The Twin'S Love Story

The Twin'S Love Story
target





"jika aku memberitahu mae kalau aku sedang mengejar seorang gadis, apa mae akan berhenti melakukan usaha perjodohan ini.." louis bertanya dengan suara yang begitu pelan


"tentu saja. tapi jika itu benar. tapi jika ini hanya alasan konyol mu, demi menghindar dari usaha perjodohan, kamu akan mae langsung nikahkan dengan siapapun pilihan mae. mae tidak akan perduli lagi dengan pendapat dan penolakan mu." tegas ingka mengancam sembari meraih wajah putra nya untuk di elus pipi nya pelan. "jadi. beritahu mae gadis mana yang sedang kamu incar.?" senyum ingka mengembang


"............"


"kenapa diam. cepat beritahu mae." desak ingka dengan tidak sabar


"saat ini aku belum bisa memberitahu mu mae. tapi jika nanti usahaku sedikit saja mendapatkan balasan. aku akan segera memberitahu mu." jelas louis


"jadi saat ini gadis itu belum tertarik dengan mu..?" tebak ingka dengan tepat.


"bisa di bilang begitu. tapi mae tenang saja. anak mae ini memiliki sejuta macam cara untuk mendapatkan keinginan nya." louis menegaskan lagi akan usaha nya


"bagaimana bisa ada gadis yang tidak tertarik dengan tampilan pria sempurna seperti ini..?" ingka menunjukkan wajah tidak puas nya mendapati fakta anak semata wayang nya sedang mengejar-ngejar seorang gadis. karena selama ini yang dia tahu, ada banyak perempuan di luaran sana dari segala profesi yang berlomba-lomba mendekati nya hanya untuk mengambil hati nya. tentu saja dengan maksud agar ingka mempermudah jalan mereka untuk dekat dengan putra nya. "sehebat apa gadis yang kamu incar sampai-sampai dia tidak tertarik dengan penampilan sempurna seperti ini..?" protes nya dengan tidak puas


"mae. Tidak semua orang hanya melihat dari penampilan dan latar belakang keluarga." louis meyakinkan mama nya


"oke..oke... Lupakan tentang hal itu. Mae sebenar nya juga tidak terlalu perduli bagaimana gadis yang mau kamu incar, cukup mendengar nya saja sudah membuat hati mae tenang. Yang terpenting lagi kamu menyukai nya. itu sudah cukup" ucap ingka mengelus wajah louis dengan sayang. karena dari awal ingka juga tidak terlalu niat ingin menjodohkan anak nya. ingka hanya ingin mendesak agar louis segera memiliki calon sendiri untuk nya. tidak perduli dari golongan mana wanita yang akan di pilih louis. asal anak nya menyukai gadis itu dia kan menerima nya dengan senang hati.


"jadi. Aku tidak perlu harus pulang kan..?" tanya louis dengan senyum mengembang


"kamu tetap harus pulang sayang. Bagaimana pun acara makan malam ini tidak bisa di batal kan begitu saja."


"oohhhh maeee...." protes louis manyun


"datang saja. Tidak akan terjadi apa-apa. Ini hanya acara makan malam" tegas ingka menyakinkan putra nya


"janji hanya acara makan. Tidak ada yang lain..?" tegas louis


"cerewet...."


"TUAEENGGGGG....." teriak suara dari pria paruh baya yang memasuki ruangan itu "ada apa ini..? Kenapa kalian ber-2 berpegangan tangan dengan mesra seperti itu...?" tanya jonathan mengerutkan kening nya ke arah louis dan ingka dengan ekspresi tidak puas "apa kalian ber-2 sedang merencanakan sesuatu yang rahasia di belakang ku." tebak joe dengan curiga.


"berisik. cepat duduk." omel ingka memarahi suami nya. Ingka menjentikkan satu jari nya ke arah sofa agar pria tua dan cerewet itu segera duduk dengan diam


"hahaaa....." tawa louis lepas melihat wajah papa nya yang langsung berubah cemberut begitu di omeli oleh istri tercinta nya "apa pho sudah selesai menemui pegawai baru perusahaan yang cantik dan seksi itu." goda louis ingin memancing kegaduhan di ruangan nya saat ini


"apa yang kamu bicarakan. Pho baru saja dari ruangan pengacara" joe langsung melototi putra nya dengan jengkel "tuaeng. Jangan dengarkan anak sialan ini.."


