
saat mereka memasuki rumah itu mereka disambut dengan ucapan
" Hey kalian ini darimana saja, sudah sehari kalian memisah dari kita , apa yang terjadi " ucap seorang lelaki yang sudah berumur itu
" Tidak ada yang terjadi kok pak, hanya Wonder saja yang menghambat perjalanan kita , karena masalah yang ia buat " jawab Agro
" Syukur lah kalau begitu, sini mari beristirahat lah dan makan malam nya akan ada saat setelah maghrib berkumpul di ruang makan sebelum itu"
ujar lelaki itu
Mereka pun beristirahat di kediaman itu
tidak angin tidak ada hujan Avion mengingat tentang mimpi nya kemarin mimpi nya kemarin
" Apa yang dikatakan orang misterius itu apa yang ia maksud matahari ku dan bulan ku dan apa yang ia maksud tentang keberanian yang terpendam, ini sungguh membingungkan, apakah aku harus menceritakan nya kepada sahabat-sahabatku ?" "tidak aku tidak akan memberikan beban pikiran kepada mereka berdua, aku masih cukup kuat untuk menanggung beban hidup ini sendirian meskipun itu membuat hidup menjadi lebih berat" ia pun memikirkan nya sampai ia tertidur
" Haduhh gawat aku ketiduran " katanya dengan melihat matahari yang mulai tenggelam " Aku harus bersiap-siap dan segera menemui Agro dan Wonder " ia pun dengan tergesa-gesa menuju ke tempat makan malam, " Oi Avion sini" teriak Wonder melambaikan tangannya
" Ya " jawabnya dengan menuju ke sana
Mereka pun duduk berdampingan di meja makan dan segera makan malam di sana ia berbicara dengan para pedagang lain
" Hey kalian besok berjualan apa di pasar kota " tanya seorang pria yang ada di sana
" Eh, itu pak kami hanya akan berjualan barang-barang pedesaan kita seperti Gandum, Daging, dan rempah-rempah Pak " jawab Agro
" Bagus itu , barang-barang itu sangat langka untuk di perkotaan seperti ini barang jualan kalian pasti laku berat" tanggap Bapak itu
dan mereka pun hanya mengaminkan nya saja
" Selesai makan malam kita langsung tidur saja ya biar besok dapat berjualan dengan semangat " saran Wonder kepada mereka
" Baiklah tukang tidur , hahaha "
Selesai makan pun mereka tertidur didalam kamar penginapan yang nyaman itu
" Hey dimana lagi aku sekarang ini, kuharap ini bukan mimpi buruk lagi yang membingungkan, Syukur lah sekarang kurasa mimpi ini bukan mimpi buruk aku hanya bersantai di bawah pohon beringin ini saja dan memandangi pantulan diriku di bintang-bintang yang bertebaran di atas dengan cahaya bulan sabit yang terang benderang " ia pun bersantai sampai suatu goncangan dasyat " Ehh eh ada apa ini" kata Avion yang terjaga dari kedamaian yang ia baru rasakan tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggilnya
" Bangun anak muda, bangunlah dari tidur mu ada orang yang memerlukan bantuan mu"
" Apaaa maksud mu " jawab Avion
" Tidak ada waktu lagi cepat ambil panah mu dan selamat kan orang itu"
sontak Avion langsung terbangun dari tidurnya " Apa yang sedang terjadi, tidak ada bahaya disini mungkin itu hanya khayalan ku saja
" aku tidur lagi saja" hendak mau tidur jeritan seorang wanita terdengar
" Gawat ada seorang yang sedang bahaya aku harus segera bertindak " kata Avion dengan mengambil panah nya ia pun segera menuju ke sumber suara itu
" Sepertinya suara itu berasal dari sana" tibalah ia di suatu sungai ia terkaget kan oleh seekor Hydra berkepala empat yang berdiri tepat di hadapan nya yang sedang ingin memakan Wanita itu
" Haduhh bagaimana cara ku mengalahkan makhluk sebesar itu dengan panahku ini, aku coba saja lah " Avion pun menembakkan tiga anak panah nya sekaligus dan mengenai tepat di leher makhluk itu dan lehernya pun terpenggal
" Jadi begitu cara mengalahkannya, aku tinggal memenggal kepalanya satu persatu Avion pun berhasil memenggal semua kepala hydra itu dan menyelamatkan wanita itu
" Heyy cepat lari dari sana " Orang itu pun berlari menyelamatkan dirinya
namun saat Avion melihat ke belakang ia terkejut dengan Hydra yang telah bangkit lagi serta kepalanya menjadi delapan
" Sialan masing-masing kepalanya yang telah aku tebas tumbuh lagi menjadi dua dan bertambah banyak" gerutu Avion panik
Tiba-tiba Agro dan Wonder nampak dari kejauhan entah datang dari mana
" Itu dia si Avion " ujar Wonder
" Hey kalian jangan kesini, disini bahaya" Teriak Avion
" Ada apa memangnya " tanya Wonder
" Pokoknya kalian jangan kesini " tegas Avion.
