The Twin'S Love Story

The Twin'S Love Story
rasa penasaran





setelah kepergian namtan. Louis juga bergegas ke parkiran, mengendarai mobil nya meninggalkan lingkungan mall. Saat mobil nya hendak menuju ke jalan utama, lagi-lagi louis kembali tersenyum begitu mendapati sosok yang sudah membuat nya begitu sangat tertarik. Bahkan entah sudah keberapa kali nya dia terus tersenyum setiap kali melihat sosok gadis itu.


Louis menepikan mobil nya dan berjalan menuju ke halte dimana namtan sedang duduk sendiri menunggu jemputan.


"kita bertemu lagi..!" sapa louis melambai tangan nya ke arah nam


"..........." tentu saja ekspresi terkejut nam tidak bisa di sembunyikan lagi. siapa yang menyangka kalau lelaki aneh ini akan mengikuti nya sampai ke halte


"aku tidak mengikuti mu. Aku bersumpah." kata louis dengan mengangkat kedua jemari nya menandakan kalau dia benar-benar jujur dengan ucapan nya "itu mobil ku di parkir di pinggir jalan, aku juga hendak pulang tapi malah melihat mu disini sendirian, karena itu aku menghampiri mu untuk menemani mu." jelas nya dengan meyakinkan


"kalau begitu silahkan lanjutkan perjalanan mu phi.!" ucap namtan dengan wajah tanpa ekspresi nya


"kebetulan aku sedang tidak sibuk. Jadi aku akan menemani mu disini."


"........." mengabaikan louis dengan mengalihkan pandangan nya ke tempat lain


"apa aku boleh tahu siapa nama mu..?" tanya louis akhir nya


"phi tidak mempunyai kepentingan untuk mengetahui nama ku." jawab nam pelan


"hmm.. Kamu ada benar nya juga, tapi jika kita bertemu kembali bukan nya kita harus saling menyapa. dan tentu saja aku memerlukan nama untuk memanggil mu." kata louis dengan berbagai alasan nya


"kita tidak akan bertemu lagi.." celetuk nam dengan yakin


"tidak akan ada yang tahu hari esok.."


"........." menoleh kembali ke arah louis dengan sedikit jengkel


"apa kamu ingin taruhan dengan ku..?" tantang louis dengan semangat


"...???"


"jika besok kita bertemu kembali. Kamu harus memberitahu ku siapa nama mu. Simple kan taruhan nya." ucap louis bersemangat


"apa phi akan mengikutiku dan memata-mataiku seperti tadi dan saat ini..?" kata nam dengan penuh kecurigaan


"hahaaaa.... Apa aku terlihat seperti penguntit dimata mu..?"


"emm.." angguk nam membenarkan perasangka jelek nya terhadap louis


"huufftt.... Aku hanya ingin tahu nama mu saja, buat apa aku harus melakukan hal yang begitu menakutkan seperti itu.." louis harus menghela nafas berat karena baru pertama kali nya dia di anggap begitu buruk di mata seorang gadis. "pokok nya jika besok kita bertemu kembali. Kamu harus memberitahuku nama lengkap mu." tegas louis dengan senyuman mengembang di wajah nya


kkreeeetttttttt.....


bunyi rem mobil dengan keras...


Louis dan nam langsung menoleh ke sumber suara keras itu. Dimana mobil nine sudah berhenti tepat di depan mereka ber2. nine langsung turun dari dalam mobil nya, berjalan menuju ke arah nam dengan wajah dingin.


"apa orang ini mengganggu mu..??" ucap nine yang langsung meraih tubuh nam menjauh dari louis. nine memegang lengan nam dengan kencang, sedangkan tatapan tajam nya terus tertuju pada sosok louis.


"tidak ada yang menggangguku nine.." ucap nam memegang lengan nine. mencegah agar nine tidak melepaskan amarah nya pada orang yang salah


"apa kamu yakin pria ini tidak sedang sedang mengganggu mu..?" tanya nine sekali lagi pada nam


"em.." angguk nam dengan yakin ke arah nine


"ayo pulang.." ajak nine merangkul pundak nam dan membawa nya menuju ke mobil, membuka kan pintu agar nam masuk ke dalam mobil dan di susul oleh nine..


"waaahhh.... apa aku baru saja kembali di abaikan dan di curigai..!!" keluh louis yang hanya bisa melihat jejak debu dari mobil nam "apa dia kekasih nya.? Hufffttt...."


Tiba-tiba louis kembali mengingat nama universitas nam. Dan seperti yang dia bilang tadi kalau dia memang memiliki seorang teman disana


"mari kita hubungi bajingan itu..." ucap louis mengambil ponsel nya dan mencari nama sosok teman nya itu "ini dia.."


