The Sniper

The Sniper
Broken Mask (Twenty Two)



        Calistha menghembuskan napasnya berat sambil mengikuti langkah lebar Aiden yang berjalan masuk kedalam rumahnya. Setelah mereka berhasil mengantarkan Luciana dengan selamat ke panti asuhannya dan memastikan akan memberikan penjagaan ketat pada gadis kecil itu selama penjahat-penjahat yang menculiknya masih berkeliaran di luar sana, Aiden belum sedikitpun mengeluarkan suara  di depannya. Bahkan saat Malfoy tengah berbicara padanyapun, Aiden hanya menanggapinya dengan wajah dingin andalannya tanpa sedikitpun memberikan komentar pada setiap kalimat yang dikeluarkan Malfoy ketika mereka sedang membicarakan masalah keselamatan Luciana. Calistha merasa sedikit tak enak hati karena telah membuat suasana diantara mereka menjadi tidak menyenangkan seperti ini. Bukan karena apa-apa ia merasa bersalah pada Aiden, ia hanya seperti


seseorang yang tidak tahu balas budi setelah apa yang dilakukan pria itu selama ini. Namun jika ingin melakukan pembelaan untuk dirinya sendiri, ia bisa saja menganggap Aiden aneh karena terlalu berlebihan. Bukankah pria itu telah dibayar untuk menjaganya? Seharusnya pria itu tidak sampai semarah itu dengan kebenaran yang selama ini ia sembunyikan. Ia hanya sedang memastikan posisinya aman bersama Aiden. Saat ini ia tidak bisa mempercayai siapapun yang selama ini telah terlibat kerjasama dengan ayahnya. Banyak serigala berbulu domba yang mulai mengeluarkan taringnya untuk menerkamnya. Jadi, ia terpaksa menyembunyikan keahliannya selama ini di hadapan semua orang agar setidaknya ia dapat menyelamatkan nyawanya yang cukup berharga ini.


Brukk


            Calistha terpental mundur saat tiba-tiba Aiden berhenti di depannya dan membuatnya menabrak punggung pria itu dengan keras. Seketika Calistha mendongak untuk menatap pria itu sambil menunjukan raut wajah pias yang berhasil membuat Aiden semakin kesal pada wanita di hadapannya itu.


            “Kau berhutang banyak penjelasan padaku.”


            “Aku akan menjelaskannya sekarang, bagian mana yang ingin kau dengar?” Tanya Calistha tenang. Ia lalu berjalan menuju sofa hitam di tengah ruangan, dan sedikit memberikan tatapan mata pada Aiden untuk duduk di sebelahnya.


            “Apa tujuanmu melakukan sandiwara bodoh itu di depanku?”


            “Untuk memastikan jika kau benar-benar aman dan dapat dipercaya. Sejak kecil sebenarnya aku telah dilatih oleh ayahku untuk melakukan beladiri, berlatih menembak, dan yang lainnya, tapi aku selalu berpura-pura lemah di hadapan semua orang karena aku ingin mereka menunjukan jati diri mereka yang sesungguhnya.


Jika kau terlihat berkuasa seperti ayahku, mereka pasti akan takut padaku, dan akan ada banyak serigala berbulu domba yang berdiri di sekitarku. Jadi lebih baik aku berpura-pura menjadi Calistha yang lemah dan juga cengeng untuk membuat orang lain justru meremehkanku.” Jelas Calistha tenang disertai senyuman. Ia harap Aiden dapat mengerti posisinya dan tidak terlalu menyalahkannya atas semua kebohongan yanga telah dilakukannya selama ini. Namun sepertinya semua penjelasan itu hanya berakhir sia-sia karena Aiden justru tampak tak bergeming dan tetap menunjukan wajah datarnya yang berbahaya.


            “Kau selama ini telah menipu banyak orang....”


            Desisan Aiden yang penuh nada emosi itu membuat Calistha mengernyit dalam. Ia tidak tahu jika kemarahan Aiden akan separah ini saat mengetahui kebenaran yang ia sembunyikan selama ini. Lagipula, apakah kesalahannya sefatal itu hingga membuat seorang Aiden Lee menjadi sangat marah padanya hanya karena ia berbohong?


