The Twin'S Love Story

The Twin'S Love Story
sisi nine




"dimana nong nam..?" tanya gun karena tidak melihat keberadaan nam sejak tadi


"di kamar nya. Mungkin sudah tidur." jawab nine dengan santai sembari menghisap sebatang rokok di jemari nya


Malam ini sekitar jam 9 malam teman-teman nine mulai berkumpul di halaman belakang rumah nya. Menyiapkan meja untuk mereka memanggang beberapa daging untuk di santap.


Keadaan meja makan sudah di penuhi dengan beragam macam barang. Mulai dari bahan barbeque, snack dan yang terpenting dari acara kumpul-kumpul itu yaitu alkohol. Gun dan bas membawa puluhan botol minuman keras ke acara malam ini. Nine sendiri memang ada menyimpan stok bir di rumah nya, tapi itu tidak akan cukup untuk mereka ber-5. Jadi bisa di bilang setiap kali mereka berkumpul mereka akan menghabiskan puluhan botol minuman keras hanya dalam sekali pertemuan.


"apa adik mu tidak mau bergabung dengan kita.!" ucap meen yang sudah membuka botol ke 3 nya


"kalau dia mau dia akan datang kesini dengan sendiri nya. Tapi jangan ada dari kalian semua yang berani untuk mengetuk kamar nya tanpa sepengetahuan ku." jelas nine menatap satu persatu teman-teman nya tatapan mengancam


"ada apa. Kenapa kamu begitu sangat overprotektif dengan saudara kembar mu..?" tanya bas dengan penasaran. karena mereka semua sangat tahu bagaimana sifat dan watak nine. Jadi saat nine menunjukkan keperdulian dan perhatian nya yang sangat berlebihan kepada saudara nya, itu jelas membuat semua nya bertanya-tanya.


"............" nine hanya menatap ke arah pemanggangan yang sedang memanggang daging dalam diam. Wajah nine menunjukkan ketenangan tanpa emosi sedikit pun. Tapi berbeda dengan ke-4 orang di sekitar nya yang sedang memperhatikan diam nya nine dengan cara yang berbeda.


"kamu bisa menceritakan nya pada kita. Setidak nya kita bisa membantu mu untuk menjaga adik mu juga.!" ucap meen dengan pelan. Seakan tahu kalau perlakuan nine terhadap nam seperti mencegah sesuatu yang akan menyakiti adik nya walau hanya seujung kuku nya


"itu benar. suatu saat kamu pasti akan membutuhkan bantuan dari kita semua untuk hal mendesak terkait adik mu. Setidak nya kita tahu apa yang harus kita lakukan nanti nya.." tambah win "jangan menghkhawatirkan apapun. sudah tidak ada lagi rahasia dan rasa malu di kelompok kita. hal yang paling memalukan di dalam pertemanan kita hanyalah seorang anak mafia yang sama sekali tidak bisa berkelahi. Bagaimana dia akan memimpin kelompok anak buah nya kelak jika berkelahi saja dia takut.." sindir win melirik ke arah bas dengan seringayan puas di wajah nya


"jangan melibatkan ku.." protes bas melempar kaleng kosong ke arah win yang langsung bisa di tangkis oleh tangan win dengan gampang


"dengan diam nya kamu itu jelas semakin membuat kita semua semakin penasaran. Kamu tahu kan kalau aku bisa saja menyuruh orang-orang dari keluarga win dan bas untuk menyelidiki latar belakang keluarga mu.." meen malanjutkan ucapan nya. Dan tentu saja itu jelas mengundang tatapan sengit dari nine


"jika ada dari kalian yang berani mengusik keluargaku. Aku jamin aku akan membunuh kalian dengan tangan ku sendiri" celetuk nine dengan wajah sinis nya.


nine hanya lah seorang remaja yang baru saja menginjak dewasa. Usia nya baru 21 tahun. dia memiliki orang tua yang sangat pengertian dan juga keluarga yang harmonis. Tapi di balik itu semua tidak ada yang tahu bagaimana pergaulan nine di luar rumah.


bagaimana nine bisa mengenal dan berteman dengan kelompok preman yang ada di daerah nya sejak dia masih di bangku smp. Dan saat dia berada di bangkok nine semakin menjadi dalam wawasan pergaulan nya. Segala macam beladiri mampu nine kuasai dengan sangat baik. Bahkan karena rasa penasaran bas pernah menguji seberapa tangguh nine dalam bertarung. Bas menyuruh puluhan anak buah papa nya yang paling piawai dalam menghajar orang untuk bertarung dengan nine. hasil akhir nine dapat mengalahkan anak buah bas tanpa sedikit pun mengalami memar di tubuh nya.