*haloo...* sapa suara pria di ujung panggilan


"hei bro.. Bagaimana kabar mu..?" sapa balik louis begitu mendengar suara teman nya


*apa ini. Ada angin apa seorang khun louis mencariku dengan tiba-tiba. Seperti nya aku memiliki firasat buruk* ledek suara di seberang yang tidak lain adalah teman kuliah louis. Dan mereka cukup dekat satu sama lain hanya saja kesibukan louis yang membuat nya jarang bertemu atau berkomunikasi lebih sering dengan teman nya yang satu ini


"hahaaaa... Kamu selalu tahu apa tujuan ku" akui louis membenarkan tebakan pete


*cepat katakan apa tujuan mu. Aku akan menghadiri kelas sebentar lagi*


"aku mengirimi mu foto. Dia mahasiswi di kampus mu tapi aku tidak tahu di bagian mana dia belajar. Aku hanya meminta tolong kamu kasih data lengkap nya padaku malam ini juga" desak louis


*apa ini. Apa kamu sedang tertarik dengan anak kecil.* goda pete setelah melihat foto yang louis kirim pada nya


"belum tertarik. Hanya sekedar penasaran" akui louis


*hmm.. Baiklah. Paling lambat sebelum tengan malam data nya, tapi jangan lupa ini tidak gratis khun louis*


"aku tahu." angguk louis mengerti apa yang di inginkan teman nya. Bukan uang untuk imbalan nya, melainkan ajakan minum


setelah selesai dengan pete. Louis lansung kembali ke mobil nya dan pergi meninggalkan tempat itu menuju ke apartemen nya sendiri.


...................


Sedangkan di tempat lain. nine langsung membawa nam kembali ke rumah mereka, dan tentu saja di ikuti oleh ke 4 sahabat nine.


Di rumah. Mereka semua langsung mengistirahat kan tubuh mereka di sofa, nam yang melihat semua orang termasuk saudara nya tergeletak tidak memiliki tenaga hanya bisa menggelengkan kepala nya dengan senyum yang tidak bisa di sembunyikan lagi.


"jika kamu lebih sering tersenyum seperti itu, kamu akan terlihat lebih sangat cantik nam.." puji win yang tidak sengaja menangkap momen saat nam tersenyum


"............" menoleh ke arah win dengan bingung, dan tentu saja sudah tidak ada lagi senyum itu di wajah nam.


"apa kamu sedang menggoda nam. Win" ledek meen ke arah win dengan ekspresi jijik


"tentu saja tidak. Aku masih menyayangi nyawaku sendiri" jawab win menoleh ke arah nine dengan takut-takut "aku hanya bicara fakta.."


"ngomong-ngomong kita sudah terlalu lama tidak keluar malam." kata gun yang langsung mengalihkan topik pembicaraan


"benar juga. Rasa nya sudah seminggu lebih aku merasa menjadi wanita baik-baik dengan pulang selalu tepat waktu. Sampai Orang-orang di rumah melihatku dengan tatapan heran.." canda meen


"apa itu pekerja di rumah mu.?" tebak nine


"tentu saja. Siapa lagi di rumah ku yang cerewet selain bibi ku tercinta itu." angguk meen. Karena meen memiliki seorang pegurus rumah tangga yang sudah merawat nya sejak dia kecil, jadi meen lebih dekat dengan bibi nya dari pada orang tua kandung nya sendiri.


"ayo kita pergi malam ini." ajak win tampak bersemangat


"bagaimana nine. Apa kamu akan ikut malam ini..?" tanya meen pada nine.


"............" nine langsung menoleh ke arah nam. Yang kebetulan memang masih berada di sana, duduk di sofa single yang menghadap langsung ke arah nine dan yang lain nya "apa kamu mau ikut bergabung dengan kita sebentar. Tidak akan sampai larut, hanya bermain sebentar dan kita kembali pulang." ucap nine menjelaskan dengan pelan


"........! Kamu bisa pergi dengan mereka, aku tidak akan apa-apa berada di rumah sendirian" jawab nam


"kamu tahu aku tidak akan meninggalkan mu sendirian di rumah" tegas nine menolak saran nam


"gabung saja sebentar nam. kita semua janji tidak akan lama disana." gun menyakinkan nam


"............"


"lagipula kita akan ke bar milik bas. Dan tentu saja tidak akan ada yang berani menyentuh mu disana.." nine tersenyum hangat ke arah nam


"emm..." angguk nam menyetujui ajakan mereka semua.


...****************...