"anak sialan siapa..? Jangan berbicara buruk tentang putra berhargaku." oceh ingka tidak terima


"oiihhh... Aku selalu tidak bernilai setiap kali bersaing dengan anak sendiri." gerutu joe tidak puas


"kalau begitu mae pulang dulu. nanti sore kamu sudah harus ada di rumah bagaimana pun cara nya. mengerti luk.."


"khrab..." angguk louis dengan malas


"apa kita akan pulang..? secepat itu..?" tanya joe saat ingka beranjak dari duduk nya dan menghampiri nya


"memang nya kamu mau apa lagi berlama-lama disini. apa kurang puas kamu menggoda semua pegawai perempuan yang ada di gedung ini." oceh ingka berjalan ke ara pintu dan menghilang begitu saja. mengabaikan suami nya yang masih malas bergerak dari duduk nya "rey bilang kamu menyelesaikan kunjungan hanya dalam waktu 1 minggu..?" joe melihat ke arah louis yang sudah kembali duduk di kursi nya


"itu hanya kunjungan biasa. buat apa harus berlama-lama disana." jawab louis pelan sembari kembali melihat ke arah layar ponsel nya. dimana layar itu menunjukkan rekap semua pesan-pesan nya yang dia kirim ke nam setiap hari nya. tidak ada balasan. tapi setidak nya nam sudah membaca semua pesan nya.


"jika pho ingin menjodohkan mu dengan anak teman baik pho apa kamu akan setuju..?" tatapan louis langsung tertuju ke arah papa nya. meletakkan ponsel nya kembali di meja dan langsung menyilangkan kedua tangan nya di dada nya dengan ekspresi angkuh nya "ini teman baik pho sejak dulu. kebetulan mereka memiliki seorang putri satu-satu nya yang baru berusia 21 tahun."


"ouuiiihhh... kenapa kamu cepat sekali mengambil keputusan gegabah. lagi pula kamu juga jomblo akut kan. bagaimana bisa kamu tidak pernah pacaran sama sekali. saat seusia mu pho sudah memiliki mantan kekasih di mana-mana. kenapa kamu bodoh sekali untuk memanfaatkan apa yang sudah kamu miliki." gerutu joe yang hanya bisa menggelengkan kepala nya dengan kasihan pada putra nya "teman pho pemilik dari athirapokin groub. mereka juga sedang berinvestasi di bidang property besar. bukan kan kamu akan semakin memiliki banyak pengalaman lagi jika masuk ke dalam keluarga itu.."


"aset mereka saja hanya 65% dari milik kita. kenapa aku harus repot-repot masuk ke sana hanya karena keluarga itu menguasai bidang permedisan di negara kita." balas louis dengan malas


"lalu apa kamu mau pho carikan calon istri yang kekayaan nya setara dengan keluarga kita..? pho bisa menawarkan banyak pilihan." tawar joe tidak menyerah


"berhenti mengusik kehidupan pribadiku. aku bisa mengurus nya sendiri."


"apa yang mau kamu urus. istri ku terus menerus mengkhawatirkan kejombloan mu yang tidak kunjung berakhir. kamu pikir aku tidak merasa kasihan setiap malam dia terus mengeluh bagaimana dengan nasib anak tercinta nya. apa putra tersayang nya kan menyendiri sampai tua. jika kamu senang dengan kesendirian mu, jangan membuat istriku terbebani dengan terus menerus memikirkan mu. itu membuatku kesal. kamu tahu itu.." gerutu joe bangun dari duduk nya


"pho.. kamu hanya cemburu karena mae lebih memikirkan ku dan memperhatikanku." ledek louis dengan senyum puas di wajah nya


"kalau kamu tahu maka nya cepatlah menikah. jangan menyusahkan orang tua terus" teriak joe dengan kesal dan langsung berjalan meninggalkan ruangan itu.


di tempat lain.


meen baru saja kembali ke rumah dengan di antar oleh win dan juga bas. sebenar nya hari ini seharus nya dia pergi ke rumah nine. karena mereka mengajak untuk mengadakan acara barbeque nanti malam. tapi sayang nya dia tidak bisa ikut di awal karena harus pulang cepat. sore ini orang tua nya mengajak nya untuk mengunjungi sahabat lama dari papi nya. dan itu mengharuskan nya untuk ikut di acara ini tanpa penolakan apapun.


