
"apa tidak apa-apa membiarkan nam pergi sendirian..?" tanya gun khawatir
"mau bagaimana lagi. Anak nya bersikeras mau pergi sendiri." jawab nine memandangi jalanan. Dimana nam menghilang bersama dengan bus umum yang membawa nya menuju ke siam paragon (mal)
Siang ini kelas nam berakhir dengan cepat, sedangkan nine dan kelompok nya harus menghadiri kelas penting yang sama sekali tidak bisa di lewat kan. Jadi nam bersikeras akan pergi ke siam paragon untuk jalan-jalan sembari menunggu kelas nine selesai. Walau awal nya nine melarang nam untuk pergi sendirian, tapi karena kegigihan nya menyakinkan nine kalau nam tidak takut bepergian sendirian. Dan Nam beralasan kalau dia pergi ke tempat yang sangat ramai. Jadi nine tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
dengan berat hati, sekaligus was-was nine akhir nya memberikan izin nam pergi sendirian. Dengan syarat nam harus tetap hati-hati dan jangan mematikan ponsel nya, segera mengabari nine jika ada sesuatu yang membuat nya tidak nyaman.
"kenapa tidak menyuruh nya menggunakan taksi. kenapa harus angkutan umum.?" tanya meen dengan bingung
"nam tidak berani naik taksi sendirian. Dia lebih berani menggunakan bus umum karena itu ramai" jawab nine
"apa nam juga trauma naik taksi sendiri..?" tebak win
"yah begitu lah. Seperti yang aku bilang, kejadian itu membuat nam merasa takut akan segala hal." nine menghela nafas berat dengan nasib adik nya
"bawa nam ke rumah sakit. Aku akan membuatkan janji dengan dokter keluarga ku" saran meen dengan perhatian
"aku akan membicarakan dulu dengan nam. Aku tidak bisa memaksa nya"
"baik lah." meen mengangguk mengerti
......................
"khun. Nanti malam anda memiliki janji." ucap seorang pria berkaca mata yang mengikuti atasan nya dari belakang (khun\= panggilan sopan pada seseorang)
"itu hanya acara makan malam biasa. Kamu bisa menggantikan ku rey." jawab Louis dengan santai berjalan meninggalkan kantor nya menuju ke parkiran
"bagaimana bisa saya menggantikan nya. Acara ini sengaja di buat khusus untuk anda." kata rey dengan lelah mengikuti louis.
"........."
Langkah louis tiba-tiba berhenti. Menyebabkan rey harus tersandung kaki nya sendiri karena menahan tubuh nya agar tidak menabrak tubuh atasan nya. Sedangkan louis langsung menoleh ke arah rey dengan wajah datar nya
"apa kamu ingin menjadi pengangguran..?" tanya louis dengan santai. Dan tentu saja ekspresi wajah rey langsung memucat "maka berhenti bersekongkol dengan orang tuaku untuk mengatur perjodohan yang seperti ini.."
".........."
"jika di lain kali kamu masih merespon permintaan orang tuaku. Hari itu juga aku akan mengirimkan surat pemberhentian ke rumah mu.." ancam louis sebelum meninggalkan rey yang langsung mematung di tempat.
Louis chantavit kugimiya. Berusia 29 tahun, anak tunggal sekaligus pewaris dari perusahaan kugimiya groub. Sudah hampir 1 tahun ini louis menggantikan posisi papa nya di perusahaan. Sedangkan mark kugimiya yang tidak lain papa louis sekarang hanya bertugas mengontrol perkembangan perusahaan dari rumah. menemani sang istri yang tengah sibuk mengatur perjodohan untuk putra tercinta mereka.
sedangkan reyhan. Dia adalah sepupu louis yang hanya berbeda 2 tahun jarak antara usia mereka. keponakan dari pihak mama nya. Mark sendiri yang menunjuk rey sebagai asisten pribadi louis sejak 4 tahun yang lalu. Selain untuk membantu meringankan pekerjaan putra nya, rey juga sebagai mata-mata mark dan istri nya. Dimana rey harus selalu melaporkan setiap kali putra mereka sedang dekat dengan perempuan manapun. Tapi sayang nya selama 4 tahun ini tidak ada kabar gembira satu pun yang bisa rey laporkan. Karena itu mark dan istri nya semakin gencar mencarikan calon pacar serta mengatur kencan buta secara beraturan setiap bulan nya.
