The Step Of Palimpsest

The Step Of Palimpsest
#5



Beberapa hari telah berlalu di kediaman super megah ini. Halaman belakang sangat berseberangan dengan hutan. Walau begitu, tidak ada penjagaan manusia di sini. Melainkan dari perisai sihir. Bahkan perisai super kuat mengelilingi seluruh penjuru kastel ini. Bukan main, pasti tenaga dan fokus yang disalurkan untuk tetap menjaga ketahanan perisai sihir ini pasti menguras tenaga. Sekuat apapun seseorang, pasti akan jatuh juga.


"Apakah ada saat di mana Ayah merasa kelelahan mempertahankan kesadaran untuk menjaga kekuatan perisai ini?"


"Lelah tentu saja ada. Penyihir sekalipun masih mahkluk hidup. Tidak ada siapapun di dunia ini yang bisa bekerja tanpa henti. Termasuk dunia ini, suatu saat akan berhibernasi untuk waktu yang sangat lama karena kerusakan yang kita—manusia—timbulkan."


Jika seperti itu katanya, apakah tubuh Karmina sudah meninggal? Atau sedang koma? Apa aku juga masih punya kesempatan untuk kembali? Ya, tentu saja aku ingin kembali ku tubuh asliku. Tentu saja aku ingin kembali ke dunia asliku. Dan, berpindah tubuh dan dunia seperti ini namanya transmigrasi, kan? Inilah tema isekai yang biasanya sering aku tonton di banyak anime. Beberapa tema isekai banyak yang dilebih-lebihkan, tapi tak jarang juga ada beberapa yang menarik. Juga memberi kenyataan bahwa ke manapun seseorang pergi, kesulitan akan selalu ada. Tidak ada yang namanya melarikan diri dari masalah.


"Bahkan sihir juga tidak bisa bergerak terus-menerus?"


"Tentu saja. Mereka akan berhenti bergerak pada titik-titik tertentu." Sebenarnya aku sudah tahu, tapi aku hanya ingin memastikan saja, apakah pernyataannya sama seperti ide 'The Pursuit of Revenge' yang sudah tertumpuk di kepalaku.


Yang Theomund katakan itu benar. Di dunia ini, eksistensi sihir itu mirip dengan mahkluk hidup yang biasa kita lihat. Sesama manusia, hewan, dan tumbuhan. Sihir adalah kategori entitas yang hidup. Arti dari entitas sendiri adalah satuan yang berwujud konkret, entitas pun dapat dianggap memiliki keberadaan yang unik dan berbeda, maka dari itu tidak selalu memiliki bentuk fisik. Walau tidak kasat mata, sihir tetaplah memiliki karakteristik yang membuatnya termasuk dalam mahkluk hidup. Sihir itu bergerak, mereka makan, sihir bernapas dengan menciptakan udara untuk dirinya sendiri, bisa bertumbuh semakin besar, memperbanyak diri, dan butuh istirahat. Apakah sihir peka terhadap rangsangan dan cahaya? Tidak, justru sihir merupakan cahaya yang menciptakan rangsangan itu sendiri. Dan yang terakhir, sihir mampu untuk menyesuaikan dirinya di manapun berada.


Satu-satunya yang membedakan dari mahkluk hidup lain adalah mereka tidak memiliki tubuh fisik. Lebih tepatnya, tak kasat mata, dan hanya beberapa orang saja yang bisa melihat wujud sihir. Untuk melihat sihir hanya ada beberapa pilihan. Pertama—berlatih—membuka mata arwah, pilihan latihan ini pun hanya ada dua, latihan secara otodidak dan latihan dengan dibimbing oleh pendamping. Yang kedua—keturunan—didapatkan secara alami ketika lahir, bisa dibilang ini adalah bakat. Setelah seseorang bekerja keras untuk membuka mata arwahnya, maka kemungkinan besar mata arwah dari keturunannya akan sudah terbuka dengan sendirinya. Namun, ada satu keadaan yang memungkinkan orang yang sama sekali tidak berlatih membuka mata arwahnya dan atau mewarisi secara genetik.


Sihir akan menampakkan wujudnya sendiri tanpa diminta atau dipanggil. Biasanya, jika sihir sudah menunjukkan wujudnya dengan sukarela, artinya mereka memiliki ketertarikan. Manusia tidak akan punya pilihan lain apabila sihir menyukai atau membenci sesuatu. Sihir bisa menjadi penyayang atau tidak, bahkan seorang penyihir juga tidak bisa melakukan apa-apa. Jika mereka sudah menentukan untuk demikian, maka bagaimanapun juga akan terlaksana. Sihir hanya bisa dilawan dengan sesamanya. Keluarga Ginova selama beratus-ratus tahun telah memiliki kontrak dengan sihir. Sihir yang menentukan sendiri, penyihir mana yang akan mereka temani dan pinjamkan kekuatan. Lalu penyihir harus membayar atas harga dari kekuatan yang berpotensi melawan takdir dan kodrat.


Sihir tidak paham perbedaan baik dan buruk menurut sudut pandang manusia. Mereka hanya mau melihat hitam dan putih menurut hukum mereka sendiri; suka main hakim.


