The Unlucky And The Ugly

The Unlucky And The Ugly
malam romantis mereka



Saat malam hari pun tiba, hanna yang masih ada di dalam kamarnya, dia takut untuk keluar karena hanya berdua saja dengan longwei disana.


Tiba-tiba ponsel hanna berbunyi, ternyata itu pesan masuk dari longwei. Di dalam pesannya bertuliskan untuk menyuruh datang di pesta kembang api disana malam ini.


"enak saja menyuruh orang, aku kemari kan tidak bawa baju ganti apa lagi gaun pesta" kata hanna, dengan kesal.


Tiba-tiba saja pintu kamar hanna ada yang mengetuk. "tok.. " suara pintu kamar hanna.


 Hanna pun membuka pintunya. "siapa? " tanya hanna, sambil membuka pintu kamarnya. Saat membuka pintu hanna melihat tiga wanita ada yang bawa banyak baju dan tas make up. "siapa kalian? " tanya hanna.


"kami disuruh tuan longwei mengurus nona fang untuk bersiap-siap" jawab salah satu dari gadis itu.


Mereka pun segera masuk ke kamar hanna, dan mendadani hanna dari ujung rambut sampai kaki. Selama tiga jam mereka mendandani hanna dengan mengunakan gaun, rambut yang di tata rapi dan wajah yang sudah di make up. Hanna terlihat malam ini sangat cantik. "nona cantik sekali, tuan longwei pasti tergila-gila pada anda" kata gadis yang merias hanna.


Hanna juga mengagumi wajahnya. "aku baru tau kalau aku bisa secantik ini" pikir hanna. "terima kasih, kalian sudah membuat aku secantik ini" kata hanna, dengan tersenyum.


"sama-sama nona" jawab mereka, dengan serentak.


Hanna pun keluar dari kamarnya dan turun kebawah untuk menemui longwei. Hanna melihat longwei dengan memakai jas sedang berdiri memandang ke jendela melihat laut. "dia juga terlihat tampan dari biasanya" suara hati hanna.


"kamu sedang ngapain disana? " tanya hanna.


Longwei pun berbalik badan melihat kearah hanna, longwei yang melihat hanna yang begitu cantik dia pun tidak bisa berkata-kata. "hari ini kamu sangat cantik" puji longwei, dengan berjalan kearah hanna.


"emangnya tiap hari aku tidak cantik" kata hanna, dengan berpura-pura marah.


"kamu itu, dipuji salah gak dipuji tambah marah" kata longwei, dengan kesal.


Hanna pun berjalan lebih dekat kearah longwei, lalu dia memeluk longwei dengan eratnya. "maaf, aku cuma bercanda saja" kata hanna, sambil menghibur longwei.


"kalau gitu buat aku tidak marah lagi" kata longwei.


"baik" jawab hanna. Lalu tiba-tiba hanna mencium longwei dengan sangat mesra dan ciuman itu pun bersambut.


Tak lama setelah mereka bercium, hanna mengatakan kata yang sudah ditunggu longwei. "aku sangat merindukanmu" kata hanna, dengan nada manis.


Longwei yang mendengar itu merasa senang sekali sampai tidak bisa berkata-kata. "aku juga sama" kata longwei, dengan senyum di bibirnya.


Malam itu mereka menikmati makan malam berdua sambil menyaksikan kembang api. Tiba-tiba sekelompok pemusik mengelilingi mereka dan mengiringi mereka lagu yang romantis, lalu longwei pun berdiri mendekati hanna dan berlutut dan memberikan hanna sebuah cincin yang terbuat dari taburan berlian. "fang aku bukan pria yang romantis dan tampan, tapi aku mau kamu menemani pria yang jelek dan tidak romantis ini seumur hidupnya" kata longwei, dengan memandang hanna. "jadi maukah kamu menikah dengan ku? " tanya longwei.


Hanna yang diperlakukan longwei seperti itu menjadi terharu. "sejak kapan longwei menjadi seromantis ini? " suara hati hanna.