"hiaaa...." teriak rey semakin frustasi dengan nasib nya sendiri. (hia/phi\= panggilan untuk orang yang lebih tua) Rey hanya bisa memandang pasrah pada mobil kakak sepupu nya yang sudah meninggalkan parkiran. Entah kemana tujuan nya kali ini, tapi seperti yang sudah-sudah louis pasti akan langsung kembali ke apartemen nya setiap dia sudah tidak memiliki jadwal apapun di kantor. "kenapa orang tua dan anak sama-sama suka mengancam dan membuatku frustasi" gerutu rey mengusap wajah nya pasrah. Pasrah kalau nanti malam dia akan menerima wejangan yang sangat panjang dari paa nya (paa\= tante. Lung\= paman)
Sedangkan louis. Saat ini dia sedang mengendarai mobil nya menuju ke siam paragon. Setelah hampir 2 mingguan ini dirinya tidak di beri waktu luang, bahkan saat hari libur pun louis juga harus mengurus beberapa pekerjaan. dan tadi pagi dia menyelesaikan pekerjaan nya dengan beberapa client, maka nya sekarang dia bisa kabur sejenak untuk mencari sesuatu yang bisa menghibur kepenatan nya.
Di siam paragon louis langsung menuju ke bioskop. Membeli tiket untuk satu orang. menonton dan bepergian seorang diri sudah biasa untuk louis, bukan nya karena tidak ada yang mau menemani nya tapi louis sendiri yang lebih suka menikmati waktu luang atau istirahat nya sendirian.
louis menuju studio tempat film nya di mulai. Karena ini siang hari jadi tidak akan heran jika banyak pengunjung yang mayoritas pelajar dan beberapa anak muda yang datang untuk menonton film juga.
berjalan menuju ke kursi duduk nya. Dimana dia memilih jajaran kursi nomor 2 dari atas. Sedangkan jajaran tempat duduk nya masih belum penuh dengan orang-orang. Hanya ada satu yang sudah terisi, yaitu seorang pelajar yang masih mengenakan seragam mahasiswi nya (di thailand semua kampus menerapkan seragam hitam putih untuk pelajar nya) dia duduk sendiri, mungkin sedang menunggu teman nya yang belum datang. Pikir louis sebelum berjalan ke tempat duduk nya yang ketepatan bersebelahan tempat duduk nya dengan mahasiswi itu.
film pun di mulai. 15 menit pertama louis terlihat masih menikmati tontonan nya. Sampai 20 menit kemudian perhatian nya mulai teralihkan pada sosok di sebelah nya. Dimana gadis muda itu sepanjang film di putar dia tidak sekalipun membuka mata nya untuk melihat ke arah layar. Louis sempat berpikir mungkin wanita ini ketiduran karena merasa bosan dengan pertunjukan film nya. Tapi semakin di perhatikan jelas kalau dia tidak tidur sama sekali. Gestur tubuh nya terlihat begitu sangat tegang, keningnya terus mengerut seakan dia sedang menahan sakit. Dan yang lebih membuat louis penasan. kedua tangan nya terus saling meremas. Mungkin jika lampu di ruangan ini menyala, kedua tangan wanita itu jelas-jelas akan memerah.
*ada apa dengan nya. Kenapa dia terlihat sangat tertekan dan ketakutan seperti itu..?* pikir louis yang tidak henti-henti nya menatap ke arah gadis itu
waktu berlalu dan film pun selesai. Lampu studio mulai kembali menyala dengan terang dan orang-orang mulai berbondong-bondong pergi meninggalkan ruangan. Hanya louis yang masih terlihat begitu enggan bangun dari duduk nya. Rasa penasaran membuat louis ingin tahu apa yang akan di lakukan gadis ini.
"permisi.. Khun, apa kamu tidak mau keluar, film nya sudah sejak lama selesai..?" ucap louis akhir nya.
".........." namtan mulai membuka mata nya dan menoleh ke samping dimana asal suara itu menegur nya
"sudah tidak ada orang lagi disini. Petugas nya pun sudah mulai membersihkan tempat ini.." tambah louis menunjuk ke petugas bioskop yang mulai berdatangan untuk bekerja
"ahh.. Maaf phi." namtan membungkuk kan kepala nya menyesal ke arah louis. Dan langsung bergegas bangun meninggalkan ruangan
"kenapa dia meminta maaf padaku..?" ulang louis heran.
di sebuah lorong kecil, dimana tidak ada seseorang yang berlalu lalang. Louis melihat sosok wanita di bioskop itu sedang duduk di kursi tunggu. Tubuh nya terlihat begitu gemetar, dengan ke2 tangan nya yang menutupi wajah nya rapat-rapat.
dengan langkah pelan louis mulai mendekat ke arah gadis itu. Semakin dekat jarak antar mereka berdua semakin besar pula rasa penasaran di benak louis. Gadis itu menangis. Dia bersembunyi dari keramaian dan menekan suara nya agar tangis nya tidak di dengar oleh siapapun.