"kamu baru kembali.." sapa seorang pria dewasa yang tengah duduk dengan nyaman di ruang tamu keluarga itu


"phi... sedang apa kamu disini..?" meen memandangi sosok kakak sepupu nya itu dengan senyuman yang secara otomatis mengembang di wajah nya. meen berjalan mendekat ke arah pakin dan duduk di sebelah nya


"phi baru saja kembali dari pertemuan." jawab pakin pelan


"dengan papi.." tebak meen membuat pakin mengangguk mengiyakan tebakan adik sepupu nya "minggu depan apa phi ada acara..?" meen bertanya dengan wajah berbinar dan penuh harap


"kenapa..?" tanya balik pakin


"aku ingin mengajak phi pergi liburan. aku merasa kasihan melihat phi kin yang terlalu sibuk bekerja dengan sangat keras di rumah sakit." ucap meen dengan nada suara memelas nya. memandangi wajah tampan dari kakak sepupu nya yang selalu dia kagumi sejak dulu. meen cukup dekat dengan sepupu nya yang satu ini. selain karena sifat pakin yang sangat hangat dan juga perhatian. pakin juga tipe lelaki yang sangat memperlakukan adik sepupu nya dengan begitu baik sejak dulu. jadi tidak heran jika meen sudah menaruh rasa suka dengan sosok lelaki ini.


"minggu depan phi harus ke jepang. ada kerjaan yang harus phi urus disana selama beberapa hari.." pakin mengelus rambut meen sayang dengan menyesal


"tidak bisa orang lain yang pergi menggantikan phi." rengek meen sedih


"tidak bisa. lain kaliĀ  phi janji akan mengajak mu pergi liburan ber-2." janji pakin membuat meen melebarkan lagi senyum bahagia nya


"dengan siapa kamu pulang.?"


"win dan bas mengantarku. Nanti malam aku akan tidur di tempat phi." meen meminta izin


"phi di rumah sakit malam ini. tidur lah disini, kamu terlalu sering meninggalkan rumah akhir-akhir ini." pakin memandang meen yang sudah kembali mengerutkan wajah nya dengan tidak puas


"aku tidak ingin di rumah." rengek meen memohon


"jam berapa kamu akan ke apartemen phi." setuju pakin akhir nya


"tengah malam. Aku akan ke rumah nine sebentar, dan mereka akan mengantarku ke tempat phi langsung."


"baik. hubungi phi lagi nanti malam. sekarang kamu naik dan siap-siap, sebentar lagi mungkin lung dan paa akan membawamu pergi." (lung\= paman. Paa\= tante)


"sebenar nya aku tidak ingin pergi phi. aku malas ikut dengan mereka," keluh meen seperti anak kecil yang sedang mencari perhatian dari orang dewasa "mereka hanya pulang dan mengajak ku pergi karena ada sesuatu yang mereka inginkan pasti nya."


pakin hanya diam memandangi wajah meen yang merengut dengan sedih. pakin sangat perhatian dengan meen, karena pakin tahu kalau meen selalu kesepian di rumah besar ini. dimana orang tua nya yang tidak lain adalah paman nya sendiri lebih banyak menghabiskan waktu nya bekerja dan bepergian bersama dengan istri nya. meninggalkan meen di rumah sendirian dengan beberapa pekerja. jadi setiap ada kesempatan pakin selalu menyempatkan waktu nya menemui meen di rumah, atau mengajak meen keluar walau hanya sekedar makan siang. meen memiliki sifat yang keras kepala, tapi dia juga bisa menjadi gadis yang sangat penurut dan manis.