            “Kau dan ayahmu sama sialnya. Kalian berdua adalah penipu sialan yang berani-beraninya mempermainkanku.”


            “Hey, ada apa dengan dirimu hari ini?”


            Calistha merasa tidak terima dengan hinaan Aiden pada ayahnya. Ia lantas segera berdiri sambil menarik kerah kemeja Aiden untuk memberikan perhitungan pada pria itu.


            “Kau tidak berhak untuk menghina ayahku, kau hanya seorang sniper yang dibayar untuk


melindungiku.” Geram Calistha kesal. Aiden hanya menatap perbuatan berani Calistha tanpa ekspresi, lalu dengan gerakan cepat ia berhasil mengubah keadaan dengan menekan tubuh Calistha menggunakan tangannya hingga saat ini posisi Calistha telah berbaring di atas sofa hitam sambil menatap sengit kearah Aiden.


            “Semua ini hanya misi bunuh diri. Kalian semua hanya mempermainkanku. Dan kenyataannya saat ini aku sedang dibunuh perlahan-lahan oleh orang-orang yang memiliki dendam padaku. Aku akan segera mengundurkan diri dari pekerjaan ini, aku akan mengatakannya pada presiden Moon. Tua bangka sialan itu pasti juga telah bersekongkol dengan keparat Jacob sebelum meninggal.”


            “Aiden! Kenapa kau tiba-tiba berubah menjadi seperti ini? Kukira setelah kau tahu jika aku bukanlah wanita yang lemah kau akan lebih menyukaiku. Tapi apa ini, aku justru hanya mendapatkan kemarahanmu yang tak beralasan ini.”


            Calistha tiba-tiba saja menjadi muak pada Aiden, dan ia berusaha untuk melepaskan diri dari cekalan Aiden yang sialan kuat itu. Tangannya yang masih bebas menggantung di samping digunakan Calistha untuk memberikan pukulan pada Aiden. Sayangnya pria itu berhasil menghindarinya, dan justru membuat Calistha semakin tidak


berdaya dengan teknik kunciannya yang sangat ahli. Baiklah, sudah saatnya bagi Calistha untuk menyerah pada Aiden.


            “Berapa banyak kebohongan yang telah kau lakukan selama ini?”


            “Aku tidak melakukan kebohongan yang lainnya, sungguh. Kau harus membantuku Aiden, hanya kau yang kupercayai hingga sejauh ini. Kau telah membuktikan padaku jika kau memang patut mendapatkan kepercayaan, dan aku percaya kau tidak akan mengkhianatiku. Saat ini aku berpikir jika ayahku mungkin masih hidup. Malfoy, dia terlihat sangat mencurigakan.”


            “Apa kau sedang melakukan pengalihan untuk kesalahanmu yang fatal itu?”


            “Tidak, sungguh aku tidak sedang melakukan pengalihan atau hal-hal jahat apapun yang ingin kau tuduhkan padaku. Aku benar-benar melihat ada sesuatu yang mencurigakan dari Malfoy. Dugaanku, Malfoy mungkin tahu dimana keberadaan ayahku. Lihatlah, jika ia bukan pria yang cerdas, ia tidak mungkin dapat menemukan rumahmu, bahkan masuk kedalam rumahmu yang penuh dengan perlindungan yang berlapis ini. Kumohon percayalah padaku Aiden, aku tidak berbohong.”


            Aiden hanya diam menatap Calistha yang tengah memohon-mohon padanya dengan wajah memelas yang baginya tidak lebih dari tatapan memohon seorang jalang. Ia benci pembohong, dan ia sangat benci dibohongi.


            “Aku tidak tertarik pada Malfoy, itu urusanmu.”


            Akhirnya Aiden mengakhiri kemarahannya dengan menyentak tubuh Calistha keras di atas sofa, lalu meninggalkan wanita itu sendiri dengan wajah berkerut kesal yang tampak jelas tercetak di wajahnya. Calistha kemudian segera bangkit sambil merapikan pakaiannya yang telah kusut di sana sini karena ulah Aiden. Ia tidak bisa membiarkan pria itu menjauh darinya. Bagaimanapun caranya Aiden harus berada di pihaknya untuk mencari keberadaan ayahnya yang entah sedang bersembunyi dimana saat ini.


