The Twin'S Love Story

The Twin'S Love Story
canggung





"kenapa mae ada disini..?" teriak louis dengan tidak suka


"memang nya ada larangan untuk mae datang ke hotel sendiri" jawab ingka dengan ekspresi tersinggung atas pertanyaan anak nya. "siapa gadis cantik ini..?" seketika ingka merubah nada bicara nya dengan begitu lembut ke arah nam yang masih menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya. berusaha menghentikan tangis nya "ada apa..? apa kamu menangis sayang...?" ingka langsung mendekat ke arah nam. menyentuh punggung nya untuk dia elus


"mae.. sebaik nya mae pergi." usir louis menarik lengan mama nya agar menjauh dari nam


"kamu kenapa.? apa pria ini menyakitimu..?" tanya ingka mencoba bertanya dengan pelan. melirik ke arah louis dengan tatapan tajam nya "tidak apa-apa sayang. kamu tidak perlu takut. bilang saja dengan jujur, mae akan membantumu menghajar orang ini."


nam yang masih menangis perlahan-lahan mulai sedikit tenang saat mendengar suara wanita itu berusaha membuatnya menjadi lebih tenang. saat air mata nya sudah tidak mengalir, nam menurunkan tangan nya dan menoleh ke arah suara wanita itu. sosok wanita cantik tengah menatap lurus ke arah nam. mata nya menyipit karena senyuman cerah yang di buat oleh wajah nya.


"kamu baik-baik saja..?" tanya ingka menyeka sisa air mata di wajah nam dengan lembut


"ehmm..." angguk nam pelan "khothod.." ucap nam meminta maaf ke arah ingka dengan sopan


"kenapa kamu minta maaf. dan kenapa kamu menangis. apa lelaki ini benar-benar menyakitimu..?"


"mae.." tegur louis menghela nafas berat


"mai kha.." nam menggelengkan kepala nya


"kamu..." tunjuk ingka ke wajah anak nya "kenapa kamu membuat seorang gadis menangis. apa mae mengajarkan mu bersikap seperti itu pada perempuan." marah ingka menunjuk ke arah anak nya yang siap kapan saja untuk memukul.


"sebaik nya me pulang. bukan kah urusan mae sudah selesai disini" usir louis


"aahh... tadi nya mae mau pulang, tapi tidak jadi setelah melihat kamu dengan pacar mu." kata ingka melebarkan senyuman nya ke arah louis dan nam


"mae...." protes louis lagi


"kamu baik-baik saja. wajah mu langsung merah karena menangis." ingka mengelus wajah nam dengan perhatian "ngomong-ngomong saya belum memperkenalkan diri. nama saya ingka, dan kebetulan saya adalah orang yang sudah melahirkan orang ini" ingka memperkenal dirinya dengan semangat ke arah nam sembari menunjuk ke arah louis. dimana hari seperti ini yang selalu di nanti-nanti nya sejak dulu. memergoki putra nya dengan seorang perempuan, dan keinginan itu terwujud hari ini.


"sawatdee kha. saya namtam threechada satur." sapa nam dengan memberikan wai ke arah ingka


"ahhh. nong namtan. nama mu cantik sekali seperti wajah mu" puji ingka dengan senang. "mae sangat senang sekali bertemu dengan mu hari ini." ingka langsung memeluk nam


"................"


nam langsung membeku di tempat nya. pelukan yang mendadak dan mau tidak mau nam juga membalas pelukan itu. sedangkan untuk louis sendiri. dia tidak bisa menghentikan mama nya. jadi satu-satu nya hanya berdiri diam dan melihat apa lagi yang akan mama nya perbuat.


"ada apa ini...???" tanya jonathan yang baru saja muncul dan melihat louis serta istri nya yang sedang memeluk seorang gadis "sedang apa kamu disini..??" tanya joe ke arah louis dengan alis terangkat


"pho sendiri sedang apa disini. lebih baik cepat bawa istri tercinta mu segera pergi dari sini, jangan mengganggu acara orang lain." gerutu louis dengan ekspresi tidak puas nya


"aku sangat ingin menjahit mulut mu.." joe mengumpat kesal dengan reaksi dingin anak nya


"ahhh.. pho kenal kan, ini nam. pacar louis.." kata ingka dengan penuh semangat merangkul nam


"............." seketika wajah nam langsung mengerut dengan kata-kata yang di dengar nya. nam langsung melihat ke arah louis dengan ekspresi bingung "phi louis...!!" panggil nam dengan suara kecil memanggil nama louis untuk pertama kali nya


"benarkah.. " joe langsung mendekat ke arah istri nya untuk berkenalan dengan calon menantunya "nama saya jonathan, tapi kamu cukup memanggilku dengan paman atau om joe saja untuk saat ini." ucap joe memperkenalkan dirinya


"hmm... sawatdee kha.." nam membalas sapaan joe dengan sopan. walau sebenarnya nam sangat ingin mengoreksi kesalah fahaman pada situasi nya saat ini, tapi dia tidak tahu bagaimana cara nya memberitahukan kepada kedua orang tua yang terus menatap nya dengan ekspresi penuh kekaguman


"cukup. sebaik nya pho dan mae cepat pergi. jangan membuat ku kehabisan kesabaran." protes louis menghentikan kekacauan yang lebih besar lagi "nam sebaik nya kita pergi dari sini." ajak louis beralih untuk menatap gadis itu. karena sejak saat ingka mengira nam adalah kekasih nya. nam terus menoleh ke arah louis dengan ekspresi bingung dan meminta bantuan atas situasi dirinya


"kemana kalian akan pergi..?' tanya ingka dengan cepat


"kemana aku dan nam pergi itu bukan urusan mae." jawab louis ketus mendekat ke arah nam. menarik tangan nam untuk menjauh dari orang tua nya. nam tidak protes saat louis memegang tangan nya dengan erat, membawa tubuh kecil itu berdiri tepat di samping nya dan menjadi tameng agar ingka dan joe tidak lagi mengganggu nam dan membuat nam merasa semakin tidak nyaman


"ada apa dengan kalian berdua. kenapa kalian begitu sangat menjengkelkan hari ini." geram louis ke arah kedua orang tua nya. dia sudah menunggu sejak lama untuk bisa pergi berdua dengan nam, jadi apapun pengganggu yang akan merusak moment berharga nya tidak akan louis biarkan begitu saja. meski itu orang tua nya sendiri.


