
"apa yang sedang kalian lakukan disini? " tanya longwei dengan marah.
melihat kedekatan mereka longwei tidak menyukainya,walaupun jiang adalah keponakannya sendiri.
setelah ditegur longwei, mereka berdua melihat di dalam mobil itu adalah longwei. Hanna merasa malas meladeni longwei, dia berniat pergi dari sana.
Tiba-tiba saja tangan Hanna di pegang jiang, jiang yang tidak menginginkan hanna pergi sendirian.
"kamu mau kemana? " tanya jiang.
"tentu saja ke kampus! " seru hanna.
longwei yang tidak bisa menahan amarahnya melihat jiang memegang tangannya, dia langsung keluar dari mobilnya dan memisahkan tangan mereka.
"ahh.., sakit! " seru hanna.
longwei hanya terdiam saja sambil menggandeng tangan hanna dengan paksa.
"kita mau kemana?" tanya hanna. dengan berusaha melepaskan tangannya dari pegangan longwei.
longwei hanya terdiam sambil memaksa hanna masuk mobil.
"kamu masuk, ikut dengan ku! " seru longwei. sambil memaksa hanna untuk masuk ke mobilnya dan menutup pintu mobilnya.
"tapi aku.. " kata hanna,yang terhenti karena longwei menutup pintu mobilnya.
longwei pun berbicara dengan jiang dengan nada tinggi.
"aku tidak suka kamu memegang calon istriku! " seru longwei.
"kamu berangkat sendiri saja ke kampusmu" kata longwei, longwei pun berjalan ke tempat duduk pengemudi dan dia untuk menyalahkan mesin mobilnya, lalu pergi meninggalkan jiang sendiri.
"kalau paman cemburu menakutkan" kata jiang. jiang pun pergi sendiri ke kampusnya.
sedangkan di dalam mobil hanna dan longwei terdiam saja, didalam mobil suasana terasa canggung antara mereka berdua.longwei mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, itu membuat hanna ketakutan sampai dia memegang sabuk pengamannya dengan erat.
"apa kamu sudah gila? " teriak hanna. dia sampai menutup matanya karena ketakutan.
longwei tidak memperdulikan apa yang di katakan hanna dia terus saja mengemudi seperti itu, tiba-tiba longwei menghentikan mobilnya di dekat taman yang ada di kampus hanna.
"apa aku masih hidup? " pikir hanna. dia langsung membuka matanya, dia melihat ada di sebuah taman dekat kampung.
"aku kira aku sudah mati" kata hanna.
"kalau mau mati, mati sendiri saja jangan ajak orang! " seru hanna.
"kamu tau rasanya jantungku mau copot" kata hanna. sambil memegang dadanya, tiba-tiba saja longwei melepaskan sabuk pengamannya mendekati hanna jarak mereka sangat dekat membuat mata hanna melotot.
"ap..a mau mu? " kata hanna. dengan gugupnya berbicara dengan longwei yang ada di depannya.
"aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan pria lain! " seru longwei. dengan menatap hanna dengaan tajam.
hanna pun tersenyum dengan sikap cemburu longwei, longwei yang heran dengan arti senyuman hanna padanya.
hanna pun merangkul leher longwei dan menariknya kearahnya.
"jadi kamu marah karena aku dekat dengan jiang tadi, tapi bukannya kita sudah putus. dan kamu tidak berhak melarang ku untuk dekat dengan siapa pun" kata hanna.
"siapa bilang aku mau putus? " kata longwei. dengan suara tegas.
lalu hanna mencium bibir longwei, dan itu membuat longwei sangat kaget dengan ciuman dadakan hanna tadi.
"apa artinya ini?" tanya longwei.
"apa kamu tidak mau putus dengan ku? " tanya longwei.
"jika tanya satu-satu, jadi aku binggung mau jawab yang mana? " kata hanna. yang senang bisa mengoda longwei.
"apa kamu masih mau putus? " tanya longwei. yang penasaran dengan jawaban hanna.