"apa kamu tidak menganggap kami sebagai keluarga mu juga nine.?" tanya meen pelan sekaligus penasaran bagaimana nine sendiri menganggap teman-teman nya


"..............." nine langsung terdiam dengan ucapan meen.


Setelah terdiam cukup lama nine mengambil sebotol bir dan menenggak nya sekaligus tanpa tersisa. mata nine mulai memerah, tentu saja bukan karena mabuk penyebab nya. Tapi karena menahan amarah yang mulai berkecamuk kembali di dalam dada nya.


"apa kalian pernah ingin sekali melenyapkan seseorang..!" ucap nine akhir nya memecahkan keheningan setelah beberapa saat "nam..... 2 tahun yang lalu dia di lecehkan dengan sadis oleh senior nya di sekolah." ungkap nine akhir nya


"........."


"........."


".........."


"............"


"itulah alasan kenapa waktu itu aku sempat menghilang selama 6 bulan tanpa memberitahu kalian.." nine kembali menyalakan rokok nya. "aku merasa bersalah dengan nam karena tidak bisa menjaga nya dengan baik."


"saat itu kamu sedang disini untuk belajar." ucap win


"belajar itu hanya alasan. Karena tujuan ku sebenar nya meninggalkan phuket dan menetap di bangkok adalah agar aku bisa bersenang-senang menikmati hidup dengan bebas. Aku yang egois hanya memikirkan kebahagiaan ku, tanpa mau ambil pusing dan mau di repotkan dengan urusan lain." nine tersenyum kecut menceritakan kebodohan nya di masa lalu "dulu aku berpikir kalau aku dan nam hanya nama nya saja yang kembar, padahal kita berdua sangat berbeda jauh satu sama lain. Saat nam sakit aku masih tetap sehat. Nam memiliki sifat yang begitu lembut sedangkan aku bertolak belakang dari nya. Tidak ada kesamaan di antara kita. Karena perbedaan yang sangat jelas itu aku memiliki pemikiran kalau tidak semua saudara kembar itu saling terhubung.."


"sampai suatu saat orang tuaku memberitahuku kalau nam sedang di rawat di rumah sakit. Bahkan aku masih sempat berpikir paling besok nam juga akan segera sehat. aku berpikir begitu karena aku terlalu malas untuk kembali kerumah untuk melihat keadaan nam. Tapi entah kenapa perasaan ku saat itu benar-benar sangat tidak tenang. Karena merasa terganggu dengan perasaan tidak tenang itu makanya aku memutuskan untuk pulang.."


"dan kalian tahu apa yang aku dapatkan pada hari itu... Untuk pertama kali nya dalam hidup aku merasakan hati dan perasaan ku sangat hancur. rasa sakit itu sangat mencekik ku sampai aku tidak sanggup hanya untuk sekedar bernafas..."


semua orang hening. Tidak ada satupun dari mereka yang mencoba memotong cerita nine. Mereka hanyut dalam cerita yang sama sekali tidak pernah sedikit pun nine bahas. Bahkan ini pertama kali nya sejak pertemanan mereka di mulai nine berbicara panjang lebar. Menceritakan permasalahan keluarga nya.


selama ini nine hanya memberitahukan pada semua nya dengan sangat singkat gambaran keluarga nya. Dimana dia hanya memiliki saudara kembar perempuan, dan orang tua nya memiliki bisnis sebuah resort yang sedang mereka kelola. Hanya itu. Sampai nine mau menceritakan permasalah berat yang pernah di alami nya untuk pertama kali nya.


"nam megalami depresi yang cukup amat parah. bahkan sampai tidak bisa mengenali siapa pun lagi. setiap ada orang yang mendekati nya nam akan kembali histeris, seakan-akan semua orang yang mencoba mendekati nya akan melakukan hal buruk pada nya... Kalian bisa membayangkan bagaimana aku menerima kenyataan melihat adik ku yang sangat ceria dan manis berubah menjadi seperti itu..! Butuh 6 bulan untuk aku bisa kembali memegang tangan nya tanpa harus membuat nya merasa takut dengan keberadaanku. Selama 1 tahun penuh nam hanya hidup di dunia nya sendiri. Dunia yang dia anggap paling aman untuk nya yaitu hanya di dalam kamar nya. Tanpa membiarkan orang lain masuk ke wilayah nya sama sekali."


