The Twin'S Love Story

The Twin'S Love Story
kamu cantik





sore ini nam pergi ke icon siam sendirian. setelah menyelesaikan semua kelas nya dan menghampiri nine sebentar ke fakultas nya, lebih tepat nya nam mengambil mobil yang akan dia gunakan untuk nya pergi icon siam. karena nine bersikeras menyuruh nya menggunakan mobil dari pada nam harus menggunakan trasportasi umum.


dan seperti tujuan nya yang hanya ingin mengunjungi beberapa toko, untuk melihat jika ada barang bagus yang menurut nya cocok untuk dia berikan pada mama nya.


tahun ini perdana nam kembali mencari kado untuk dia berikan pada mama tercinta nya. setelah beberapa tahun kemarin nam tidak merayakan atau mengucapkan kata selamat ulang tahun. bukan hanya diri nya. mungkin selama 3 tahun kemarin tidak ada perayaan apapun yang di jalani di keluarga nya, mengingat orang tua dan juga saudara nya begitu sibuk mengurus nya. jadi tahun ini nam ingin memberikan sesuatu yang bagus untuk mama nya.


satu persatu nam berjalan mengunjungi toko dengan merk ternama. mencari sesuatu yang memungkinkan akan sangat di sukai oleh mama nya. sampai dimana nam berhenti tepat di sebuah toko pakaian mewah. dimana terdapat gaun yang sangat indah yang tengah di gunakan oleh patung manekin. nam berhenti tepat di depan kaca hanya untuk memandangi indah nya gaun yang tengah di display itu. 15 menit berlalu dan nam masih tetap memandangi tempat yang sama tanpa ingin pergi.


"kamu menyukai nya..?" tanya seseorang dengan suara lembut di belakang nam


nam langsung menoleh ke asal suara itu. dan pandangan nya langsung tertuju ke sosok yang tengah memamerkan senyuman lebar ke arah nya, dengan satu tangan nya terangkat memberi lambaian menyapa


"..............." ekspresi nam langsung mengerutkan kening nya dengan tidak senang mendapati sosok louis kini berada di hadapan nya.


"kenapa kamu selalu menunjukkan ekspresi tidak puas seperti itu setiap kali melihatku. padahal aku sendiri sangat senang dan bersemangat setiap pertemuan kita.." keluh louis dengan mengerutkan wajah nya sedih


"bagaimana phi bisa ada disini..?" tanya nam dengan tidak puas. karena jika ini benar-benar hanya kebetulan, kenapa kebetulan itu selalu terjadi antara mereka ber-2 dan terus merugikan nya.


"bukan kah ini takdir.." ucap louis yang semakin membuat wajah nam berkerut "hahahaaa....." louis tidak tahan lagi untuk tidak tertawa dengan keras melihat wajah lucu yang selalu nam tunjukkan di depan nya "jangan cemberut seperti itu. kamu semakin lucu jadi nya" puji louis yang ingin sekali mencubit pipi menggembung nam. "phi baru saja selesai meeting dengan seseorang di restoran sini. dan kebetulan saat phi ingin pergi, phi melihat mu yang hanya berdiri di depan kaca memandangi baju yang cantik itu.." jelas louis sembari menunjuk ke manekin yang di pandang nam.


"aku permisi dulu..." pamit nam yang langsung berbalik untuk pergi dari hadapan louis. nam curiga jika dia terus berada disana dengan pria itu, sesuatu yang lain mungkin akan terjadi, jadi saat ini sebaik nya dia pergi menjauh dari hadapan pria ini dulu. pikir nam yang berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu.


tapi kesempatan emas seperti ini tidak mungkin akan di sia-siakan oleh louis. dalam hati louis berterima kasih kepada adik sepupu nya yang sudah mengatur pertemuan di mall bukan di hotel atau di kantor seperti biasa nya. keberuntungan yang dia dapatkan lebih menarik dari pada hal apapun.


dan saat louis melihat nam yang hendak pergi meninggalkan nya. louis langsung bergerak dengan cepat menyusul sosok kecil itu. mengimbangi langkah kaki nya yang terus berusaha kabur dari nya.


