
sekitar jam 2 siang. namtan sedang berdiam diri di halte depan gedung fakultas nya. hari ini hari pertama namtan memulai hari nya sebagai siswi baru. setelah menyetujui ajakan nine untuk kembali bersekolah, namtan langsung mendaftar di universitas yang sama dengan nine. hanya saja jurusan nya berbeda yang dia ambil. jika nine memilih arsitektur maka namtan memilih bisnis manajemen.
"nong. apa kamu sedang menunggu bus..?" teriak seorang senior perempuan dari dalam mobil nya yang kebetulan berhenti di depan halte begitu melihat namtan sendirian di halte bus di terik nya siang matahari "masuk lah nong. biar phi mengantar mu pulang.."
"terima kasih phi. tapi saya sedang menunggu saudara saya untuk menjemput" jawab namtan menolak dengan sopan
"ahh. baik lah kalau begitu. hati-hati yah nong"
begitu mobil senior itu pergi namtan langsung merogo saku rok nya. meraih HP nya untuk menelihat daftar kontak dengan atas nama nine. seharus nya nine sudah menjemput nya sejak setengah jam yang lalu. sekitar jam 1 siang lewat. tapi sampai detik ini tidak ada tanda-tanda kemunculan batang hidung pria jangkung itu, bahkan telfon atau sms juga tidak ada.
drrrttt..ddrrrtttt....
nine memanggil...
"nine... kamu dimana..?" gerutu nam begitu nine menelfon nya
"sekarang kamu naik bus kampus ke arah gedung fakultas ku. aku tepat berada di taman samping gedung, kamu akan langsung melihat keberadaan ku begitu kamu turun dari bus" ucap nine dengan pelan
"kenapa aku yang harus kesana. bukan nya kamu yang seharus nya menjemputku kesini." protes nam tidak senang hati
"datang saja kesini. Naik bus hanya membutuhkan 5 menit saja nam" bujuk nine dengan lembut
"aku akan mengadu pada mae kalau kamu menelantarkan ku disini" bentak nam langsung mematikan panggilan nya.
Dengan wajah cemberut nam akhir nya berjalan ke arah halte bus kampus. Dimana pihak universitas memang menyediakan bus gratis untuk membawa mahasiswa nya menuju ke gedung fakultas masing-masing. Gedung fakultas nam berada di paling belakang, sedangkan gedung arsitek berada di gedung ke dua setelah gedung fakultas kedokteran yang berada di paling depan.
nam menaiki bus yang membawa nya langsung ke depan gedung arsitektur. begitu turun nam memang langsung melihat sebuah taman besar yang berada tepat di samping gedung. Banyak mahasiswa yang sedang duduk di meja kayu atau meja baju yang tersedia di setiap tempat untuk orang-orang beristirahat. dan banyak juga beberapa orang yang sedang merebahkan tubuh nya dengan sangat letih di banhku panjang.
Nam melihat pada sekeliling nya. Mencari sosok familiar yang sudah membuat nya emosi pada siang hari ini. Dan sosok itu kini tengah duduk sembari menatap lurus ke arah nya. Mengangkat satu tangan nya melambai ke arah nam. Mengisyaratkan agar nam segera menghampiri nya.
"tidak susah kan.!" ucap nine begitu nam berjalan ke hadapan nya. Dan Mengambil posisi duduk tepat di samping nya
"............." mengabaikan
"aku baru saja selesai kelas. Maka nya aku telat menghubungi mu" ucap nine beralasan
"kamu kan bisa mengirimi ku pesan, jadi aku tidak harus menunggu lama di halte itu sambil panas-panasan.." oceh nam cemberut. masih menolak untuk menoleh ke arah nine
"siapa nine...?" tanya teman perempuan nine yang memang sudah berada disana sejak tadi
"apa ini pacar baru mu.? aku belum pernah melihat nya..?" teman pria nine yang lain juga mulai penasaran dengan sosok namtan.
"kenapa wajah mu sangat berkeringat." nine memperhatikan nam dari samping, melihat bahwa adik nya benar-benar kepanasan karena harus menunggu nya di cuacah yang terbilang tidak bersabat "apa kalian ada yang memiliki tissue..?" tanya nine menoleh ke arah ke-3 teman nya
"ini aku punya" jawab teman wanita nine mengeluarkan sebungkus tissue dari dalam tas nya lalu menyodorkan ke arah nine.
Nine langsung mengambil beberapa lembar tissue dan langsung mengarahkan ke wajah nam. tanpa memperdulikan tatapan terkejut orang-orang di sekitar nya, nine terus saja dengan santai mengusap keringat di wajah nam dengan lembut.
"waaawww... pertunjukan apa ini.." goda teman pria nine dengan tidak percaya pada apa yang di lihat nya. karena semua teman nine sangat tahu segila apapun nine terhadap wanita. Nine tidak akan bersikap dengan sangat lebut dan penuh perhatian seperti yang di tunjukkan nya saat ini.
"apa kamu sudah bosan dengan wanita mu yang sebelum nya..? kali ini kelihatan lebih manis dari yang sudah-sudah." kritik teman pria nine yang lain. Setelah beberapa lama memperhatikan raut wajah namtan
"jaga ucapan mu jika kamu tidak ingin aku membuat mu babak belur.." balas nine dengan wajah dingin nya melirik ke arah teman nya
"aaooo.. Nong nam..!" teriak seorang pria yang yang baru saja bergabung dengan kelompok nine
"phi gun. Sawatdeekha🙏" sapa nam memberi wai pada gun dengan ramah
"gun. Apa kamu mengenal pacar baru nine..?" tanya teman nine terkejut karena gun sudah mengenal namtan
"apa nya yang pacar baru. Ini namtan. Adik si brengsek nine.!" jelas gun yang membuat ke-3 teman nya langsung melongo karena terkejut.
