The Step Of Palimpsest

The Step Of Palimpsest
#7



Dorothy terlahir penuh dengan keistimewaan. Mata Arwah yang sudah terbuka sejak ia lahir. Ia pun disayangi oleh banyak sihir. Banyak sihir yang bersuka rela untuk membantunya tanpa harus membuat kontrak. Karena hanya dengan berada di dekat Dorothy, mereka bisa merasa kenyang. Mereka bisa membaca kehidupan sebelumnya, masa kini, dan yang akan datang. Mereka mencoba untuk memakan lintasan panjang aura buruk dan jahat yang mencoba untuk menyakiti Dorothy. Tanpa perlu didampingi oleh siapapun, sangat kecil kemungkinan nyawa Dorothy akan terancam.


Namun, berbeda dengan Dominique. Dominique lahir dengan Mata Arwah yang masih tertutup. Tidak ada satu sihir pun yang coba mendekatinya sebab lintasannya tidak memiliki godaan. Godaan seperti naik dan turun, jalan berlubang, maupun yang berliku-liku. Untungnya, Theomund bisa membimbing Dominique karena dia pernah dengan sengaja menutup Mata Arwah yang sudah terbuka dari ia lahir untuk dibuka kembali menggunakan metode latihan karena itu merupakan syarat dari ayahnya untuk menandakan pewaris kepala keluarga Ginova yang pantas.


Butuh waktu sepuluh tahun sampai Mata Arwah Dominique bisa terbuka. Dan, ketika matanya terbuka, segera saja ia diserbu oleh sihir yang merasakan lintasan jalan menarik. Mereka amat takjub, antusias, penuh semangat, sampai mereka yang tadinya dekat dengan Dorothy pun kini berganti memihak Dominique. Sekutu Dorothy hanya tersisa beberapa saja, sedangkan Dominique mengambil semuanya darinya. Perjuangan Dominique tidak begitu mudah karena ayahnya menerapkan cara yang benar menurutnya untuk membuka Mata Arwah. Jadi, kadang kala bisa tidak sinkron satu sama lain karena memiliki perbedaan pendapat.


Di dunia lain, Dorothy yang menjadi bintang utamanya. Di dunia ini, Dominique yang berada dalam kendaliku, aku yang adalah pencipta dunia ini yang akan menentukan jalannya dunia ini.


Di duniaku, aku hidup dengan serba berkhawatiran. Khawatir dengan kesehatan orang tuaku, keuangan, gaji pekerjaan, bagaimana aku harus menyiksa diriku sendiri lebih jauh lagi? Hanya demi menyisihkan uang untuk dikirimkan ke ibu dan ayah, tapi juga harus ada uang agar aku bisa bertahan hidup. Aku orang yang tak terima kritik, meski itu dari orang tuaku sendiri. Aku sudah punya banyak beban pikiran, aku tak mau membuat orang lain jadi tidak enak juga. Aku egois, ya, ini hidupku dan adalah jalanku. Aku tidak pernah menyalahkan siapapun atas penderitaan yang aku pendam.


Begitu sampai di sini, jam berubah menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, sampai bulan yang berotasi berubah menjadi tahun pula. Aku melampiaskan diri atas banyak halnya yang tidak bisa aku capai di kehidupanku sebelumnya. Awalnya aku takut karena aku tidak tahu harus melakukan apa dengan tubuh Dominique, tapi melihat perlakuan Theomund dan Lesya yang seperti itu aku jadi teringat orang tuaku.


Aku yang sekarang adalah orang yang berbeda.


Sihir bukanlah lagi imajinasi belaka. Aku punya kekuatan, kekuasaan, bahkan kekayaan yang tak terkira. Aku bisa lakukan apapun dan memiliki dukungan penuh dari keluarga, bahkan pendidikan yang terbaik. Aku tidak perlu takut untuk menghemat uang. Aku bisa melakukan hobiku tanpa ada rasa takut keuangan di hari esok dan nanti. Konglomerat, diplomat, miliuner, dan biliuner di duniaku merasakan ini setiap hari? Inilah kebebasan memilih yang sebenarnya. Makanan paling aneh, enak, dan yang tidak masuk akal bisa diajukan. Dan mereka pasti akan mendapatkannya.


Seperti inikah surga dunia?


