The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
permintaan zhi peng pada hanna



Keesokan harinya seperti biasa wei datang untuk membantu hanna dalam pekerjaannya, suara pintu rumah hanna pun terbuka ternyata wei datang. "pagi fang" sapa wei, sambil membawakan camilan untuk mereka.


"pagi wei" jawab hanna, yang baru keluar dari kamar tidurnya.


"kamu baru bangun tidur? " tanya wei, sambil meletakan barang bawaannya ke dapur.


"iya, kemarin aku sedang begadang" jawab hanna. "kamu bawa apa nih? " tanya hanna, yang menghampiri wei.


"aku bawa camilan untuk kita, yang kamu pesan kemarin" jawab wei, yang berjalan ke ruang tamu sambil menyalahkan TV disana.


"kalau gitu aku mau ke kamar mandi dulu" kata hanna, yang berjalan ke kamar mandi.


"ok" kata wei, sambil duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV.


Saat hanna sedang sikat giginya, tiba-tiba wei berteriak padanya.


"fang cepat kemari! " teriak wei.


"ya!, bentar" teriak hanna.


"memangnya ada apa si" suara hati hanna, sambil mengosong giginya.


Tak beberapa lama hanna keluar dari kamar mandinya.


"emangnya ada apa wei? " tanya hanna, "aku ini mau mandi nanti bisa kan" kata hanna.


"ini tidak bisa nanti calon suami mu sedang melakukan konferensi pers" kata wei, yang sedang nonton.


Hanna pu yang penasaran akhirnya ikut wei duduk di sofa nonton konferensi pers nya longwei.


"itu pasti tentang gosip antara dia dengan si genit cherry" kata wei.


"mungkin juga masalah pekerjaannya" kata hanna.


"kamu itu terlalu berpikiran positif sama kak longwei" kata wei.


"biarin, aku percaya dia tidak akan mengkhianati ku" kata hanna, sambil menyakinkan dirinya.


"iya nyonya! " seru wei, sambil tertawa.


Ternyata longwei mengumumkan kalau dia tidak ada hubungan apa pun dengan cherry, dan dia juga mengumumkan akan segera melangsungkan pernikahannya secepatnya.


"kau dengar itu! " seru wei, sambil menyenggol tangan hanna. "jadi kalian akan menikah, wah selamat ya! " seru wei, dengan senyum di wajahnya.


"aku juga tidak tau masalah itu" kata hanna.


Tiba-tiba ponsel hanna berbunyi, hanna pun berdiri mengambil ponselnya di kamar.


"itu pasti longwei" kata wei, yang sangat senang mengoda hanna.


"jangan asal nebak! " seru hanna.


Di kamar dia melihat panggilan ponselnya ternyata itu kak zhi peng, dia lalu mengangkatnya.


"halo sudah lama kak zhi peng tidak menghubungi ku, ada apa ya kak? " tanya hanna.


"maaf aku terlalu sibuk sampai-sampai tidak bisa menghubungimu" jawab zhi peng.


"aku mengerti" kata hanna.


"bagaimana kabar adikku tersayang? " tanya zhi peng.


"aku baik-baik saja" jawab hanna.


"ada apa nih, baru ingat dengan adiknya? " tanya hanna.


"minggu depan aku dan liling akan menikah" jawab hanna.


"wah, selamat kak! " seru hanna.


"Terima kasih" kata zhi peng.


"apa longwei tau? " tanya hanna.


"tentu saja, dia orang pertama yang tau" jawab zhi peng.


"tunggu, longwei bukan sebutan kakak" kata zhi peng, dengan mengoda hanna.


"kakak pasti tau lah, dia juga sudah cerita bukan" kata hanna.


"iya.., dia sudah ceritakan semuanya pada kami" kata zhi peng.


"sekarang terus terang saja, kakak mau bantuan apa dari ku? " tanya hanna.


"begini adikku sayang, kakakmu ini pria sibuk minta bantuan mu untuk menemani liling pilih baju pengantin untuknya" kata zhi peng.


"aku sudah minta izin sama pacarmu, katanya tanya saja sama fang" kata zhi peng.


"gimana apa kamu bisa menolong kakakmu yang malang ini? " tanya zhi peng.


"baiklah" jawab hanna.


"kapan? " tanya hanna.


"besok sore" jawab zhi peng.