-00-


            Bunyi sol sepatu yang bergesekan dengan aspal itu memecah keheningan suasana senyap di sebuah perkampungan kumuh di pinggiran kota London. Rambut keemasan pria itu tampak bersinar tertimpa cahaya bulan purnama yang kebetulan sedang bersinar indah di atas langit kota London yang dipenuhi bintang. Pria itu berjalan tenang kearah sebuah rumah berkayu lapuk yang terletak di ujung gang kumuh, tempat dimana para pengemis-pengemis atau orang-orang yang selama ini dianggap sebagai sampah masyarakat tinggal.


Tok tok tok


            Malfoy tersenyum sekilas dari balik pintu kayu lapuk itu, ia lalu bergumam pelan sebagai jawaban dari pertanyaan seseorang yang saat ini tengah berdiri di balik pintu, bersiap untuk menyambut sang tamu.


            “Selamat malam tuan, bagaimana kabar anda?”


            “Seperti yang kau lihat, tidak ada banyak perubahan. Masuklah, aku memasak sepanci pasta sayur dengan irisan daging ayam yang kudapatkan dengan harga murah dari tetangga baik hati di samping rumahku.”


            Malfoy tampak menatap jijik pasta hijau yang disodorkan kearahnya tanpa berniat untuk menyentuhnya sedikitpun. Sejak kecil ia tidak menyukai sayur, apalagi sayuran hijau yang bentuknya menyerupai kotoran hewan seperti itu.


            “Tidak tuan, terimakasih. Aku sudah makan.” Tolak Malfoy halus. Pria tua itu hanya mengedikan bahu sekilas, lalu terlihat menikmati pastanya sendiri tanpa menghiraukan ekspresi jijik Malfoy di depannya.


            “Jadi bagaimana tugas hari ini? Melelahkan?”


            “Cukup melelahkan.” Jawab Malfoy tenang. Tujuannya datang malam-malam ke sini memang untuk menceritakan semua pengalaman menegangkannya saat bekerjasama dengan Calistha. Ternyata wanita itu tidak selemah kelihatannya. Calistha adalah wanita yang tangguh, dan wanita itu dapat menjadi berbahaya juga disaat saat genting seperti tadi.


            “Bagaimana putri Jacob Im?”


            “Mengagumkan. Ia melakukan hal-hal yang tak terduga saat kami menyelamatkan Luciana hari ini. Kupikir wanita itu tidak bisa melakukan apapun, dan hanya bisa bersolek di depan cermin.”


            “Kau jangan meremehkan kemampuannya, ia wanita yang tangguh. Ayahnya sendiri yang melatihnya sejak kecil agar ia menjadi wanita yang kuat. Dan mengenai Luciana, apakah kau sudah memastikan jika keadaannya akan baik-biak saja?”


            Malfoy tampak berpikir sejenak, seakan-akan ia ragu mengatakan pada pria tua di hadapannya jika ia tidak yakin dengan pengamanan yang saat ini didapatkan Luciana dari beberapa polisi yang telah berhasil ia sewa. Bagaimanapun Jacob memiliki anak buah yang sangat tangguh, bahkan ketangguhannya melebihi para polisi yang berhasil ia sewa dengan bayaran minim. Jadi ia mungkin tidak bisa terlalu banyak berharap pada polisi-polisi itu.


            “Akan kuusahakan ia akan selalu baik-baik saja. Ngomong-ngomong, kenapa tuan Jacob Im sangat menyayangi Luciana? Ia terlihat sangat peduli hingga ia terus menerus mengirimkan tunjangan untuk Luciana. Apa... gadis kecil itu adalah anak dari kekasih gelapnya?”


            Pria tua itu langsung tergelak keras mendengar kata-kata Malfoy yang seakan-akan


sedang mengolok-olok Jacob Im. Seumur hidupnya Jacob Im selalu setia pada mendiang isterinya, dan ia hanya memiliki satu putri kandung yang selalu menjadi kebanggaannya. Namun ada lebih dari hal-hal yang disembunyikan oleh Jacob Im di luar sana. Dan tidak semua orang dapat memahami ritme kehidupan Jacob yang penuh dengan berbagai rahasia itu.