"Ini upacara kedewasaan si kembar Ginova, jangan segan untuk dibuat meriah. Apa kalian sudah punya konsepnya?" tanya ayah.


Pada hari ketika aku membuka mataku di dunia ini untuk pertama kalinya, Dominique dan Dorothy bahkan Casildo telah berusia 16 tahun. Setelah tiga tahun berlalu, itu artinya hanya tersisa satu tahun untuk mempersiapkan upacara kedewasaan. Mulai sekarang akan jadi semakin sibuk. Kedewasaan itu menakutkan, meski setidaknya tinggal di sini masih lebih baik daripada di dunia yang lama, tapi masih sama-sama menakutkan. Ah, kembali ke usia remaja membuatku trauma dengan menjadi dewasa.


"Apakah aku tidak bisa selamanya saja menjadi remaja?"


Di bawah atap kaca yang berisikan air yang disinari oleh mentari amat terik-kalau saja tidak ada perisai, atap ini bisa menjadi kaca pembesar raksasa yang membakar kami seperti seekor semut. Saat ini aku, Dorothy, dan ayah sedang berada di Kastel Mangata. Kami tengah menentukan konsep yang akan cocok untuk pesta kedewasaan sekali seumur hidup kami ini. Apresiasi yang diberikan ayah pun sangat besar, tidak lupa ibu juga sangat mendukung sebagai ketua pimpinan doa harapan baik.


"Ada mantra terlarang untuk itu, tapi Kamu tidak akan bisa mencobanya," kata ayah.


"Kenapa tidak?"


Dorothy melipat-lipat kertas berwarna untuk undangan menjadi bentuk-bentuk unik. Dia mengambil alih untuk memberi jawaban, "Karena mantra itu hanya bisa dirapalkan oleh tingkatan Eve. Kita yang masih tingkatan Morrow belum bisa melakukan apa-apa."


'Belum bisa melakukan apa-apa' dalam artian belum bisa menggunakan sihir level atas. Tingkatan penyihir terbagi menjadi empat menurut usia dari nol sampai seratus. 1-25 tahun adalah tingkatanku dengan Dorothy yang sudah disebutkannya, Tingkatan Morrow. 26-50 tahun adalah tingkatan ayah dan ibu, Tingkatan Daylight. Tingkatan ini adalah tingkatan yang paling berpotensial untuk mengembangkan langkah-langkah mantra yang bisa mengeluarkan energi masif ketika menginjak tingkatan selanjutnya.


51-75 tahun adalah Tingkatan Dewfall. Pada tingkatan ini adalah mereka yang sanggup menggunakan mantra yang sangat berbahaya, karena bekerja sama dengan sekutu tingkat tinggi. Bahkan jauh lebih tinggi dari sekutu serigalaku yang memiliki bulu warna pertama di alam semesta. Mereka yang paling siap untuk mengorbankan dirinya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.


Tahun depan saja, ayah akan naik tingkat ke Tingkatan ini.


Yang terakhir adalah Tingkatan Eve. Tingkatan ini mencakup usia 76-100 tahun, mereka siap untuk menunggu atau justru menjemput ajal mereka sendiri. Mereka yang paling siap untuk meninggalkan dunia ketika semua urusannya di dunia telah selesai, maka ketika seseorang yang berperingkat Eve pergi, jejak sihirnya tidak akan gentayangan di dunia lama. Mereka pada tingkatan ini sudah di luar nalar, tidak ada catatan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada orang-orang di tingkatan ini setelah mereka merapalkan mantra terlarang.


Mantra meremajakan yang terlarang, mungkin itu bisa beralih menjadi mantra keabadian atau sesuatu yang lain. Tidak ada yang tahu karena kami semua menghindari untuk menciptakan ancaman-yang bisa mempersulit kami-jadi sekecil mungkin. Penyihir melawan ksatria, tentu yang menang adalah penyihir karena kamilah yang 'memberkati' mereka ketika akan pergi ke medan perang.


Kalau di dunia lama, yang penyihir di dunia ini lakukan sudah mirip seperti dukun. Penyihir memberikan semacam ilmu kebal kepada para ksatria agar bisa pulang dengan ke rumah setelah perang usai. Tak jarang, beberapa penyihir yang dikhususkan belajar di akademi ksatria diutus untuk membantu garis terdepan apabila telah terdesak.


