
......................
"bagaimana dengan yang aku minta..?" tanya louis begitu pete menelfon nya tengah malam
*aku baru saja mengirimi mu data nya.* jawab pete
"oke. Aku lihat dulu, nanti aku hubungi lagi jika aku membutuhkan sesuatu lagi."
*baik lah.*
Louis langsung berjalan menuju ke ruang kerja nya. Membuka laptop nya dan melihat email masuk dari pete. dimana di dalam laporan pete terdapat semua data-data namtan walau pun tidak lengkap setidak nya dia mengetahui sedikit mengenai wanita yang di mintai nya itu. dan juga fakta baru kalau pria yang sempat menatap nya dengan sinis tadi sore adalah saudara kembar nya.
"namtan treechada satur. lahir di phuket, berusia 21 tahun, memiliki saudara kembar lelaki bernama nine petcharat satur. orang tua nya memiliki sebuah resort di phuket." ucap louis membaca biodata namtan "kenapa dia baru masuk kuliah. sedangkan phi chai nya sudah di tahun ke 2."
louis langsung mencari informasi lebih jauh tentang nam dengan membuka IG resmi resort nya. melihat seberapa bagus bisnis keluarga nam. dan setelah lama melihat-lihat gambar akhir nya louis menemukan IG dari orang tua nam, lebih tepat nya milik mama namtan. dimana postingan itu terdapat cukup banyak gambar nam dan juga saudara nya nine. dan tentu saja dengan gambar-gambar yang menunjukkan kalau mereka adalah keluarga yang sangat bahagia.
"narak..." puji louis yang terus menatap semua gambar namtan di IG mama nya. (narak\= imut,lucu) "seperti nya aku harus lebih mengenal mu lebih dekat lagi agar aku bisa melihat ekspresi tulus itu di wajah mu."
......................
"boleh aku duduk disini..?" tanya nine menepuk kursi kosong di samping jane
"terserah.." sahut jane acuh. bahkan jane tidak menoleh sedikit pun ke arah nine, dia justru lebih tertarik dengan gelas minuman nya yang terus menerus dia tatap dari waktu ke waktu.
senyum nine langsung mengembang setelah beberapa lama memperhatikan jane. dimana mungkin perempuan ini begitu menyukai segala jenis minuman melihat bagaimana gelas-gelas kosong berjajar di depan jane.
"phi.." panggil nine melambai ke arah bartender yang sudah sangat di kenal nya itu. begitu pegawai itu mendekat, nine langsung membisikkan sesuatu ke arah orang itu dengan senyum yang mengembang begitu pegawai itu mengangguk menyanggupi perkataan nine.
"sendirian khun..?" tanya nine mencoba membuka pembicaraan ke arah jane
"...... apa kamu melihat ku sedang bersama dengan seseorang." celetuk jane melirik sebentar ke arah nine dengan tidak tertarik. bagi jane di ganggu atau di dekati oleh orang asing sudah bukan hal baru lagi untuk nya, dari pelajar sampai beberapa pengusaha sukses silih berganti yang datang untuk mendekati nya. dengan dalih memuji dan juga menawarkan berbagai macam hal yang begitu sangat menggiurkan untuk beberapa perempuan lain nya. tapi untuk jane sendiri tawaran seperti apapun tidak akan berpengaruh padanya
"hahaaa.... seperti nya ini akan semakin menarik." gumam nine dengan sedikit lantang. sengaja mengeraskan suara nya agar jane mendengar apa yang di keluhkan nya
"silahkan di minum khun.." bartender itu menyodorkan segelas cooktail di depan jane
"aku tidak memesan nya phi." ucap jane menatap ke arah minuman yang begitu terlihat menggiurkan di mata nya
"aku yang memesan nya untuk mu khun." suara nine membuat jane kembali menoleh ke arah nine dengan kening berkerut "hanya segelas. biarkan aku mentraktir mu.." tambah nine dengan senyum cerah nya menatap lurus ke arah jane
"..........." entah apa yang sedang di pikirkan jane. tapi begitu dia melihat senyuman nine, membuat jane membalas senyuman itu dengan anggukan ramah "apa kamu masih pelajar..?" tanya jane sebelum meraih botol alkohol dan menuangkan isi nya ke gelas kosong nine, pertanda kalau jane mau bermain-main dan meladeni keisengan pria di hadapan nya ini.
"apa khun akan mengabaikan ku jika aku jawab aku masih pelajar." balas nine mengangkat gelas nya dan langsung meminum sekaligus
"hahaaaa.. terima kasih untuk minuman nya, tapi phi harus minta maaf, phi tidak meladeni seorang pelajar, jadi sebaik nya kamu simpan uang mu, traktir saja teman-teman sebaya mu." ucap jane dengan menepuk punggung nine pelan, persis seperti seorang phi yang sedang memanjakan adik kecil nya.
"hehee.. apa phi ingin bertaruh minuman dengan ku. beberapa botol saja, kita buktikan apa pelajar ini bisa menandingi orang yang lebih tua dalam menikmati alkohol.?" tantang nine dengan senyum licik nya menatap jane
"yah. bisa di bilang begitu"
"lalu apa yang akan aku terima jika aku menang.? apa yang aku dapatkan dari seorang pelajar seperti mu..?" tanya jane memandang rendah tantangan nine
"apapun itu. phi bisa meminta nya saat kita sudah memastikan kalau phi benar-benar menang melawan ku. tapi untuk bagian ku, aku juga ingin melakukan apapun semauku." tegas nine menyebutkan kesepakatan antara nya dan jane
"........."
jane menatap keseluruhan pada diri nine. memandang dengan penuh perencanaan karena kepercayaan diri nya yang cukup tinggi jika sudah menyangkut hal kegemaran nya. setelah beberapa lama memandang nine dalam diam, jane akhir nya bangkit dari duduk nya dan mengulurkan satu tangan nya ke arah nine, pertanda kalau dia menerima tantangan nine dengan senang hati.
