
"hehe.. Tentu saja di ponsel ku" louis langsung menyerahkan ponsel nya ke tangan nam. memperhatikan nam yang sedang menulis nomer nya dengan raut wajah puas dengan aksi nya sore ini "jangan coba-coba memberiku nomer palsu, karena aku akan benar-benar datang ke rumah mu untuk meminta nya langsung.." ancam louis membuat nam sedikit mengerucutkan bibir nya tidak puas
"ini..." nam mengembalikan ponsel louis
"khopkhun khrap. Aku akan rajin mengirimu pesan. Tapi kamu tidak perlu repot-repot untuk membalas nya, cukup baca saja." ucap louis berinisiatif sendiri. mengabaikan raut wajah nam yang kini kembali berubah dengan ketidak percayaan nya dengan apa yang lelaki ini katakan "apa sekarang kamu akan membayar belanjaan mu. mau aku temani ke kasir..?"
"mai tong phi. aku bisa sendiri, lebih baik phi pergi saja, bukan kah phi sudah mendapatkan apa yang phi mau." nam berusaha mengusir louis dengan cara halus (mai tong\= tidak perlu)
"hmm.. okey. aku akan pergi, sampai bertemu kembali lagi nanti." pamit louis hendak pergi. tapi langkah nya tiba-tiba berhenti dan berjalan kembali ke arah nam "oh ya nong. dalam seminggu kedepan mungkin aku tidak bisa menemui mu." louis menatap nam dengan lekat
"............" nam mengerutkan kening
"aku ada pekerjaan yang mengharuskan ku keluar negeri. aku akan mengunjungi anak perusahaan dalam seminggu itu. memang akan sangat melelahkan mengunjungi beberapa negara hanya dalam seminggu, tapi itu waktu yang paling aman menurutku untuk menghilang selama seminggu dari pandangan mu. tapi kamu tenang saja, aku masih akan tetap mengabari mu setiap waktu. tapi jangan coba-coba untuk memblokir nomer ku." cerocos louis tanpa henti
"phi tidak perlu melapor padaku." ucap nam dengan bingung. buat apa louis memberitahukan segala kegiatan nya dalam seminggu kedepan
"tentu saja aku harus melapor padamu. aku tidak ingin kamu yang selalu berpikiran yang jelek tentangku akan kembali berpikir kalau aku menyerah mendekati mu karena menghilang dalam seminggu kedepan. jadi lebih baik aku jelaskan lebih dulu."
"............" nam tercengang dengan ucapan louis
"kenapa kamu terlihat begitu kaget seperti itu..? apa aku terlalu berterus terang, atau kamu tidak menyadari kalau aku sedang mendekati mu." ucap louis dengan lembut
"...........!! lebih baik phi segera pergi, karena aku juga akan kembali ke saudara ku." nam menarik trolly belanjaan nya dan berjalan dengan pelan meninggalkan louis begitu saja
..............................
Seminggu kemudian...
Hari ini jane menghadiri undangan dari brand ternama. Setelah seminggu lebih dia tidak mengambil pekerjaan apapun yang di lakukan di luar rumah. Jane hanya mengerjakan beberapa photo shoot yang tidak mengharuskan nya berpakaian yang terbuka. membatalkan beberapa acara dengan alasan kesehatan yang tidak memungkinkan jane untuk berpartisipasi dalam proyek apapun selama 2 minggu kedepan. tapi hari ini jane memaksa akan hadir di acara ini karena sebagian besar bekas yang ada di tubuh nya sudah menghilang, tidak sepenuh nya hilang masih ada beberapa titik di bagian dalam, itupun tidak mengganggu saat dia menggunakan mini dress
"sawatdee kha khun jane.." sapa seorang wanita cantik yang tidak lain adalah penanggung jawab acara besar ini
"sawatdee kha phi.." balas jane memberikan wai dengan sopan
"bagaimana keadaan mu khun. aku sudah dengar dari khun prim kalau khun jane sedang bermasalah dengan kesehatan selama beberapa minggu ini. aku mengkhawatirkan mu" ucap nya dengan begitu ramah
"hahaaa.... senang melihat khun jane bisa hadir disini malam ini. khun jane salah satu tamu kehormatan yang sangat saya tunggu-tunggu di setiap saya membuat acara seperti ini.." jane hanya melebarkan senyuman ramah nya mendengar pujian dari wanita di hadapan nya "biar saya antar ke tempat duduk khun jane"
selama acara berlangsung. jane terlihat begitu santai menikmati peluncuran prodak terbaru dari brand itu. melihat setiap barang baru yang begitu menarik semua mata tamu yang hadir di acara itu. di saat orang-orang begitu sangat antusias dengan barang yang akan di keluarkan. hanya jane yang terlihat begitu biasa saja melihat pameran itu. bukan karena jane tidak menyukai nya, tapi karena pikiran jane yang tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan nya saat ini. Sifat tenang nya akan di lihat sebagai keanggunan nya dalam menikmati acara, tapi siapa yang akan menyangka kalau saat ini pikiran nya melayang entah kemana.