Bayangkan jika anak itu mengetahui kebenaran dari rahasia ini—


Berhenti. Ada suara kuda. Ayah yang tadi memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, secepat kilat beralih duduk dengan tegap. Lalu, Dorothy yang tadi tengah melipat hiasan untuk kartu undangan pun ikut menjadi tegang.


"Suara kudanya Casildo, ya?"


»»--⍟--««


Di belakang orang yang tersenyum riang, akan selalu ada seseorang yang merasa iri. Apa yang hatinya inginkan selalu direnggut darinya dan jadi milik orang lain di depan matanya. Orang lain itu adalah saudarinya sendiri, Dominique. Saat mereka masih kecil, Dominique cenderung dijauhi oleh anggota keluarga Ginova yang lain karena tidak terlahir dengan Mata Arwah yang sudah terbuka seperti Dorothy. Akan tetapi bahkan kerja keras bisa mengalahkan bakat murni, asalkan mau berusaha.


Semua orang menggadang-gadang Dorothy, si anak berbakat, perasa, dan yang terlahir dengan Mata Arwah yang sudah terbuka, namanya yang memiliki makna hadiah dari Tuhan. Semua orang mengira ia yang akan menjadi anugerah paling besar yang pernah keluarga Ginova dapatkan. Ayahnya pun semakin sayang padanya, padahal nyawa Dominique baru saja selamat setelah bertaruh pada ujung tanduk kehidupan.


Jika saja Dominique meninggal, Dorothy bisa mendapatkan apa yang direnggut oleh kakaknya.


Ya, itulah yang semua orang inginkan. Dorothy mungkin peka, tapi dia akan ikut manipulasi orang lain, bagaimanapun juga. Akal pikiran dan hari nuraninya saling tumpah tindih satu sama lain. Mudah untuk membuatnya kacau dan anjing yang suka menjilat tuannya. Sebab itulah, Theomund tidak menaruh anak kesayangannya pada gelar yang terlalu banyak tanggung jawab.


Bukannya Theomund tidak mempercayai Dorothy, tetapi dia hanya ingin anak tersayangnya selamat dan tidak jadi seperti kakaknya. Orang tua tak akan sanggup melihat kematian anaknya, tak ada istilah untuk orang tua yang telah kehilangan buah hati.


"Dorothy, ada apa?"


Dorothy terus berdiri di samping jendela kastel, memperhatikan kakaknya dan pemuda yang dicintainya menunggangi kuda bersama-sama. Iri tentu saja ada. Walau begitu, Dorothy tetap tersenyum, bersamaan dengan gelak tawa kakaknya yang perlahan-lahan menghilang saat Dominique dan Casildo menjauh dari pandangannya. Agak lama bagi Dorothy untuk mencerna dan menafsirkan apa yang telah terjadi pada hidupnya menjadi bahasa yang mudah ia pahami.


"Padahal, Dominique bukanlah Dominique lagi. Kenapa tidak segera memilihku sebagai pemimpin Ginova?"


"Karena aku tidak ingin kehilangan anakku yang lainnya lagi."


"Jadi, siapa yang sebenarnya ada di dalam tubuh Dommy?"


Theomund menyesap secangkir teh panas. "Seseorang dari dunia yang jauh, katanya," ucap Theomund


Dorothy mengganti pandangannya ke arah Theomund. Ia menghampiri ayahnya itu, lalu duduk dan ikut bergabung minum teh. Ia menggeser cangkir agar semakin dekat padanya, kemudian memperagakan gerakan mengangkat dan menuang teko tanpa menyentuh teko teh tersebut dengan menggunakan sihir. Suara gemericik halus dari air teh melengkapi pemandangan indah dari atap transparan dan udara sejuk yang menyusup melalui celah jendela.


"Aku perhatikan, dia agak keteteran setelah diajari dasar-dasar materi sihir. Mungkin dia berasal dari kalangan yang biasa saja."


"Mungkin. Walau begitu, dia tahu siapa yang berusaha untuk menenggelamkan Dominique asli di laut."


Tangan Dorothy tersentak, benturannya menciptakan dentingan nyaring antara bibir teko dengan cangkir teh. Matanya pun membesar seperti ikat rambut yang melar, irisnya yang senada dengan ibunya bergoyang bagaikan batu kerikil yang diterpa arus air sungai.


"Apa?"