"dimana kita akan memulai nya..?" tanya jane begitu nine membalas jabatan tangan nya
"hmm.. apa boleh aku yang menentukan tempat nya dimana..?" tanya nine balik
"em.. tentu saja, bukan kah kamu yang mengajak ku. tentu saja kamu yang harus menyiapkan segala nya." jawab jane dengan santai
"kalau begitu tunggu sebentar disini phi. aku akan mengambil kunci mobil ku di teman-teman ku." kata nine sebelum meninggalkan jane kembali sendirian dan berjalan kembali ke lantai 2.
"seperti nya malam ini akan menyenangkan." gumam jane meraih tas nya dan mengeluarkan ponsel nya untuk menelfon seseorang
*apa kamu sudah selesai..?* tanya seorang wanita di panggilan jane
"kamu kembali saja dan istirahat. malam ini mungkin aku akan menginap di luar" ucap jane dengan lembut pada asisten nya, dimana sang asisten yang memang menunggu di parkiran. menunggu jane selesai menghilangkan kebosanan nya di dalam club
*dengan siapa kamu akan pergi. bukan nya tadi kamu bilang hanya akan minum beberapa gelas dan segera keluar. kenapa sekarang kamu malah menyuruh ku pulang sendirian.?* protes sang asisten
"ayolah nong. biarkan phi pergi malam ini saja. phi janji besok pagi phi sudah akan muncul di rumah dan tidak akan membuat masalah apapun.." janji jane memelas pada prim yang lebih muda 3 tahun dari nya
*bagaimana jika phi ingkar janji lagi..?* tanya prim meminta jaminan pada sang kakak
"kamu bisa membunuh ku kapan saja kamu mau. aku akan menerima semua hukuman nya." janji jane karena dia benar-benar ingin pergi dengan lelaki yang baru di temui nya itu
*baik lah. tapi phi harus hati-hati..* tegas prim mengingatkan kakak nya. karena dengan sikap jane yang begitu tidak memperdulikan apapun prim takut kalau jane akan membuat masalah karena tidak akan ada dia yang akan mengontrol nya.
"baik nong. tenang saja.." janji jane dan menutup telfon nya.
sedangkan di lantai 2 nine menemui teman-teman nya dengan senyuman cerah. memamerkan wajah sombong nya karena berhasil memenang kan taruhan dengan begitu gampang. sedangkan win, bas dan gun hanya merengut begitu nine kembali.
"kemana kamu akan membawa nya..?" tanya meen yang tengah duduk nyaman di sofa memandang ke arah nine
"ke kondo milik gun. aku belum sempat memesan kamar untuk malam ini" jawab nine meraih tas nya dan beralih ke kamar yang di tempati nam untuk istirahat. di dalam kamar itu nine melihat tubuh terbaring nam dengan di tutupi oleh selimut tebal. "nam... nam...!" panggil nine pelan dengan mengelus lengan nam lembut
"mmhhmm..." mata nam langsung terbuka dengan terkejut saat nine menyentuh tubuh nya. reaksi biasa yang sudah terbiasa nine lihat. tapi tentu saja setiap kali nam terkejut seperti itu membuat nine selalu berfikir kalau nam masih belum bisa untuk merasa nyaman dan aman dengan kehidupan nya sekarang "apa kita akan pulang..?" tanya nam dengan suara serak
"tidak. tapi phi akan pergi sebentar dulu keluar karena ada urusan." ucap nine dengan lembut
"lalu apa aku akan tinggal sendirian disini. aku ikut dengan mu nine." pinta nam dengan wajah murung, merasa takut kalau nine akan meninggalkan nya sendirian di tempat yang tidak dia inginkan
"kamu tidak sendirian nam. di luar ada mereka semua bersama mu, phi pergi sendirian, nanti mereka akan mengantar mu ke rumah dan juga menemani mu sampai phi tiba di rumah. meen akan menemani mu di kamar nanti, jadi kamu tidak perlu takut," jelas nine meyakinkan nam kalau teman-teman nya juga bisa menjaga dia
"............" nam terdiam. mata nya memandang nine mendung
"phi tidak kan lama. phi janji. bisakan phi keluar sebentar.?"
"emm" angguk nam
"bersiap-siaplah. phi akan menyuruh mereka membawamu pulang sekarang juga." ucap nine kembali berjalan keluar dari kamar itu.
"apa kamu membangunkan nam..?" tanya meen begitu nine keluar
"hem. Bisakah kamu membawa adik ku pulang dan menjaga nya sebentar di rumah sampai aku kembali.?" tanya nine duduk di samping meen
"tentu saja. Serahkan saja nam pada kami, kamu tidak perlu mengkhawatirkan adik mu. Dia akan aman bersama kami." jawab meen dengan senyum tulus ke arah sahabat nya.
"aku bisa mengandalkan kalian kan..?" tanya nine sekali lagi pada ke-4 sahabat nya
"apa kamu meragukan kami." protes win menyerahkan kartu akses ke arah nine "kamu bisa menggunakan apartemen ku, disana sudah ada semua yang kamu butuhkan."
Senyum nine langsung mengembang menerima kartu itu dan memasukkan ke dalam tas nya. "kalian memang yang terbaik." puji nine beranjak dari duduk nya menuju ke pintu keluar "jangan lupa. Siapkan hadiah ku dalam waktu 3 hari." celetuk nine pergi.
...****************...