"keegoisan ku yang tidak mau merasa di bebani oleh siapapun. aku melupakan fakta terbesar dalam hidupku. seberapa besar keyakinan ku dulu dengan perpegang teguh pada fakta kalau kita berdua berbeda. fakta seberapa berbeda nya aku dan nam, kita berdua tetap lah saudara. Saudara yang seharusnya saling menjaga. Aku yang terlahir sebagai phi dan sebagai laki-laki, seharus nya mampu menjaga adik ku dengan sangat baik. Melindungi nya tanpa harus merasa terbebani. Tapi selama ini aku melupakan fakta terpenting itu."


"bagaimana dengan pelaku nya..??" tanya bas dengan ekspresi menahan marah sama seperti nine


"haahh...." desah nine sembari tertawa kecut saat bas menanyakan bajingan gila itu "aku hampir membunuh nya. Sayang nya aku tidak bisa melakukan itu, walau pun aku sangat ingin bajingan itu lenyap dari bumi ini."


"dimana dia sekarang." win juga bertanya


"tentu saja di penjara. Dia beruntung karena berada di tempat yang tidak bisa aku jangkau." nine kembali membuka botol baru dan meminum nya dengan sekali tenggak


"apa kamu memerlukan bantuan ku. aku juga memiliki beberapa orang di dalam penjara" ucap bas menawarkan bantuan atas kekuasaan keluarga nya


"tidak untuk saat ini. Tapi saat dia sudah keluar mungkin aku akan membutuhkan bantuan dari kalian semua" kata nine menatap satu persatu teman-teman nya dengan sungguh-sungguh


"Baik lah.." bas mengiyakan


"apa orang itu akan segera bebas..?" tanya gun penasaran


"hmm... Dari yang aku dengar orang tua nya masih berusaha keras membebaskan putra mereka."


"berapa tahun masa hukuman nya.." meen bertanya


"vonis hakim 5 tahun. Tapi seperti nya tahun ini atau tahun depan dia akan segera bebas"


"apa kamu akan diam saja." tanya gun


"tentu saja tidak. Butuh waktu 2 tahun untuk ku membuat nam kembali lagi ke lingkungan masyarakat. Setengah mati aku dan orang tua ku mengobati rasa trauma nam. Sedangkan bajingan itu malah menikmati hari-hari nya dengan sangat nyaman di dalam sana. Apa kalian pikir aku bisa menerima ketidak adilan yang seperti ini."


"lalu apa rencana mu..?" tanya win


"tenang saja. Belum saat nya aku membahas itu dengan kalian semua." senyum nine mengembang saat memikirkan kembali segala rencana nya yang sudah dia rancang dengan sangat matang sejak berbulan-bulan yang lalu


"aku selalu menyukai ekspresi wajah licik mu yang seperti itu." puji meen yang juga tersenyum ke arah nine


"aku yang kurang menyukai melihat kalian berdua sama-sama menunjukkan wajah licik kalian." celetuk gun ke arah meen dan nine "aku berharap kalian berdua jangan saling jatuh cinta. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadi nya hubungan kalian nanti nya.." tambah gun yang membuat semua orang tertawa


"jika membicarakan hubungan. Bagaimana awal nya kita bisa menjadi dekat..?" tanya win sembari memikirkan kembali masa lalu


"kalian semua yang mendatangiku lebih dulu satu persatu." jawab nine dengan santai


"aku tidak mendatangi mu. Aku hanya mendatangi meen" kata win


"tapi saat itu meen selalu mengekori nine kemana pun." gun menimpali


"waktu itu aku hanya melihat sosok nine yang paling bagus dari segi manapun. Karena itu aku mendekati nya lebih dulu. Setelah itu kalian semua yang mulai berdatangan." cerita meen


"aku pun sama. Saat mencari kelompok mataku hanya tertuju pada nine dan meen yang aku kira pasangan kekasih. Karena aku ingin posisi yang aman jadi aku pikir jika aku berteman dengan pasangan yang populer aku akan aman dari perundungan." ucap bas


"tapi bukan nya sampai sekarang kelompok kita yang paling populer. Bahkan sampai tidak ada lagi yang mencoba berteman dengan kita" win menambahi kenyataan


"memang nya siapa yang mau bergabung dengan kelompok yang semua nya pembuat onar. beruntung tidak ada yang mengetahui latar belakang keluarga kita semua" balas meen


"hahaaaaaaa....." tawa mereka menggema di seluruh halaman






...****************...