"ok! " seru hanna.


"terima kasih adikku yang cantik" kata zhi peng.


"nanti tempatnya aku kirim pesannya" kata zhi peng.


"aku tutup dulu ya" kata hanna.


"besok ya, jangan lupa! " kata zhi peng.


"iya.. " kata hanna.


Mereka berdua pun menutup ponsel mereka, dan hanna keluar dari kamar.


"lama sekali mengangkat telepon" kata wei. "pasti dari kak longwei! " seru wei, dengan menggoda hanna.


"kamu salah" jawab hanna. "itu dari kakak zhi peng" kata hanna.


"ada apa tumben dia telepon? " tanya wei, dengan penasaran.


"dia mau menikah" jawab hanna.


"apa! " seru wei, yang kaget. "siapa yang mau dengan cowok tengil kayak gitu? " tanya wei.


"liling" jawab hanna.


Keesokan harinya sesuai permintaan zhi peng hanna menemani liling di butik untuk memilih gaun pernikahan, dia melihat cherry di sana ternyata tepat di dalam butik itu ada pemotretan untuk gaun pernikahan.


"kenapa hari ini aku soal sekali, melihat si genit disini? " suara hati hanna. Hanna pun terus berjalan melewatinya dan masuk didalam butik karena liling sedang menunggunya.


Cherry yang sedang melihat kalau ada hanna disana, dia pun berlari menghampirinya. "fang! " panggil cherry.


Hanna pun berhenti, "kenapa dia tau namaku? " suara hati hanna. Dia lalu menoleh kearah cherry.


"apa yang kamu lakukan disini? " tanya cherry.


"aku mau bertemu temanku" jawab hanna.


"dari mana kamu tau namaku? " tanya hanna, yang penasaran.


"dulu aku kira kamu kekasih longwei, ternyata kamu itu saudaranya" kata cherry, dengan senyum diwajahnya.


"aku memang kekasihnya dasar bodoh! " suara hati hanna. Saat hanna mau menjelaskan siapa dirinya pada cherry tiba-tiba fotografer dari cherry menghampiri mereka.


"cherry kamu kenal gadis ini? " kata fotografer itu.


"dia temanku" jawab cherry.


"bagus kalau begitu" kata fotografer itu.


"aku mau pergi dulu" kata hanna.


"tunggu nona! " seru fotografer itu.


"emangnya ada apa? " tanya cherry.


"model yang berpasangan dengan mu mengalami kecelakaan, jadi saya bisa minta tolong untuk sebentar saja jadi model pengantin itu" kata fotografer itu.


"tapi teman saya sudah menunggu" kata hanna. Tiba-tiba dibelakang hanna sudah ada liling yang menghampiri mereka.


"ternyata kamu disini fang! " seru liling.


Hanna pun langsung menoleh kearah liling. "kak liling, kenapa bisa kemari? " tanya hanna.


"aku kira kamu tersesat, jadi aku keluar untuk mencarimu" jawab liling.


"ada apa ini? " tanya liling.


"jadi ini temanmu itu? " tanya fotografer itu.


"iya" jawab hanna.


"saya mau minta tolong sama nona ini untuk jadi model sementara bersama cherry" kata fotografer itu.


"model baju pengantin" kata liling.


"betul nona" kata fotografer itu.


"silahkan saja, saya juga tidak buru-buru" kata liling.


"kenapa kak liling izinkan? " tanya hanna, dengan berbisik di telinga liling.


"karena aku mau lihat wajah gadis pengoda itu tau seberapa cantik saingannya itu" jawab liling, dengan berbisik di telinga hanna.


"sudah sana, aku juga mau melihat kamu secantik apa memakai baju pengantin itu" kata liling.


"tapi aku malu kak" kata hanna.


"tenang saja ada aku! " seru cherry.


Hanna pun akhirnya ikut bersama mereka dan ditemani oleh liling, dan dia mengirim pesan pada longwei.


Longwei yang ada di kantor sedang rapat jadi tidak tenang setelah mendapat pesan dari liling.


"pak ada apa? " tanya bolin.


"aku jadi penasaran seberapa cantiknya dia nanti" jawab longwei.


Bolin pun binggung dengan jawaban dari longwei, "apa yang buat bosku ini sepenasaran itu, sampai-sampai wajahnya jadi senyum terus" suara hati bolin.