"kalau aku mau putus, kamu bukan aku cium tapi aku pukul " kata hanna. sambil senyum di wajahnya.
akhirnya wajah longwei yang tadi terlihat cemberut dan marah, sekarang dia tersenyum. mereka berdua pun tertawa bersama, sampai hanna lupa kalau dia harus masuk kuliah.
"sekarang jam 9" jawab longwei. sambil lihat jam di tangannya.
"jam 9! " seru hanna, karena kaget kalau dia lupa harus masuk kuliah.
Dengan buru-buru hanna pergi meninggalkan longwei dengan mobilnya, tiba-tiba hanna berbalik badan dan berlari ke arah longwei.
"apa ada yang ketinggalan? " tanya longwei.
"ada" jawab hanna. Hanna tiba-tiba mencium longwei lagi.
"sudah! " seru hanna. dengan senyum diwajahnya, dia langsung berlari ke kampusnya sambil melambaikan tangannya kepada longwei.
Longwei juga membalas lambaian tangan hanna, sambil terus tersenyum diwajahnya.
"hati-hati! " teriak longwei.
longwei pun menelepon bolin untuk menyuruh, agar kelas hanna jadwalnya bisa lebih lama agar hanna tidak telat masuk kuliahnya.
hanna yang sudah ada di kelas dia merasa heran kenapa belum juga ada siswa yang lain.
"dimana mereka? " tanya hanna.
"kelas sudah bubar" kata hanna.
lalu ada siswa lain masuk ke kelas hanna, dan hanna pun menanyakan padanya.
"apa kelas sudah selesai? " tanya hanna.
"kelas belum dimulai" jawab siswa itu.
"kamu tidak dapat pesan kalau kelasnya dimundurkan jam setengah 10" kata siswa itu.
"Syukurlah aku kira, aku sudah telat! " kata hanna. dengaan perasaan lega.
"kamu juga murid disini? " tanya hanna.
"iya" kata siswa itu. siswa itu bernama li wei dia murid yang sama dengan hanna jurusan desain.
"namamu siapa? " tanya hanna.
"saya li wei" kata wei.
"saya li fang" kata hanna. mereka berdua pun berjabat tangan.
saat kelas hanna sudah selesai wei dan hanna pun keluar dari kelas mereka, sekarang wei dan hanna sudah menjadi sahabat mereka sama-sama juga menyukai membuat webtoon.
saat hanna lagi asyik ngobrol dengan wei, tiba-tiba dia mendapat pesan dari club anime yang mengundang hanna untuk pesta penyambutan anggota baru.
"siapa fang? " tanya wei.
"ini aku dapat pesan dari club anime untuk datang kesana" kata hanna. sambil lihat ponselnya.
"kamu juga ikut club itu? " tanya wei.
"iya,apa kamu juga ikut? " tanya hanna.
"iya, kalau gitu kita sama-sama saja kesana" ajak wei.
"ayo! " seru hanna.
mereka berdua pun pergi kesana bersama-sama, karena minat mereka sama yang mereka bicarakan tentang komik, anime apa yang mereka sukai dan webtoon apa saja yang sudah pernah mereka buat.
tak beberapa lama mereka sampai ke club anime ada sekitar 5 anggota baru dan ada juga kakak senior disana, kakak senior mulai menyuruh untuk memperkenalkan mereka satu persatu.
saat giliran hanna semua mata memperhatikannya terutama jiazhen, hanna gadis yang cantik di club itu, kebanyakan anggota di club itu laki-laki yang wanita hanya wei dan hanna.
"halo nama saya li fang, kalian bisa memanggilku dengan fang" kata hanna. dengan gugup saat memperkenalkan dirinya di depan para seniornya, setelah memperkenalkan dirinya dia pun kembali duduk kembali di kursi sebelah wei.
mereka pun menyambut hanna dengan sangat meriah, dan mereka mengadakan pesta penyambutan di sebuah rumah makan milik jiazhen. Kesempatan untuk mendekati hanna tidak di buang sia-sia oleh jiazhen selama pesta penyambutan dia selalu berusaha mencari perhatian hanna.