Theomund melangkah mundur demi memberi jarak bagiku. "Tajamkan telinga, pejamkan matamu, biarkan bulu kudukmu berdiri. Biarkan bulu kudukmu berdiri merasakan hawa keberadaan mereka di sekitarmu. Walau Kamu memiliki muscle memory dari Dominique yang asli, Kamu tetap harus latihan karena baru awam di dunia ini."


Ia memintaku melakukan demonstrasi. Akan kutunjukkan, aku adalah penulis dunia ini, dia akan tahu kemampuanku.


"Aku tidak seawam itu."


Aku terisolasi dari dunia luar. Aku mendapat banyak pelajaran, dari sihir, pengetahuan umum, sampai tata krama di meja makan dan tata krama seorang putri dari keluarga yang memiliki derajat tinggi. Semuanya diajarkan langsung oleh pilar keluarga Ginova, Theomund dan Lesya, orang tuanya si kembar. Sebagaimana halnya pemimpin keluarga adalah menjaga keutuhan keluarga, ia menguji penerus Ginova ini. Padahal, ada Dorothy yang seumuran denganku, kenapa ia begitu terpaku padaku? Aku tidak ingat aku menambahkan deskripsi spesial pada Dominique selain dia adalah kembaran yang lahir lebih dulu.


"Dan, aku akan sangat membantumu mengurus Sir Cashel."


Semakin aku memandang seluk-beluk keluarga ini, semakin aku tidak tahu apa-apa. Theomund berusaha membuatku paham bahwa dunia ini tidaklah semudah itu. Tentunya, orang tua mana yang rela tubuh anaknya sendiri digunakan oleh orang lain? Aku sama sekali tidak menyalahkan mereka. Kalau ada kesempatan agar aku bisa kembali, aku pasti akan cari caranya. Namun, karena aku mengungkapkan nama pelaku dari penyebab tenggelamnya Dominique, mereka pun menahanku di dalam sangkar yang berkecukupan, sehingga aku lupa aku sedang dikurung.


Aku mengambil napas dalam-dalam untuk memantapkan diri. Kuangkat tanganku, menahannya untuk tetap mengudara. Di atas telapak tanganku, kurasakan atmosfer penuh asa yang mendarat pun menggelitik kulitku. Aku memejamkan mataku dan mengikuti langkah dasar yang sudah dikatakan Theomund.


"Aku gunakan kesucianku sebagai cahaya anak dara, sinar alam baka yang menghardik keangkuhan. Sekadar halai-balai hidup bunga akan tiba waktunya untuk palawa. Shyam pada sabana merupakan titisan swastamita. Roh yang berwasana kesetiakawanan, sekutuku, vitalitasmu tergugus pada sarayu ibu pertiwi ini. Aku mendekap nadiku pada aliran yang kuyakini. Astungkara."


Ini adalah mantra favoritku yang aku susun dengan susah payah. Mantra ini diucapkan oleh Dorothy ketika ia dan Casildo dihalangi oleh roh hewan laut yang diperintahkan untuk menjaga tempat Dominique meregang nyawa. Tempat itu dijaga agar kedok dari Cashel Valera tidak terbongkar. Usaha Casildo untuk melawan roh tersebut pun sia-sia saja, manakala dia belum menerima pembelajaran menjadi ksatria dengan serius. Casildo berjuang dengan sekuat tenaganya, maka Dorothy pun ikut membantunya dengan memanggil roh hewan hutan yang bekerja sama dengan Dominique.


Ya, kastel pribadi Dominique yang berdekatan dengan hutan belantara ini adalah sarang dari roh itu. Sayangnya, walau Dorothy dan Dominique memiliki banyak kesamaan karena mereka adalah saudara kembar, ia tetap harus membayar mahal karena memanggil paksa sihir yang tidak sefrekuensi dengannya. Karena di mata sihir, saudara kembar tidak menghalangi mereka untuk menolak mengikat kontrak.


Ketika kubuka mataku, wujud sihir sekutu Dominique seketika mengelilingiku. Konon, warna sihir—perak yang kerlap-kerlip seperti bintang di langit—ini adalah warna pertama di alam semesta. Itu artinya mereka bukanlah sekutu dengan kekuatan yang sembarangan. Mereka sekutu yang bersaksi atas langit pertama yang diisi oleh tumbuhan di atas muka bumi. Mereka adalah sihir yang harus dihormati dan dihargai, maka mereka akan memberikan kehormatan yang sama rata padaku.


Sekutu Dominique adalah sebuah koloni besar serigala berukuran raksasa. Mereka adalah leluhur dari semua serigala yang sekarang masih hidup. Mereka menerapkan ibrah hierarki, kedudukan Dominique sebagai sekutu mereka berada tepat di bawah sang pemimpin koloni. Manusia yang membutuhkan mereka, tetapi mereka bahkan bisa hidup dengan tanpa manusia. Mereka adalah serigala, mereka predator puncak.


Penyihir bertindak membunuh tanpa menyentuh, kami bertindak dengan halus. Tidak seperti para ksatria yang bar-bar. Jelas, Ginova lebih unggul daripada Valera.


"Apapun yang terjadi, laskar penyihir dari rumpun darah keluarga ini akan menetapkan Harkat Meraki. Aku menantikan gerhana matahari yang akan datang.