The Twin'S Love Story

The Twin'S Love Story
pandangan pertama.




"nine...??" nam meraih lengan nine dengan begitu erat. Telapak tangan nya berkeringat, dan tubuh nya juga mulai gemetar. Panic attack nam kembali kambuh begitu dia memasuki club milik bas. Suasana yang ramai, gemuruh music yang memenuhi seluruh ruangan, serta redup nya pencahayaan yang membuat nam kembali gemetar dengan suasana di sekitar nya


"kamu baik-baik saja nam...?" tanya nine yang sudah menyadari ketakutan nam mulai kambuh kembali


"..........." nam tidak bisa mendengar suara apapun. Bahkan ucapan nine yang begitu dekat dengan nya tidak bisa di jangkau oleh nya.


"aku disini nam. Aku bersama mu disini" bujuk nine meraih tubuh gemetar adik nya. Memeluk nam dengan erat.


"ada apa nine..?" tanya meen yang sudah masuk ke dalam tapi kembali lagi ke tempat nine


"tidak apa-apa.." jawab nine tanpa suara ke arah meen. Nine memberi isyarat ke meen agar kembali lagi ke dalam tanpa menghiraukan nya yang sedang berusaha menenangkan nam dulu.


tubuh gemetar nam perlahan-lahan mulai kembali normal. sedikit demi sedikit nine mulai melonggarkan pelukan nya, meraih wajah nam yang sebelum nya terus menunduk karena takut.


"apa kamu ingin kembali pulang..?" tanya nine dengan suara lembut menatap nam dengan penuh kasih sayang


"........."


"apa tempat ini membuat mu takut.? Kita bisa kembali ke rumah sekarang juga." usul nine dengan perasaan bersalah nya karena sudah membuat bam kembali merasa takut


"mmm... Aku tidak takut... Mm.. Hanya saja.. Tubuh ku tiba-tiba gemetar dengan sendiri nya nine.." ucap nam dengan mata berkaca-kaca menjelaskan bagaimana kondisi nya


"apa kamu takut dengan suasana ramai ini..?" tanya nine lagi


"tidak." nam tetap menundukkan kepala nya. Dengan kedua tangan nya yang masih memegang kemeja nine dengan sangat erat


"lalu apa yang membuat mu merasa kurang nyaman."


"....... Aku tidak tahu." nam menggelengkan kepala nya. Sebenar nya nam bukan nya tidak tahu apa yang membuat nya takut. Justru nam lah yang paling tahu bagaimana rasa trauma nya akan kambuh. Bagaimana dia akan langsung gemetar jika berada di ruangan gelap, dengan banyak nya orang-orang asing yang berkeliaran di sekitar nya. Tubuh nam akan langsung gemetar dengan sendiri nya. Dan respon yang terburuk dari rasa takut nya, nam akan merasakan sesak nafas yang berujung hilang kesadaran nya.


sudah berbulan-bulan ini nam selalu berusaha menutupi kecemasan akibat trauma nya dari semua orang. Dan terutama dari orang tua dan saudara nya. Nam beralasan kalau dia sudah tidak merasakan apapun lagi, dan baik-baik saja akan semua nya. Tapi nyata nya penyakit itu tidak membaik sama sekali. Nam hanya berusaha menekan ketakutan nya serapat mungkin, karena nam tidak mau membuat semua nya semakin tersiksa karena mengkhawatirkan nya.


"jadi. Apa kamu ingin aku membawa mu kembali pulang.?" tanya nine sekali lagi


"aku baik-baik saja." nam langsung menggenggam tangan nine dengan erat. Tidak membiarkan nine menjauh dari tubuh nya walau hanya satu senti pun.


"jangan takut. Kamu tahu aku ada disini bersama mu nam" tegas nine merangkul nam


"ehm..." angguk nam


Nine pun langsung membawa nam pergi melewati kerumunan orang-orang. Dimana sebagian pengunjung ada yang memperhatikan kedatangan nine, karena nine bukan orang baru disana. Jadi beberapa pengunjung tetap pasti akan mengenal siapa nine. Mereka secara bergantian memanggil nama nine, berharap nine mau bergabung berkumpul di meja mereka. Ada juga yang langsung memotong jalan nine hanya untuk sekedar menyapa. Tapi respon nine yang sedang tidak ingin di ganggu oleh siapa pun malah mengusir siapapun yang menghalangi nya dengan tatapan mengancam nya.


di lantai 2. Dimana mereka ber5 selalu memiliki ruangan sendiri di club ini. Ruangan VVIP yang menghadap langsung ke seluruh area di lantai dasar. Dimana hanya ruangan itu yang bisa memantau semua pergerakan yang ada di dalam club ini. Dengan dinding kaca yang hanya dapat melihat dari 1 sisi saja. Serta ada nya beberapa kamar pribadi di dalam ruangan itu untuk mereka beristirahat jika sedang malas untuk kembali.


Di ruangan itu nine membawa nam duduk dengan nyaman. Ruangan dengan pencahayaan yang terang, dimana mereka semua sudah mengatur agar nam tetap nyaman berkumpul dengan mereka, dan tentu saja karena semua nya juga sudah tahu bagaimana kondisi nam. Jadi mereka membiarkan ruangan mewah itu yang biasa nya redup kini hampir semua lampu mereka nyalakan.