Namun mereka tidak memperdulikan ucapan Avion dan tetap menemuinya sesampainya di sana ia melihat seekor Hydra berkepala delapan berdiri di hadapan nya
" Makhluk apa ituuu" ucap Wonder ketakutan hingga pingsan
"Haduhh mengapa juga kau pingsan disini" kata Avion kesal
" Sudahlah Agro ayo kita melarikan diri dari sini dengan segera dan membawa Wonder ketempat yang aman" ujar Avion
Tanpa pikir panjang Agro langsung menuruti nya dan segera berlari menyelamatkan diri
" Avion itu ada sebuah bukit kita bersembunyi di sana saja" kata Agro dengan menunjuk bukit itu sedangkan Hydra sedang mengejar mereka dibelakang nya
Mereka pun bersembunyi di balik bukit itu
" Syukur lah kita berhasil selamat dari kejaran Hydra sialan itu" ucap Avion
" Iya syukur lah, tetapi kita terjebak disini ,kita harus mengalahkan Hydra itu" jawab Agro
" Tapi bagaimana caranya makhluk sialan itu tadi sudah aku tebas kepalanya namun kepalanya malah menjadi banyak saja" tanya Avion
" Bagaimana jikalau kita membakar anak panah milikmu dengan begitu darah dan daging hydra mejadi gosong dan tidak bisa meregenerasi kembali kepala nya" jelas Agro yang memilik ide cemerlang tak perlu waktu lama Avion pun langsung menyetujui ide Agro
" Baik lah akan aku lakukan ide mu, tak ada salahnya mencoba "
dengan kekuatan anak panah yang tak pernah meleset dari sasaran dengan mudah Avion mengalahkan nya , Setelah itu melihat bangkai Hydra yang tergelatak
Avion dan Agro mendatangi mayat Hydra
" Kalau begitu ambil saja, lumayan buat dijual nanti di pasar pasti harganya tinggi" jawabnya
" Oke " kata Agro dengan mengambil batu pertama itu
tiba tiba mayat itu berubah menjadi kegelapan
" Loh loh Eh apa ini " ucap Agro kebingungan dengan kegelapan itu
Seketika bayangan itu masuk kedalam tubuh Agro
" Agrooo" teriak Avion yang melihat Agro yang akan kehilangan kesadarannya
" Haduhh gawat bagaimana caranya aku menggendong dua orang sekaligus, tidak ada jalan lagi aku harus membawa Agro dan Wonder kembali ke penginapan sebelum terjadi hal yang tak diinginkan "
Avion pun kembali ke penginapan disaat itu ada seorang penduduk sekitar yang melihat itu dan segera menolong Avion yang telah kelelahan
" Sini biar ku bantu engkau mengangkat teman mu itu" ucap pria itu
" Terimakasih banyak tuan"
" Kalian ini asalnya dari mana dan memangnya ada apa dengan teman mu sampai-sampai ia tak sadarkan diri"
" Asal kami dari desa Zeren yang sangat jauh dari perkotaan,
tadi awalnya kami sedang tidur di penginapan namun ada suara teriakan meminta tolong kami pun langsung segera menuju ke sumber suara itu dan ternyata itu dari seekor monster hydra yang ada dipinggir sungai .