"kenapa phi terus mengikutiku..??" marah nam yang menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap ke sosok pria tinggi besar itu dengan kesal


"apa tidak boleh.." tanya balik louis dengan wajah tersenyum nya


"tentu saja tidak boleh. siapa yang suka di buntuti seperti ini" omel nam


"jadi kamu ingin phi tidak mengikuti mu..?" tanya louis akan hal yang sudah jelas. nam langsung mengangguk "oke. phi tidak kan mengikuti mu.. tapi.... kamu harus ikut phi sebentar ke toko yang tadi..!!" kata louis dengan santai


"...???.... kenapa aku harus ikut dengan phi. kenapa bukan phi yang langsung pergi saja" tolak nam cemberut


"ikut saja sebentar. tidak akan lama. phi janji akan membiarkan mu langsung pergi setelah itu" janji louis menyakinkan nam.


nam terdiam. bukan nya dia takut pada orang ini, nam hanya berpikir apa lagi yang akan pria ini pinta dari nya. mengenai pikiran jahat. sejak awal nam tidak terlalu memiliki banyak kecurigaan pada nya. hanya saja nam sedikit risih dengan setiap akal busuk yang di miliki oleh lelaki ini. "phi harus menepati janji. tidak akan mengikuti ku..?" tegas nam, dan louis langsung mengangkat 2 jari nya. menunjukkan kalau dia bersungguh-sungguh dengan ucapan nya.


"ayo.." ajak louis membimbing nam kembali ke jalan toko pakaian milik brand ternama tadi.


di toko itu staf yang ada langsung menyambut kedatangan mereka ber-2 dengan begitu sopan. membimbing mereka menuju sofa yang sudah tersedia agar mereka dapat memilih berbagai produk dengan nyaman. tapi mata louis hanya tertuju pada sosok nam yang terlihat kurang nyaman. louis langsung meminta baju yang di pasang di manekin depan untuk di coba oleh nam. staf pun dengan cepat mencarikan yang pas untuk ukuran tubuh nam.


"cobalah.." ucap louis ke arah nam


"kenapa aku harus mencoba nya..?" ucap nam dengan enggan


"bukan kah kamu sejak tadi terus melihat ke arah dress itu. sekarang cobalah."


"aku tidak mau.." tolak nam langsung


"kenapa phi selalu memaksa dan mengancamku.." gerutu nam manyun yang di dengar dengan jelas oleh telinga louis, tapi tetap beranjak dari duduk nya mengampiri staf yang langsung membimbing nam ke arah fitting room.


di ruangan itu louis duduk dengan pandangan nya terus tertuju ke arah nam menghilang. menunggu dengan begitu tenang dan santai. hal yang tidak pernah louis lakukan di dalam hidup nya. menunggu dengan antusias. seakan dia betah untuk berjam-jam duduk di tempat itu. tidak perduli akan seberapa banyak uang yang akan di habiskan gadis ini untuk memenuhi hasrat keinginan nya berbelanja. karena louis akan dengan sangat senang hati menyerahkan kartu nya untuk membayar semua pilihan nam. tapi sayang nya sosok gadis ini bukan tipe yang seperti di harapkan louis. hanya 1 baju saja louis harus bersusah payah membujuk nya.


pada sore ini seharus nya louis sudah kembali ke kantor nya karena masih ada beberapa pekerjaan yang sudah menunggu nya. tapi saat tadi louis mendapati sosok nam. entah kenapa louis langsung mematikan ponsel nya dengan cepat. tidak mau barang kecil itu akan mengganggu waktu nya saat bersama dengan gadis ini.


setelah beberapa lama staf itu akhir nya keluar. louis langsung beranjak berjalan dengan tidak sabar untuk melihat bagaimana nam setelah mengenakan dress cantik itu.


"phi..." ucap nam yang keluar dari ruangan itu dengan mengenakan dress selutut yang sangat cantk berada di tubuh kurus nya.


louis mematung di tempat. pandangan nya sama sekali tidak teralihkan sedikitpun dari sosok cantik di hadapan nya. sejak awal louis sudah menyadari kalau nam memiliki kecantikan yang tidak dia dapatkan dari wanita-wanita lain di luaran sana. banyak wanita cantik dan seksi yang sudah louis temui. tapi tidak ada satu pun dari mereka semua yang mampu membuat tubuh louis menjadi sekaku sekarang, hanya karena melihat seorang gadis menggunakan dress yang begitu simple dan harga nya pun tidak seberapa mahal menurut nya.


