The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Latihan pertama



" Kurasa aku ingin menemui orang misterius itu lagi dia ingin mengatakan sesuatu namun terpatahkan oleh ku yang terjaga karena siraman air dari si Wonder, aku cukup menggosok kan gelang ini saja" katanya sambil menggosok gelang nya dan segera tertidur


" Sepertinya aku sudah tertidur dan sampai disini kelihatan nya aku tinggal menunggu alunan musik Harmonika saja dengan bersantai di bawah pohon itu saja seperti biasanya "


" Nah suara itu aku mengenal alunan nada ini"


Bulatkan tekad sekarang kita mulai


Demi kita menjadi diri kita sendiri


Sebuah harapan untuk masa depan


Senyuman teman yang saling membantu memberikan ku kekuatan


Yang menerangi hari esok itu bukanlah bintang-bintang


Tapi sebuah bibit yang tumbuh didalam hati


Mulai dari sekarang adalah tingkatkan berikutnya


Bersiap menantangnya


Menulis kembali takdir yang telah ditetapkan adalah misi kita


Menjalin ikatan..... "


" Ada apa anak muda memanggilku, kelihatannya sekarang kau sudah berdamai dengan ku" tanya orang misterius itu


" Iya untuk saat ini.. aku penasaran akan ucapan mu yang terpotong itu"


" Jadi itu alasan kau memanggil ku , aku hanya ingin memberitahukan padamu bahwa kau akan melihat Blood moon dan gerhana Matahari secara bersamaan diwaktu yang sama" saran orang misterius itu


" Bagaimana kau bisa mengetahui dan Bukankah Blood moon akan terjadi tahun depan dan Gerhana matahari kemungkinan akan terjadi tiga tahun mendatang"


" Sudahlah kau akan mengetahuinya sendiri waktuku sudah habis saatnya aku pergi dan untuk kedepannya kau harus berpikir sebelum bertindak " jawab orang misterius itu dengan menghilang secara perlahan diikuti oleh percikan cahaya


" Kukuruyuk suara ayam membangun kan nya "


" Kelihatan nya sudah fajar aku bangunkan Wonder dan Agro saja "


"Gro, Wond bangunlah sudah fajar ayo segera bersiap-siaplah untuk pergi berlatih dengan tuan Arthur dan Merlin"


" Iya baiklah " jawab mereka berdua yang masih mengantuk


Mereka pun pergi bersiap dan segera ke bawah dan menunggu Arthur dan Merlin


" Hey Gro apakah kau juga bermimpi aneh tadi malam, " tanya Wonder yang kebingungan disertai ketakutan


" Sedikit aneh namun aku tidak menghiraukan nya, memangnya apa yang ada dalam mimpimu" jawab Agro


"Aku melihat seorang misterius dengan rambut blonde nya dan memegang pedang yang sangat aneh aura cahaya nya sangat lah pekat sampai-sampai aku silau melihat nya ia mengatakan bahwa dia adalah aku dan aku harus selalu bersama dengan bulan ku selesai mengatakan itu langsung menghilang bersamaan dengan Matahari terbenam" jelas Wonder " jikalau kau Apa yang kau mimpikan tadi malam


" Ya biasa saja aku tergeletak di padang rumput dengan memandangi bulan dan bintang yang bertaburan tiba-tiba aku melihat seorang yang sedang duduk di atas bulan itu dan berbicara kepada ku dengan memandangi ku dari jauh ia mengatakan bahwa senyuman matahari memberikan kekuatan hati, itu saja lalu aku terbangun dari mimpiku"


jelas Agro " Kalau kamu bermimpi apa Avion"


" Tidak ada apa-apa mimpiku seperti biasanya saja" katanya " Sudahlah itu hanya mimpi tidak usah dipikirkan ayo kita latihan dengan tuan Merlin dan Arthur, itu mereka berdua sudah datang"


" Bagus datang kalian tepat waktu untuk latihan kita sekarang adalah sebelum kalian memegang senjata yang asli kalian akan berlatih menggunakan tongkat kayu ini saja sekarang cobalah untuk mengenai ku dengan tuan Merlin menggunakan tongkat itu"


" Yang benar saja hanya itu latihan nya, ini sangat lah dahulu kami waktu kecil sering berburu hewan buas, sekarang kami disuruh untuk menyentuh kalian yang sudah berumur ini" ucap Wonder menyeringai lebar dengan nada meremehkan


" Baiklah orang tua bersiaplah kami tidak akan menahannya " sindir Wonder


"Ayo teman-teman " mereka pun berusaha untuk menyerang Arthur dan Merlin


" He kena kau " seru Wonder " Apa bagaimana orang tua itu bisa secepat itu" Mereka dengan sekuat tenaga dan tak pantang menyerah, namun semua usaha nya hanya menghasilkan kegagalan sahaja "


" Hey Wond, Ion kita tidak bisa menyerang mereka begitu saja jika tidak kita akan kelelahan ,kita butuh rencana," ujar Agro


" Bagaimana kalau Wonder kita jadikan umpan untuk mengalihkan perhatian mereka berdua dan kita akan menyergap mereka dari belakang dan mengakhiri latihan ini " saran Avion


" Mengapa aku yang harus jadi umpan "


keluh Wonder


" Sudah... ikuti saja aku" jawabnya


Mereka pun menjalankan rencananya


" Hey Arthur, Merlin ini belum apa-apa kalian tahu itu kan, kami sedang menahan diri untuk tidak melukaimu tapi sepertinya kalian memaksaku, bersiap-siaplah melihat sang pejuang " ujar Wonder berbicara panjang lebar


" Sudah selesai anak muda " jawabnya


" Sekarang " teriak Wonder


" Ha... apa..... "


" Hiya..." " Brukk"


" Yaa... Akhirnya kita berhasil " seru Wonder bergembira


" Pintar juga kalian ya.... sangat tidak aku sangka sekali kalian melakukan seperti ini" sanggah Arthur memuji " Siapa yang mempunyai ide seperti ini"


" Ya tentu saja aku" sahut Wonder


" Untuk sekarang kalian telah lulus ujian pertama, baiklah istirahatlah sudah cukup latihan nya ,sekarang pergilah berburu untuk makanan kita nanti malam kebetulan daging rusa milik Arthur sudah tinggal sedikit


" jelas Merlin


" Baik akan kami lakukan," celetuk Agro


" Tetapi bagaimana kami melakukannya jika kita tidak memiliki senjata apapun bahkan Artemis telah kau simpan di dalam"


" Iya itu urusan kalian .. seorang ksatria bisa menggunakan benda apapun untuk bertarung bahkan dengan ranting pohon sekalipun mereka dapat mengubahnya menjadi seperti pedang yang sangat tajam jikalau kalian tidak ingin melakukannya ya kalian akan kelaparan" desak Merlin


" Ya bagaimana bisa begitu " sahut Wonder


" Sudahlah Won ayo kita segera bertindak bukankah kau sedang kelaparan " seru Avion


Mereka pun pergi berburu hewan untuk makanannya sendiri


" Kita akan berburu hewan apa dengan tangan kosong ini" tanya Wonder


" Ya kita bisa memancing atau menangkap burung saja bagaimana " jawab Agro


" Baiklah untuk menghemat waktu Agro dan Wonder kalian berdua memancing saja menggunakan ranting pohon itu, sedangkan aku akan membuat jebakan burung saja " seru Avion


Mereka pun mengiyakannya dan segera melaksanakan tugas masing-masing