Selama seminggu istirahat di rumah. jane diam-diam mencari tahu siapa sosok nine. Hanya bermodal kan nama tanpa tahu apapun membuat jane sedikit kesulitan. Tapi untung nya jane meminta bantuan dari salah satu teman nya agar mengunjungi bar itu kembali dan menyogok bartender disana untuk memberikan informasi lengkap tentang nine. yang di ketahui nya kalau nine adalah teman baik dari pemilik bar. nine dan teman-teman nya sering mengunjungi bar itu walau tidak setiap hari, karena pemilik bar itu tidak hanya memiliki 1 bar, melainkan puluhan. jadi jane berasumsi kalau nine akan lebih sering mengunjungi bar yang di miliki teman nya hanya saja tempat nya jane belum mengetahui.
ting....
jane melihat pesan yang baru masuk ke ponsel nya. dimana jane sudah membayar seseorang yang bekerja di club itu untuk memberitahu nya kalau nine datang berkunjung. dan malam ini akhir nya tiba. dimana dia menerima pesan kalau saat ini pemilik bar datang bersama teman-teman nya, termasuk nine yang ada di kelompok itu.
"antar aku pergi sekarang juga..." perintah jane pada prim yang sedang menunggu di dalam mobil.
"thammaiwa phi..? acara belum selesaikan. kenapa phi sudah keluar..??" prim yang hanya bisa menatap bingung ke arah jane. karena seharus nya jane keluar sekitar 1 jam kemudian. (thammai\= kenapa)
"aku ada urusan mendadak."jelas jane yang sudah duduk di sebelah adik nya "kita ke bar xxxx sekarang juga."
"phiii... buat apa kita kesana..??" protes prim tidak menyukai rencana jane yang akan mengunjungi bar itu lagi
"aku ada urusan sebentar disana nong. tidak akan lama, phi janji tidak akan sampai 1 jam." jane menyakinkan adik nya agar dia mau mengantar kan nya ke bar itu lagi
"kali ini aku akan ikut masuk ke dalam .." prim menyetujui permintaan jane. mereka akhirnya pergi menuju ke arah tengah kota dimana bar itu berada
prim menemani jane masuk ke dalam bar itu. mengikuti kakak nya masuk ke dalam dan berhenti di sebuah meja ujung, dimana meja itu bisa melihat ke seluruh area lantai bawah ini karena dia sudah memesan tempat ini ke pekerja yang dia bayar. seperti biasa nya jane selalu menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung. dimana jane duduk dengan santai di sofa besar itu dengan satu tangan nya yang memegang gelas minuman, dan pandangan nya tertuju ke sebuah ruangan yang terletak di lantai 2. ruangan tempat dimana nine dan teman-teman nya berkumpul.
"phi. sebenarnya apa yang akan kita lakukan disini.? kita sudah 30 menit duduk disini tanpa melakukan apapun..?" prim yang sudah mulai tidak tahan dengan keramaian di bar ini. Berbeda dengan jane yang sangat menyukai tempat ramai, prim lebih ke anak rumahan. Jika tidak ada jadwal khusus jane keluar rumah, prim akan lebih menghabiskan waktu nya berdiam diri di kamar.
"tunggu sebentar nong. aku hanya akan menghabiskan minumanku, dan setelah ini kita kembali" ucap jane dengan tenang. karena jane tidak berniat untuk bertemu dengan nine. jane hanya ingin nine melihat wajah nya kembali. karena itu dia memesan tempat yang langsung mengarah ke tempat nine berada. dan jane yakin keberadaan nya saat ini sudah di ketahui oleh lelaki itu.
*teruslah bersembunyi nong. Tunggu sampai aku mendapatkan mu, maka kamu akan tahu kalau kami salah sudah menargetkan ku*
sedangkan di lantai 2. di ruangan VIP dimana ke 5 sahabat itu tengah menikmati pesta mereka seperti biasa nya. win yang pertama kali menyadari keberadaan model terkenal itu sedang berada di bar itu juga langsung berteriak ke arah nine yang sedang duduk bersama meen. memberitahukan kalau korban terakhir nine sedang berada di bawah. tentu saja semua orang langsung beranjak menuju ke dinding kaca dimana dari situ mereka bisa melihat dengan jelas orang-orang yang ada di lantai bawah.
"phi jane disini. barusan aku melihat postingan nya sedang berada di event prada." meen membuka omongan lebih dulu
"waawww... apakah dia memang secantik itu, bahkan dari sini saja aku bisa melihat wajah cantik nya" puji bas yang terlihat begitu terpesona akan pesona yang di miliki jane "sayang sekali. kenapa harus nine yang berhasil menaklukkan nya.." gerutu bas beralih ke nine di samping nya. dimana nine masih berdiri menatap lurus ke arah jane tanpa ekspresi apapun. tatapan nine tampak terlihat begitu tenang, seolah-olah dia hanya memandang pada sesuatu yang tidak begitu penting untuk nya. memang pada kenyataan nya seperti itu. tapi siapa yang tahu di dalam pikiran nya saat ini.
"aku harus kembali dulu. ini hampir tengah malam" pamit nine meraih kunci mobil nya yang tergeletak di meja dan meninggalkan ruangan itu. nine berjalan dengan santai turun dari lantai 2. dimana pesona nya yang kembali mengundang orang-orang untuk menyapa nya dan mengajak bergabung bersama. tapi nine hanya mengumbar senyum nya dan mengangkat 1 tangan nya tanda kalau dia harus segera kembali.
dengan licik nine sengaja berjalan melewati meja jane. bukan untuk menyapa, melainkan hanya ingin menguji emosi wanita itu setelah melihat nya kembali. karena setelah malam itu nine meninggalkan nya begitu saja. tanpa ucapan apapun atau salam perpisahan. sedikit kejam atas perbuatan nya. tapi memang begini lah alur permainan nya. dekati, tiduri lalu tinggalkan. sambil terseyum ke semua orang, nine berjalan begitu saja meninggalkan tempat itu.