"jangan biarkan aku berlutut terlalu lama" kata longwei.


Tiba-tiba hanna mencium kening longwei dan menatap matanya. "aku gak mau memakainya" kata hanna.


Longwei pun berdiri dan menatap hanna."jadi maksudmu kamu tidak menerima lamaranku "kata longwei, yang merasa kecewa.


" aku belum selesai bicara, aku memang tidak mau memakainya jadi kamu yang harus memakaikannya "kata hanna.


Longwei yang tadinya merasa kecewa, sekarang merasa senang sekali mendengar perkataan hanna." jadi kamu setuju! "seru longwei.


" iya"jawab hanna.


"aku lihat dari tadi kamu tidak minum whisky? " tanya longwei.


"aku tidak kuat minum, jika aku mabuk aku punya kebiasaan buruk" jawab hanna.


Saat mereka menikmati malam yang indah itu, tiba-tiba longwei mendapat telepon dari cherry, hanna melihat itu ingin marah tapi tidak bisa akhirnya dia tidak sengaja mengambil botol whisky dan menuangkan kedalam gelasnya dan meminumnya.


"ya ampun, ini bukan jus tapi whisky. aku salah ambil" suara hati hanna, sambil memandang gelasnya. Tiba-tiba hanna merasa pusing, pandangannya jadi kabur. "apa aku mulai mabuk? " suara hati hanna, sambil memegang kepalanya dengan memandang longwei yang daritadi menerima telepon dari cherry.


"dasar pria pembohong, katanya dia hanya menyukai ku" kata hanna, dengan mabuk. "jika seperti ini aku mau kembali ke duniaku, aku rindu mama dan seluruh keluarga ku" kata hanna, dengan menatap longwei.


Tiba-tiba hanna menangis dengan kencangnya. "ahaha.. " suara tangis hanna. Longwei pun kaget lalu menutup pembicaraannya dengan cherry.


Longwei langsung berlari menghampiri hanna, "kamu kenapa, kenapa sampai menangis? " kata longwei, yang khawatir. Longwei pun menghapus air mata di pipi hanna, "ada apa dengan mu? " tanya longwei.


"aku mau pulang" jawab hanna, sambil menangis.


"besok kita pulang ke apartemen mu fang" kata longwei, dengan memandang hanna.


"bukan kesana tapi ke duniaku yang ada mama, ayah dan saudara-saudaraku" kata hanna, yang mabuk.


"apa yang kamu maksud?, kamu hanya punya aku seorang" kata longwei, yang binggung dengan apa yang dibicarakan hanna.


"disini aku hanya punya kamu, tapi di duniaku aku punya keluarga besar" kata hanna, yang mulai berbicara ngelantur.


"apa kamu mabuk?" tanya longwei, sambil mencium gelas yang diminum hanna.


"berapa gelas yang kamu minum? " tanya longwei.


"satu" jawab hanna, sambil menunjuk satu jari pada longwei.


"kamu benar-benar gak kuat minum" kata longwei.


"he.. " senyum hanna.


"kamu jahat bilang saja kamu suka dengan cherry, kamu menerima telepon darinya benar-benar lembut" kata hanna, dengan marah.


"jadi kekasih ku ini mabuk gara-gara cemburu, aku dan cherry hanya sebatas bisnis saja" kata longwei, yang tersenyum.


"lihat kamu senyum lagi, jika kamu senyum kamu buat aku jadi tidak bisa melepasmu" kata hanna, sambil menatap longwei dalam-dalam. Lalu dia meneteskan airmata nya.


"kamu menangis lagi" kata longwei.


Lalu hanna memeluk longwei, "tidak" kata hanna, dengan pelan.


"aku akan bawa kamu ke kamarmu" kata longwei. Dia pun menggendong hanna yang sedang mabuk itu dan hanna terus memeluk longwei dengan eratnya.


Sesampai di kamarnya hanna juga tidak mau turun dari gendongan longwei.


"turunlah kita sudah sampai ke kamarmu! " seru longwei.


Hanna hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.