            “Kau nanti akan mengerti nak. Sekarang ceritakan padaku bagaimana kondisi Luciana saat ini?”


            “Aku telah menyewa beberapa polisi untuk menjaganya dari kejauhan. Tapi aku tidak yakin jika semua itu akan berjalan aman, karena putri Jacob Im itu memiliki banyak sekali musuh. Mereka pasti akan menggunakan Luciana lagi untuk memancing kedatangan Calistha. Selain itu, snipernya, Aiden, ia terlihat sangat berbahaya. Aku merasa sangat terintimidasi setiap kali bertemu dengannya.”


            “Oh, Aiden sebenarnya bukan ancaman. Mungkin ia hanya harus selalu waspada karena ia memiliki tanggungjawab untuk melindungi Calistha.”


            “Ngomong-ngomong, mengapa mereka saat ini mengejar Calistha, apa yang mereka inginkan dari putri Jacob?” Tanya Malfoy dengan kerutan di wajahnya. Sejauh ini ia belum sempat mencaritahu lebih lanjut mengenai sejarah keluarga Jacob Im yang sepertinya penuh akan skandal itu. Jika mereka adalah keluarga yang baik-baik saja, tidak mungkin jika saat ini kehidupan putrinya terlihat seperti kehidupan seorang buronan, yang keberadaannya selalu menjadi incaran banyak orang.


            “Mereka sebenarnya hanya orang-orang bodoh yang termakan hasutan dari seseorang yang tak bertanggungjawab di luar sana. Mereka mengincar harta karun paling berharga milik Jacob yang keberadannya saat ini masih menjadi misteri.” Jelas pria tua itu dengan kilatan kebencian yang berhasil ditangkap Malfoy dari pancaran kedua mata sendunya. Namun kemudian Malfoy tiba-tiba merasa penasaran, bagaimana mungkin pria itu sangat mengetahui kehidupan Jacob Im dengan detail, jika pria itu selama ini hanya menjadi seorang tukang kebun di kediaman Jacob?


            “Tuan, siapa kau sebenarnya?”


-00-


            Emily mengepalkan tanganya erat sambil mengumpat berkali-kali pada kegagalan yang sangat memalukan hari ini. Ia pikir Calistha seorang wanita lemah yang tidak mungkin mampu untuk melawannya. Namun ternyata selama ini ia telah ditipu mentah-mentah oleh Calistha yang selalu berpura-pura lemah di hadapan semua orang.


            “Nona, tuan Luca telah sadar.”


            Emily langsung berbalik pada anak buahnya sambil memberikan anggukan mengerti. Tidak apa-apa ia gagal membunuh Calistha hari ini. Ia masih memiliki rencana lain untuk menghancurkan wanita itu. Dan salah satu rencananya adalah dengan menggunakan Luca yang saat ini telah ia cuci otaknya.


            “Sayang, bagaimana kabarmu hari ini?”


            Emily tersenyum lembut pada Luca yang tampak sedang bersandar pada kepala ranjang. Tatapan pria itu kosong, seakan-akan cahaya hangat yang selama ini selalu ditampilkan oleh seorang Luca telah redup. Saat Emily mendekatinya, Luca mulai mengarahkan pandangannya pada wanita itu, namun pria itu hanya seperti sebuah cangkang kosong yang telah kehilangan jiwanya.


            “Namaku Emily, apa kau tidak mengingatku sayang?” Tanya dengan suara  lembut yang mendayu-dayu. Luca kemudian menggeleng sebagai jawaban, dan ia kembali mengarahkan tatapan matanya kearah jendela rumah sakit yang sedang menampilkan pemandangan ribuan pepohonan yang ditanam oleh pihak rumah sakit di taman belakang.


            “Tidak apa-apa, tidak apa-apa sayang. Aku akan selalu berada di sampingmu dan mengajarimu segala hal. Dan kita berdua pasti akan menjadi pasangan yang hebat untuk menghancurkan jalang sialan itu.”