"apa sebaik nya aku pulang saja phi..?" tanya nam dengan suara yang begitu pelan ke arah louis


"mai dai..." teriak louis secara spontan "kamu tidak boleh pulang. bukan kah kamu sudah berjanji untuk pergi makan bersama ku hari ini. jika aku melewatkan hari ini, kamu akan kembali mencari alasan lain untuk kembali menolak bertemu denganku." protes louis dengan sangat tidak setuju dengan usulan nam "jangan hiraukan ucapan dan keberadaan orang tua ini. anggap saja hari ini kamu tidak bertemu dengan siapapun kecuali aku."


"anak sialan ini.." gumam joe sedikit kesal dengan ucapan louis


"jaga bicara mu phi." tegur ingka menyikut pinggang suami nya dengan lengan nya


"ayo kita pergi. kita cari restoran lain saja." louis kembali memegang tangan nam dan hendak meninggalkan tempat itu sesegera mungkin. tapi langkah mereka terhenti karena kalah cepat dengan ingka yang langsung memotong jalan untuk pergi


"tidak bisakah aku dan suami ku ikut makan dengan kalian.." tanya ingka dengan wajah memohon ke arah nam dan louis secara bergantian


"maeeee...." louis langsung berteriak


"tidak apa-apa kan nam..??" ingka langsung menatap nam dengan mata penuh harap


"................"


"jangan di dengar nam." cegah louis


"nam......!!!!" ingka mengangkat tangan nya memohon


"mmm... " angguk nam akhirnya menyetujui permintaan ingka. walau sebenarnya nam sendiri ingin kembali pulang saja. tapi melihat ingka yang memohon seperti itu pada nya membuat nam merasa tidak pantas untuk orang yang lebih tua sampai memohon seperti itu pada nya.


"naaaammmm..." protes louis dengan tidak puas ke arah nam


"mmm... bukan kah tidak sopan jika aku menolak nya" ucap nam pelan


"aaoooo.. kamu manis sekali.." puji ingka yang hendak ingin memeluk nam kembali, namun terhalang oleh tubuh louis yang tidak rela jika mama nya terus bertindak semau nya pada nam


"sebaik nya kita langsung ke ruangan yang sudah kamu pesan.." joe langsung mengajak semua orang bergegas pergi


"aku akan memutuskan hubungan dengan kalian berdua setelah ini.." gerutu louis menggandeng nam pergi melewati orang tua nya dengan wajah manyun


"lakukanlah dengan cepat. pho juga menginginkan hal itu" balas joe yang langsung di sambut dengan tatapan tidak suka dari ingka "anak itu duluan yang memulai nya tuaeng" joe mencoba membela diri


"jangan memancing pertengkaran. aku tidak mau calon menantuku akan menjadi takut untuk masuk ke keluarga yang isi nya hanya pertengkaran antar papa dan anak nya. ingat phi. jaga sikap mu untuk hari ini saja.." ancam ingka dengan tatapan sengit nya yang selalu berhasil membuat joe merinding takut


"aku tahu tuaeng.." jawab joe manyun


akhir nya mereka ber-empat duduk di sebuah ruangan VVIP. dimana posisi duduk yang sudah di tetapkan, nam duduk bersebelahan dengan louis. sedangkan ingka dengan joe. mereka saling berhadapan dan saling mengumbar senyum satu sama lain sembari menunggu makanan di hidangkan.


"jadi sejak kapan kalian berpacaran..?" tanya joe yang memecahkan keheningan


"pho..." tegur louis


"apa. pho hanya ingin tahu. bukan kah wajar jika orang tua ingin tahu tentang kekasih anak nya." joe beralasan


"mmm... apa nam merasa kurang nyaman dengan pertanyaan yang om ajukan." tanya joe dengan lembut


"mai kha." jawab nam pelan "tapi sebelum nya aku mau meminta maaf terlebih dulu pada om dan tante. karena sebenarnya aku bukan pacar nya phi louis." jelas nam sesopan mungkin. nam tidak mau lebih lama lagi membiarkan kesalahfahaman ini semakin berlanjut


"................." ingka tersenyum


".........." sedangkan joe tampak terkejut "jadi.. apa hubungan kalian berdua..?" tanya joe penasaran. karena dari apa yang joe lihat barusan louis memiliki tatapan berbeda untuk nam. louis tidak pernah menunjukkan bagaimana tipe ideal nya akan perempuan kepada orang tua nya. louis selalu menutup dengan sangat rapat mengenai hubungan pribadinya. dan jika pertemuan ketidak sengajaan hari ini tidak ada. mungkin joe tidak akan pernah melihat bagaimana ketertarikan louis akan gadis ini. Bagaimana joe bisa melihat tatapan putra nya yang sama betul dengan cara dia menatap istri nya.