" Apaa kau bertemu dengan monster itu apa yang terjadi setelah itu apakah teman mu itu terkena bisanya "
"Tidak kok Pak,Lalu teman ku Wonder ini melihat Hydra yang begitu besar langsung ketakutan sampai pingsan "
" Sungguh payah teman mu yang satu ini kukira dia terkena racun Hydra saat bertarung ternyata hanya karena ketakutan saja," sanggah bapak itu
" Lalu bagaimana dengan teman mu yang lainnya " tanya Bapak itu
" Jikalau Agro temanku ini aku pun tidak tahu apa yang terjadi setelah kita mengalahkan Hydra , kami menemukan sebuah batu permata hijau di atas kepala, Agro yang melihat nya langsung mengambil nya tiba-tiba kegelapan masuk kedalam tubuhnya, dan ia pun langsung tak sadarkan diri "
" Apaaa jadi kau mengalahkan Hydra itu sungguh hebat kau anak muda, bahkan para ksatria yang dikirim oleh raja tidak bisa membunuhnya" kata Bapak itu dengan terkejut
" Tetapi untuk temanmu itu bawalah ia kepada Alec Merlin, ia adalah seorang tabib sejak zaman para Ksatria legendaris " kata Bapak itu " Akan ku antar kau ke rumah nya
Mereka pun menuju ke rumah Merlin
" Perasaan apa ini aku merasakan teman lamaku Hector( salah satu dari ksatria legendaris) sedang berada di depan rumah ku" ucap Merlin
" Assalamu'alaikum " ucap Avion
" Ya masuk lah "
" Ternyata hanya seorang anak muda saja bersama dengan temannya " ucapnya dalam hati
" Ada apa kau kemari anak muda " tanya Merlin
" Ini tuan saya Avion, saya ingin meminta bantuan tuan untuk menyadarkan teman saya yang sehabis mengalahkan Hydra " jawab Avion
" Jadi kau mengalahkan Hydra itu, "
kata Merlin terkejut
" Memangnya ada apa pak dengan Hydra itu sampai-sampai semua orang yang aku temui terkejut bahakan kau yang pernah melawan Dormin pun ikut terkejut "
tanya Avion
"Karena mereka masih mengingat pesan Hector ( Ksatria yang berasal dari sini) bahwa dimasa depan akan ada seorang anak muda yang akan meneruskan perjuangan kita yang akan diawali nya dengan mengalahkan salah satu dari anak buah Dormin " jawab Merlin
" Itu tidak penting " kata Avion yang muak dengan perkataan seperti itu yang selalu dilontarkan oleh orang lain kepada mereka bertiga
" Yang terpenting adalah apakah kau bisa menyadarkan teman ku ini, bayangan kegelapan Hydra masuk kedalam tubuhnya"
" Baiklah sini aku periksa temanmu itu, letakan ia di kamarku" ucap Merlin
Agro dan Wonder diperiksa di kamar Merlin
" Apaa ini "
" Ada apa pak " " Apa yang terjadi " tanya Avion
"mereka berdua memiliki tanda lahir yang sangat aneh " jawab Alexander " Yang satu ini ( Agro) memiliki tanda lahir di punggung nya yang berbentuk seperti bulan sabit
dan yang satunya ( Wonder ) memiliki tanda lahir berbentuk seperti bulat sempurna seperti matahari "
" Apa hubungannya tanda lahir dengan keadaan mereka saat ini" tanya Avion
" Ini seperti yang ada di buku itu"
kata Merlin sambil mencari-cari buku yang ia maksud
" Ini dia seperti yang tertulis disini , Siapa yang memiliki tanda lahir berbentuk bulan orang itu adalah seorang penjaga kegelapan dan akan menyerap kegelapan yang jahat tetapi ia tak tahan jikalau menyerap kegelapan yang begitu banyak dan siapa saja yang memiliki tanda lahir berbentuk matahari ia adalah seorang penerus sang bintang dia akan menyerap cahaya dan menjadikannya kekuatan namun ia tak akan tahan dengan kegelapan, maka dari itu seorang yang memiliki tanda lahir seperti itu harus selalu bersama untuk saling melengkapi kekurangan mereka " jelas Merlin panjang lebar dengan membacakan isi buku itu
" Kurasa teman mu yang memiliki tanda lahir berbentuk sabit ini ( Agro) terlalu banyak menyerap kegelapan dan ia tak terlatih untuk melakukannya sedangkan teman mu ini yang memiliki tanda lahir matahari ( Wonder) tak tahan dengan aura kegelapan yang terpancar dari tubuh Hydra "
" Lalu bagaimana cara membuat mereka sadar " tanya Avion
" untuk teman mu yang memiliki tanda lahir berbentuk matahari jemur dibawah terik sinar matahari ia akan sadar seiring dengan kekuatan yang terserap olehnya dan untuk yang satunya ( Agro) biarkan saja ia beristirahat di sini , akan segera pulih karena memang itulah bakatnya " jawab Merlin
" Terimakasih tuan aku akan melaksanakan perintah mu" ujar Avion
" Jikalau mereka berdua sudah sadar bawa mereka kesini, aku akan memberikan sesuatu untuknya agar bisa mengendalikan kekuatan yang ia miliki"