imut" pikir longwei.