*ada apa dengan nya.? Sepanjang film tadi dia tidak menikmati tontonan nya, dan sekarang dia bersembunyi menangis sesenggukan seperti ini. serumit apa masalah nya sampai harus seperti itu* pikir louis yang sudah duduk di kursi lain tidak jauh dari tempat namtan menangis.
Sekitar 20 menit louis hanya duduk melihat ke arah namtan terus menerus. Memperhatikan dengan jelas setiap pergerakan yang namtan buat. Sedangkab namtan Setelah merasa cukup tenang dan kembali bisa menguasai emosi nya kembali. Namtan bangun dari duduk nya berjalan meninggalkan bioskop. Dan tentu saja di ikuti dari jarak 5 meter oleh louis.
Namtan memasuki restoran yang tidak terlalu ramai. Dia memilih meja kecil untuk diri nya duduk dan memesan menu yang akan dia makan.
"permisi khun. Apa aku boleh duduk disini..?" tanya louis yang sudah berdiri menarik kursi kosong di depan namtan
".........."
"aku hanya sendiri. Sedangkan meja yang lain untuk berkelompok, setidak nya hanya meja ini yang tersisa untuk satu orang." jelas louis dengan alasan yang kurang masuk di akal. Karena semua meja bisa di duduki nya walau dia hanya sendirian. Tanpa menunggu jawaban dari yang punya meja, louis langsung duduk di kursi nya dengan nyaman, dengan senyuman yang sangat ramah pada orang baru di hadapan nya. "apa yang kamu pesan..?" tanya louis lagi saat dia mulai melihat daftar menu di restoran ini
"........"
"apa kamu sudah memesan makanan..?" tanya louis menatap namtan dengan tatapan ramah dan harapan akan di tanggapi
"chai.." angguk namtan kaku (chai\= iya)
"ahh.. Sayang sekali, aku baru akan memesan menu besar agar aku bisa membagi nya dengan mu." keluh louis menutup kembali buku menu dan meletakkan di tempat semula
Setelah makanan datang. Mereka berdua sibuk menikmati makanan masing-masing. Namtan yang awal nya bingung sekaligus sedikit risih dengan keberadaan orang asing itu mulai mengabaikan apapun yang di lakukan orang yang sedang duduk di depan nya. Sedangkan bagi louis, makanan ini hanyalah alasan agar dia bisa melihat dengan jelas wajah dari gadis yang baru saja menangis itu.
ddrrttt.... Drrtttt... Drrrtttt
nine memanggil...
"iya nine.." jawab nam pelan
*dimana..?*
"aku sedang makan."
*jika sudah selesai, langsung keluar ke halte yang ada di depan mall. Sekitar 30 menit lagi aku akan sampai disana*
"hmm..." angguk nam mengerti dan mematikan panggilan nya.
"apa kamu akan pergi..?" tebak louis. Dan tentu saja nam langsung mengerutkan kening nya karena merasa semakin risih dengan louis yang diam-diam menguping pembicaraan nya
".........."
"aku bukan orang jahat. Jadi jangan berpikiran kalau aku sedang menguntit mu." louis menjelaskan sembari memamerkan senyum ramah nya "apa kamu pergi sekarang..?"
"iya.." jawab nam yang beranjak dari duduk nya dan bergegas menuju ke meja kasir
"biar aku yang bayar." potong louis langsung menyerahkan kartu nya pada petugas kasir
"tidak perlu phi. Aku bisa membayar makananku sendiri" tolak nam dengan sopan
"tidak apa-apa. Ucapan terima kasih karena membiarkan ku duduk bersama mu.." kata louis kembali memamerkan senyum nya "kalau boleh tahu kamu kuliah dimana..?"
"..........."
"aku hanya bertanya kampus mu bukan nama mu. Tapi kalau kamu mau memberitahu 2-2 nya aku akan sangat senang.." canda louis sembari tertawa
"thammasat..." jawab nam pelan
"ahhh... Aku memiliki seorang teman disana"
"terima kasih atas makanan nya. Aku permisi" pamit nam segera meninggalkan restoran dan juga louis yang masih berdiri mematung.
"hahaaaaa...."
Tawa louis pecah begitu di tinggal begitu saja saat dia berpikir lawan main nya mulai menamggapi ucapan nya. Nyata nya dia tetap tidak di hiraukan sampai akhir.
...****************...