"jantungku..." keluh louis yang langsung menyentuh dada nya, dimana posisi jantung nya kini yang sedang tidak baik-baik saja.


"boleh aku lepas.." kata nam meminta izin


"JANGAAANNNN......" teriak louis melarang dengan spontan. nam sedikit terkejut mendengar teriakan larangan dari pria di depan nya "maksud phi. tunggu dulu, jangan buru-buru di lepas. Phi belum memperhatikan keseluruhan dari desain dress yang kamu pakai." kata louis dengan alasan yang tidak begitu masuk akal


"tapi aku ingin membuka nya." mohon nam dengan kurang nyaman. Bukan karena pakaian nya. Tapi karena dia sedikit risih menjadi bahan perhatian louis dan beberapa staf yang terus menatap ke arah nya.


"apa kamu tidak menyukai nya..?" tanya louis yang menyadari ketidak nyamanan nam


"aku menyukai nya. Tapi aku mau segera memakai kembali pakaian ku sendiri." jawab nam menatap louis dengan tatapan memohon


"mmm.. Kamu bisa mengganti nya sekarang." angguk louis yang langsung membuat nam mengembangkan senyum nya sesaat. Dan segera berbalik menuju ke arah fitting room kembali "aku akan membayar untuk pakaian itu." ucap louis pada staf yang lain, merogo saku celana nya, mengambil dompet dan menyerahkan kartu nya untuk membayar.


Tidak lama kemudian nam keluar kembali dengan menggunakan pakaian nya sendiri. Nam berjalan menuju ke arah louis yang berdiri di depan kasir dengan memegang satu kantong belanjaan di tangan nya.


"apa aku sudah boleh pergi..!" tanya nam pelan


"tentu saja. tapi kamu harus membawa belanjaan ini bersama mu." louis menyodorkan tas itu ke hadapan nam "kamu sangat cantik mengenakan gaun ini." puji louis menatap nam dengan kagum


"aku tidak membeli nya." kata nam yang enggan mengambil tas yang di sodorkan oleh louis


"phi membeli nya untuk mu. Phi juga sudah membayar nya, jadi kamu harus menerima dan membawa nya." jelas louis dengan lembut


"aku tidak meminta nya. Kenapa phi harus membayar dan membelikan nya untuk ku." balas nam masih kekeh menolak menerima pemberian itu


"karena kamu menyukai nya, dan kamu juga sangat cantik dengan gaun ini. Jadi phi berinisiatif membelikan nya untuk mu. Phi tau kamu tidak meminta nya, tapi ini murni keinginan phi sendiri untuk memberikan nya pada mu. Jadi phi sangat berharap kalau kamu mau menerima nya tanpa harus berdebat panjang lebar lagi dengan phi." cerocos louis tanpa membiarkan nam kembali membantah pemberian nya


".................."


"jika kamu tidak suka phi memberikan ini secara gratis. kamu bisa membayar phi kembali kapan pun, tapi tidak dengan berupa uang.."


"kenapa phi begitu sangat sulit mengerti apa yang aku ucapkan." ucap nam menatap louis tanpa ekspresi apapun "aku tidak menginginkan baju ini. bukan karena aku tidak sanggup membeli nya, karena memang aku tidak berniat membeli nya sama sekali. aku menyetujui ikut kesini, dan menyetujui juga mencoba seperti yang phi suruh bukan berarti aku menyukai di perintah atau di tekan seperti yang phi lakukan. aku hanya tidak ingin lebih lama lagi berurusan dengan phi." jujur nam dengan dingin.


"........" louis terdiam. tapi mata nya tetap menunjukkan kehangatan pada sosok wanita di depan nya yang tengah marah dan itu terlihat dari sorot mata nam. ini pertama kali nya nam berbicara panjang, walau semua ucapan nya hanya berisikan kekesalan nya terhadap dirinya. pikir louis


"berhenti bermain-main denganku. bukan kah dengan aku tidak merespon apapun dari usaha mu sudah sangat menunjukkan kalau aku tidak tertarik."


"tapi phi yang sangat tertarik dengan mu namtan.." jelas louis membuat nam mengerutkan kening nya untuk yang kesekian kali nya.