"apa kamu pernah mencoba alkohol nam.?" tanya win menunjuk ke meja. dimana sudah berjajar beberapa merk alkohol ternama


"jangan di tawari. itu di meja ada minuman tanpa alkohol kenapa kamu malah menyodorkan yang alkohol.." tegur bas menunjuk ke beberapa jus dan minuman lain yang memang sengaja di sediakan untuk nam


"aku hanya bertanya, dan tidak menawari.." jelas win cepat


"Kalau kamu ingin mencicipi coba saja nam. phi tidak akan melarang." ucap nine memberikan segelas minuman ke hadapan nam. Dan tentu saja nine memberikan alkohol yang tidak terlalu kuat.


"aku tidak mau. tapi bisakah aku mendapatkan lemon tea" pinta nam menatap ke 5 orang di hadapan nya


"oohh.. Tentu saja, aku akan meminta seseorang membawakan nya untuk mu" jawab bas cepat dan segera menghubungi seseorang untuk memesan minuman yang di inginkan nam.


"jika nanti kamu sudah mulai mengantuk. Di belakang itu ada kamar, kamu bisa istirahat dulu disana, aku akan menemanimu jika kamu merasa takut sendirian.." bisik meen yang membuat nam mengangguk mengerti


beberapa waktu berlalu.


Suasana nya kini mulai kembali hidup seperti biasa nya setelah nam meminta diri untuk pergi beristirahat sendiri di dalam kamar. Bas pun sudah memesan untuk yang kesekian kali nya botol minuman mereka di isi kembali, dan tidak ada di antara mereka yang hanya duduk-duduk diam dengan santai. Kini mereka semua sudah mulai menggila seperti biasa nya, berjoget mengikuti alunan musik sembari menatap ke lantai bawah.


"coba kalian lihat perempuan yang sedang duduk di depanĀ  meja bartender itu.." tunjuk gun mengarah ke sosok perempuan yang berpakaian merah menyala


"kenapa memang nya." sahut win memperhatikan sosok yang di maksud gun di ikuti semua orang


"bukan kah dia sangat cantik." puji bas dengan senyuman licik nya


"mm.. Aku tahu dia" ucap meen menambahi setelah memperhatikan perempuan yang di maksud oleh gun


"tahu dari mana.?" tanya gun penasaran


"kebetulan aku mengikuti nya di IG. Dia influencer yang cukup terkenal. dan kebetulan juga aku menyukai semua fashion nya" jelas meen memuji sosok wanita itu


"siapa nama nya.." tanya bas


"jane. Jane kugimiya"


"apa kalian ingin taruhan..?" usul win menunjuk semua nya "sudah lama kita tidak melakukan permainan ini"


"apa yang ingin kamu taruhkan untuk kali ini..?" tanya nine yang juga sedang melihat ke arah jane


"yaahhh... sesuatu yang menarik." win mengambil botol bir yang masih terisi penuh dan menuangkan ke gelas semua orang. dengan tujuan kalau taruhan kali ini akan lebih menantang dari yang sebelum nya.


"aku menginginkan mobil audi terbaru mu" ucap nine mengutarakan imbalan nya dan langsung menenggak habis minuman yang win tuangkan untuk nya. tanda kalau dia sudah menerima tantangan win untuk bermain-main dengan sasaran baru


"aku setuju..." bas dan gun menyusul nine meminum minuman nya.


"lalu dengan ku. apa aku juga harus bertaruh untuk sesama perempuan, haruskah aku juga meniduri nya.." gerutu meen dengan wajah kesal nya, karena dia tidak bisa berpartisipasi dalam taruhan teman-teman nya kali ini.


"taruhan yang sebelum nya saja kamu belum selesai sampai sekarang." ledek bas ke arah meen


"apa kalian gila. bagaimana bisa aku meniduri kakak sepupu ku sendiri, merayu nya saja aku sudah tidak memiliki keberanian, apalagi harus menyeret nya ke tempat tidur." oceh meen mengingat kembali taruhan mereka semua. dimana semua harus mengajak 1 orang untuk di bawa ke tempat tidur pada malam itu. dan sial nya target meen adalah kakak sepupu nya sendiri. dan tentu saja meen kalah dan harus kehilangan beberapa juta bath untuk mentraktir mereka semua menginap di hotel kelas atas selama seminggu penuh.


"kalau begitu jadi lah juri dalam taruhan kali ini." ucap nine yang meletakkan gelas minum nya sebelum bersiap-siap mengambil jacket dan keluar dari ruangan itu menuju ke lantai bawah.


"bukan kah kita belum mengatur siapa yang akan maju duluan..?" tanya gun dengan alis berkerut menatap ke lantai bawah. dimana sudah ada nine yang sedang berjalan melewati kerumunan orang-orang menuju ke arah tempat duduk jane


"hemm..." sahut win


"sialan nine. dia sudah bergerak lebih dulu" gerutu gun mendesah pasrah


"hahaaa.... seperti nya kali ini kalian hanya menawari sesuatu yang bagus bagi nine." ledek meen saat melihat nine sudah duduk bersebelahan dengan jane, dimana jane sudah menanggapi gurauan manis nine "pemenang nya sudah di tentukan sebelum memulai permainan..hahaaa.." tawa puas meen dengan kebodohan teman-teman nya








...****************...