Ke-3 teman baik nine memang belum pernah bertemu dengan namtan. Karena dari nine sendiri memang tidak berniat untuk memperkenalkan atau menunjukkan wajah adik nya. Tapi nine tidak menyembunyikan fakta kalau dia memiliki adik perempuan yang tidak lain adalah saudara kembar nya.
"saudara kembar mu nine..?" ucap ke-3 orang itu dengan serempak
"apa sekarang hari pertama mu masuk kuliah..?" tanya gun pelan
"iya phi."
"hei gun. Bagaimana cerita nya kamu bisa mengenal adik nine, sedangkan nine sama sekali tidak pernah membahas tentang adik nya"
"secara kebetulan. Keluarga ku sering menginap atau menyewa resort milik keluarga nine. Jadi mau tidak mau nine mengenalkan ku dengan nam" jelas gun
"nam. Kamu ingat baik-baik wajah orang-orang ini, mereka semua teman phi. Walau pun tampang mereka tidak bisa di percaya tapi mereka tidak akan pernah berani macam-macam dengan mu. Yang ini win anak dari pejabat kepolisian. yang satu ini bas, anak dari sekelompok mafia di negara kita. Keluarga nya memiliki puluhan club malam besar di berbagai daerah. dan yang perempuan satu ini nama nya meen. keluarga nya pemilik rumah sakit besar yang ada di bangkok.
"Gun" keluarga nya pemilik stasiun tv terbesar di thailand yang juga menaungi beberapa artis papan atas dan keluarga gun memiliki saham di hampir seluruh stadiun penyiaran yang ada di thailand. Memiliki sifat yang ramah dan mudah berbaur dengan siapapun.
"bas" (latar belakang keluarga mafia yang melekat dengan kekerasan. Tapi bas sendiri tidak bisa bela diri apapun, setiap kali bas terlibat perkelahian nine yang selalu turun tangan. Bahkan orang-orang tidak akan menyangka kalau bas adalah pemilik dari club malam yang sangat terkenal di thailand)
"win" (hampir semua anggota keluarga win bekerja di pemerintahan dan memiliki jabatan yang sangat kuat. Papa win seorang petinggi polisi, sedangkan mama nya bekerja di pemerintahan kerajaan thailand.)
"meen" (satu-satu nya perempuan di groub nine. Tidak kalah dengan teman-teman nya yang lain. Meen sendiri lahir dengan latar belakang keluarga yang sangat terpandang. Rumah sakit yang di miliki keluarga nya terbilang lebih banyak di bandingkan dengan rumah sakit yang di miliki pemerintah.)
nine memiliki 4 teman yang cukup dekat satu sama lain. mereka bertemu dan mulai akrab saat di tahun pertama ajaran baru universitas. dengan sifat dan kepribadian yang berbeda mereka mampu membuat pertemanan mereka menjadi lebih semakin erat. saling memahami sifat satu sama lain.
"sawatdeekha.." sapa nam memberi wai ke pada teman-teman nine
"barusan gun bilang nam baru saja mengikuti ajaran baru hari ini..?" tanya win penasaran
"ehmm.." angguk nam membenarkan ucapan win
"jangan terlalu banyak tanya dan ingin tahu. adik ku sedikit sensitif dengan pertanyaan yang cukup mendetail seperti itu" kata nine memotong ucapan win dengan cepat. Nine sangat tahu isi kepala win yang selalu penasaran dengan hal-hal baru dan meskipun nine membiarkan nam berkenalan atau bergabung dengan kelompok nya, tapi nine tetap ingin membatasi teman-teman nya mengusik sesuatu yang akan membuat nam merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar nya
"jadi apa nanti malam kita akan mengunjungi tempat baru lagi..?" tanya meen setelah diam beberapa saat untuk memperhatikan nam secara mendetail
"tempat mana yang akan di kunjungi. aku akan menyuruh orang-orang ku untuk memesankan tempat untuk kita." ucap bas dengan santai setelah lama fokus dengan tablet nya
"aku tidak bisa ikut malam ini. kalian pergi saja ber-4 tanpa aku" ucap nine beranjak dari duduk nya sembari meraih lengan nam agar ikut berdiri bersama nya
"apa kamu akan menemani nam di rumah ..?" tebak gun dengan sangat yakin
"hemm..." angguk nine
"kalau begitu malam ini kita berkumpul di rumah mu saja. aku akan membawa barang-barang untuk kita berkumpul"
"terserah kalian. aku kembali dulu" nine membawa nam pergi setelah berpamitan dengan teman-teman nya.
"kenapa kamu tidak pergi dengan teman-teman mu. aku tidak apa-apa di rumah sendirian" ucap nam begitu mereka sudah berada di dalam mobil
"kamu pikir aku akan meninggalkan mu sendirian di rumah dan pergi bersenang-senang dengan mereka. aku tidak akan kemana-mana.." jawab nine cepat
"..........." nam menatap ke luar kaca mobil dalam diam. percuma jika ingin berdebat tentang hal ini dengan nine, karena nam tidak akan pernah menang melawan nine.
Nine sudah tinggal di bangkok sejak masa SMA. Dia memilih sendiri belajar jauh dari rumah, sedangkan nam kebalikan dari saudara nya. Sejak kecil nam tidak pernah keluar dari phuket. Dan ini pertama kali nya nam berada jauh dari rumah dan orang tua nya.
di bangkok orang tua nine membeli sebuah rumah minimalis untuk nine tinggali. Karena nine kurang suka tinggal di asrama atau menyewa kondominium, maka nya orang tua nine membeli rumah untuk anak-anak nya tinggali.
...****************...