
Jane aeri kugimiya.
terlahir dari darah campuran, dimana mama nya thailand dan papa nya jepang. Jane lahir di thailand dan menghabiskan masa kecil dan remaja nya di tokyo, dimana orang tua nya memilih menetap disana sejak jane masih kecil.
begitu memasuki usia dewasa jane memilih tinggal di thailand, sekaligus mendaftar di universitas ternama yang yang ada di bangkok. tentu saja jane tidak sendiri, dia di temani adik angkat nya yang memang selalu mengikuti kemana jane pergi sejak dulu. sampai saat di tahun ke-2 jane mulai memiliki banyak pengikut di media sosial nya, dan sejak itu mulailah jane menerima beberapa jasa endorse dari beberapa brand lokal, sampai dimana jumlah pengikut nya semakin naik hingga mencapai jutaan followers dan semakin banyak juga brand-brand dari merk terkenal yang mulai menawarkan kerja sama dengan nya.
kini jane menempati posisi influencer ke-2 dengan pengikut terbanyak di thailand dengan pengikut 11,7 M. semakin banyak orang-orang yang ingin bekerja sama dengan nya, semakin banyak juga media-media yang mulai memberitakan tentang kehidupan pribadi jane sendiri. tapi memang pada dasar nya jane tidak terlalu minat di bidang entertaiment, apalagi memanfaatkan kepopuleran nya untuk semakin menunjang karir nya agar semakin di kenal lebih banyak orang lagi. tentu saja jane tidak melakukan hal itu.
jane bahkan selalu menolak undangan stasiun televisi setiap kali meminta nya menjadi pembicara atau sekedar di wawancara. jane selalu menegaskan kalau dia hanya menerima undangan jika itu untuk acara fashion atau acara amal dan sejenis nya. bukan untuk acara yang hanya membahas masalah pribadi nya dan gosip-gosip yang selalu mengikuti nya dengan berbagai macam berita yang tidak benar.
jane sendiri terkenal dengan sebutan selebriti event. itu di karena kan jane yang hanya menerima tawaran pekerjaan pada brand-brand international atau brand lokal yang juga sudah memiliki nama yang cukup bagus. tapi tidak sedikit juga yang selalu membuat gosip kalau jane adalah selebriti yang sangat sombong. angkuh dan nakal. banyak dari beberapa akun gosip yang membuat berita dengan merilis foto dimana saat jane tengah mengunjungi bar dan club malam. foto-foto jane yang sedang berpesta sudah banyak sekali di keluarkan oleh oknum tertentu dengan tujuan membuat citra jane menjadi sangat buruk. tapi dengan sikap jane yang selalu tidak memperdulikan segala hal gosip tentang nya, tidak membuat karir nya meredup sedikit pun. jane tetap sangat profesional dengan segala kontrak pekerjaan nya.
"apa ini apartemen mu..?" tanya jane begitu nine berhasil membawa nya ke apartemen win
"milik teman ku. dia menawarkan ku agar aku memakai nya.." jawab nine dengan jujur dan mempersilahkan jane untuk duduk sedangkan diri nya berjalan menuju ke arah dapur, membuka sebuah lemari kaca dimana ada koleksi alkohol win yang cukup lengkap. nine mengambil 3 botol wine berukuran besar dan membawa nya ke ruang tamu dimana jane tengah berdiri di dinding kaca apartemen itu menatap ke arah pusat kota
"pemandangan nya bagus." puji jane berbalik ke arah nine dengan senyuman puas nya. berjalan kembali ke arah sofa untuk duduk, dimana nine sudah menuangkan wine ke gelas kosong
"bukan nya phi juga memiliki apartemen yang lebih bagus dari ini." ucap nine beranjak dari duduk nya untuk mengambil posisi duduk tepat di sebelah jane
"hee.. tentu saja aku memiliki beberapa apartemen mewah dengan pemandangan yang jauh lebih bagus dari ini" akui jane dengan lembut menatap ke arah nine "hanya saja akan lebih menyenangkan jika suasana bagus dan pemandangan bagus juga di nikmati dengan pasangan yang bagus." tambah jane meminum wine nya. dengan tatapan nya yang masih melirik lurus ke arah nine
"kalau begitu phi bisa mengundang ku minum di tempat phi. aku yakin suasana disana akan langsung berubah dengan hanya ada nya aku." ucap nine tersenyum menanggapi gurauan jane yang seakan memancing nya
"sudah aku bilang. Aku tidak bermain dengan pelajar, apalagi dengan pria yang usia nya jauh di bawah ku." jane merebahkan kepala nya di sandaran sofa nyaman dengan pandangan nya tertuju ke langit-langit
"tapi bukan kah nyata nya sekarang phi sedang bermain-main dengan ku." nine tersenyum ke arah jane "jangan meremehkan seorang pelajar phi. Lagi pula aku tidak sama dengan pelajar-pelajar yang phi maksud itu."
"tidak apa-apa. Tapi Mungkin setelah malam ini pemikiran phi akan berubah" celetuk nine menuangkan kembali wine ke-2 gelas kosong di hadapan nya
"kita lihat saja nanti."
Jane dan nine mulai menghabiskan waktu mereka dengan menikmati bergelas-gelas wine. Dengan obrolan kedua nya yang semakin seru dari waktu ke waktu. Jane tipe perempuan yang cukup kuat dengan yang nama nya alkohol, sedangkan untuk level nine sendiri, kapasitas nya terhadap alkohol jauh di atas jane. Jadi bisa di bilang pertarungan ini, nine hanya menemani jane, menyenangkan hati nya sebelum rencana nya sendiri di mulai.
Waktu berlalu dengan begitu cepat. 3 jam sudah nine memanjakan sosok jane dengan berbotol-botol koleksi alkohol win. Dan kini kondisi jane sudah benar-benar mabuk. jane juga sudah bertingkah dengan begitu bebas, tidak memperdulikan pandangan tajam sosok lelaki yang terus memperhatikan setiap gerak gerik nya.
"jangan bertingkah begitu menggemaskan seperti itu. aku akan ragu untuk melakukan apapun pada mu phi.." ucap nine tersenyum memandang ke arah jane. dimana jane yang tengah duduk di lantai dengan terus memegang gelas minuman nya.
"kenapa.. orang-orang selalu melarang.. ku, untuk minum..hiks..hiks.. kenapa mereka.. tidak melihat bagaimana.. aku... menyukai minuman ini...hehee.." jane bergumam pada diri nya sendiri, mengungkapkan kekesalan nya terhadap orang-orang yang selalu berusaha mengganggu nya "dan kamu..." jane mengangkat wajah dan menunjuk ke arah nine yang berada di seberang nya.
"apa.." jawab nine pelan
"hehee..." dengan mata sayu dan wajah merah nya jane tersenyum menggemaskan ke arah nine. "apa kamu sama seperti mereka..?" tanya jane ke arah nine, nine terdiam tidak menjawab sama sekali, kesal dengan diam nya nine, jane langsung merangkak, persis seperti balita yang tertatih-tatih menuju ke arah nine, sampai akhir nya jane berada tepat di hadapan nine, dimana jane masih betah duduk di lantai sedangkan nine berada di sofa "apa.. kamu juga seperti mereka..?" tanya jane kembali memegang kaki nine dengan raut wajah sedih dan mata berkaca-kaca
"emm.. aku sama seperti mereka semua" akui nine dengan jujur
"hiks...hilks... kenapa..? hikss.. apa salah ku..?" tangis jane pecah di kaki nine. tangan nya dengan kencang memeluk ke-2 kaki nine dengan begitu erat, seakan-akan kaki nine adalah bantal yang begitu empuk untuk di peluk kapan pun "apa salah ku..huhuuu... bukan kah.. selama ini.. aku cukup menghindari semua nya..?" tanya jane yang sudah terisak menunduk membenamkan wajah nya di antara ke-2 kaki nine "huhu...huuuuuuu"
senyum nine semakin mengembang dengan tingkah menggemaskan yang jane lakukan. dimana 1 jam yang lalu saat kesadaran jane masih belum hilang sepenuh nya, dia masih terus bercengkrama dengan nine tentang segala hal mengenai kehidupan nya. bukan nine yang memulai obrolan itu lebih dulu, melainkan jane yang terus mengoceh akan diri nya sendiri. seakan jane baru pertama kali menemukan seseorang yang memiliki selera yang sama dengan nya. karena yang sudah-sudah orang-orang yang bersedia minum dengan jane hanya sanggup dengan 3 botol saja dan setelah itu jane hanya di tinggalkan sendirian. tapi dengan nine, jane sangat senang karena saat kesadaran nya mulai menghilang nine masih dengan sadar nya tetap mendengarkan segala ocehan jane tanpa menyela sedikit pun.
"phi tidak salah. hanya saja keberadaan phi yang salah karena harus di lihat oleh teman-teman ku." ucap nine meraih pundak jane, mengangkat bahu kecil itu agar kembali duduk dengan benar di sofa "bolehkan aku meminta hadiah ku karena sudah berhasil memenangkan taruhan ini..?" kata nine masih dengan memegang bahu lemah itu agar tetap tegap menghadap nya
"hmm.. hadiah..hehe.. apa aku kalah..?' tanya jane yang sudah hampir pingsan "aku kalah.."
"iya. phi kalah, jadi phi harus memberiku hadiah, dengan mengabulkan apapun yang aku inginkan." tuntut nine mendekatkan tubuh nya ke arah jane
"hhmmm... apa. aku harus memberi mu apa untuk hadiah nya.." jane menatap nine dengan air mata masih menggenang di ke-2 mata nya
nine tersenyum kecil di sudut mulut nya mendengar hal tersebut. kesadaran jane yang benar-benar hilang menjadi peluang besar bagi nine dalam segala hal. dengan senyum licik nya nine menyentuh wajah cantik jane pelan, mengelus kedua pipi mulus itu sampai jane merasakan kenyamanan hanya dengan sentuhan kecil yang di lakukan nine.
"naik lah ke pangkuan ku phi.."ucap nine tepat di telinga jane. membuat bulu kuduk jane seketika berdiri hanya dengan mendengar bisikan kecil di telinga nya "patuh lah pada semua ucapan ku.."
"hmm..." desah jane yang langsung menyetujui perintah nine. dimana tubuh jane langsung beranjak untuk mengambil posisi tepat di atas pangkuan nine. lengan kekar nine sudah melingkari pinggang yang ramping untuk menariknya mendekat, sampai kedua tubuh itu saling menempel satu sama lain, dan mulai merasakan panas dari tubuh masing-masing.
nine mulai meraba punggung jane dengan perlahan, membuat jane meringkuk di dada lebar nine dengan kedua tangan nya melingkari leher nine. sampai dimana nine mulai menciumi pundak cantik itu sampai ke bagian leher nya, menghisap leher putih jane di bagian belakang hingga muncul tanda merah. daun telinga juga di gigit pelan oleh nine.
"ahhh..." jane mengerang, berbalik untuk melihat wajah nine secara langsung.
"apa aku bisa melakukan hal yang lebih lagi..?" tanya nine memandangi wajah jane dengan mata yang sudah penuh keinginan jahat nya
"hem..." angguk jane memberikan hak bagi nine melakukan apapun yang ingin dia lakukan. Begitu juga dengan jane yang langsung menciumi pemuda di hadapan nya dengan tak terkendali lagi..
****************